Sponsors Link

Ambliopia : Penyebab – Gejala – Pengobatan

Sponsors Link

Kesehatan mata menjadi salah satu hal yang sangat diperhatikan oleh semua orang. Termasuk untuk kesehatan mata anak yang  jika diabaikan maka bisa menyebabkan risiko cukup fatal. Anak-anak sering menunjukkan gejala penyakit mata namun dianggap hal yang biasa. Namun dengan pengamatan orang tua yang detail dan teliti maka kesehatan mata anak bisa diperhatikan dengan baik.

ads

Salah satunya jika terjadi mata bengkak pada anak yang bisa terjadi dengan cepat dan terkadang tidak disadari. Namun semua gejala ini harus diperhatikan sehingga anak harus segera dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa. Termasuk juga ada kondisi mata yang anak seperti mata malas atau dikenal dengan istilah medis ambliopia. Berikut ini akan kami jelaskan dengan detail mengenai ambliopia seperti penyebab, gejala dan pengobatan yang harus dilakukan.

Pengertian Ambliopia

Ambliopia menjadi salah satu jenis penyakit mata pada anak yang sebaiknya tidak diabaikan. Mata malas atau lazy eye merupakan salah satu gangguan kesehatan mata anak yang akan menyebabkan daya penglihatan atau kemampuan melihat mata anak terus menurun. Kondisi ini akan menyebabkan perkembangan kemampuan melihat anak semakin berkurang dari waktu ke waktu dan paling banyak berkembang saat masih anak-anak.

Masalah ambliopia biasanya hanya terjadi pada salah satu mata saja tapi juga bisa menyerang kedua mata. Semua kondisi ini berkembang ketika seharusnya anak yang sudah berusia 4 tahun memiliki bagian otak yang bisa mengirimkan gambar sempurna pada mata. Hanya saja ternyata karena gangguan penglihatan maka otak tidak menerima gambaran atau bayangan objek penglihatan dengan jelas atau jernih sehingga sulit bagi mata untuk mendapatkan penglihatan yang sempurna. Akhirnya semakin lama akan menyebabkan mata malas atau ambliopia.

Penyebab

Pada dasarnya ambliopia bisa terjadi karena berbagai gangguan masalah penglihatan seperti:

1. Mata juling

Mata juling atau strabismus adalah kondisi penyakit mata yang sebenarnya sudah berkembang sejak masih anak-anak. Kondisi ini akan menyebabkan mata malas karena mata melihat dari dua arah yang berbeda. Artinya bahwa mata memiliki dua pandangan yang berbeda dimana satu mata normal atau sehat sementara mata yang lain menjadi juling. Jika akhirnya bagian mata juling jarang digunakan maka bagian mata ini yang akan terkena mata malas. Kondisi ini juga bisa terjadi pada dampak dari penyakit mata akibat radiasi Hp.

2. Dampak penyakit gangguan refraksi

Berbagai jenis penyakit yang memicu gangguan refraksi juga bisa menyebabkan mata malas. Kondisi ini paling memungkinan jika anak sudah mengalami rabun jauh, rabun dekat atau gangguan refraksi lain sejak kecil. Biasanya mata malas hanya menyerang satu bagian mata saja, tapi akhirnya berkembang ke kedua bagian mata. Hal ini bisa juga terjadi karena kedua mata memiliki kualitas pandangan atau gambaran objek yang berbeda. Karena itu anak bisa menggunakan kacamata sesuai kebutuhan sehingga mata dibantu oleh fungsi kacamata minus.

3. Penyakit katarak kongenital

Beberapa bayi ternyata juga bisa dilahirkan dengan masalah katarak kongenital. Kondisi ini akan menyebabkan lensa mata anak mengalami kekeruhan sejak lahir. Gejala yang bisa terlihat seperti warna pupil mata bayi yang berubah menjadi keabu-abuan. Biasanya bayi yang sudah menderita gejala penyakit ini juga memiliki penglihatan yang buruk sehingga respon terhadap lingkungan juga tidak terlalu baik. Bahkan mata anak cenderung tidak memperhatikan objek atau benda yang bergerak. Kemudian mata yang terkena katarak akan mengalami mata malas.

4. Tidak ada cahaya masuk ke mata

Ketika terjadi berbagai macam gangguan mata yang menyebabkan cahaya sulit masuk ke mata maka juga akan memicu mata malas. Kondisi ini paling sering terjadi pada anak yang mengalami ptosis, katarak, kornea mata yang keruh dan gangguan kesehatan mata yang lain.

Gejala

  1. Mata malas bisa terjadi pada salah satu mata saja atau kedua mata sekaligus, tapi kasus yang paling sering hanya terjadi pada satu mata saja.
  2. Ketika anak melihat maka orang lain akan melihat mata anak bekerja, bergerak dan proses melihat yang tidak sinkron.
    Sponsors Link

  3. Anak mengeluh dengan penglihatan ganda dan kabur.  Namun jika anak belum bisa bicara maka anak hanya akan menunjukkan gejala tidak merespon gerakan dengan baik. Anda bisa mengawasi kondisi ini ketika mengajak anak bermain bersama.
  4. Anak akan menunjukkan gerakan mata mengernyit yang terlalu sering. Biasanya bagian mata yang lemah akan menunjukkan gerakan mata yang berlari dari arah baik itu ke dalam atau keluar.

Berbahaya Atau Tidak?

Sebenarnya meskipun mata malas sering diabaikan dan tidak ditanggapi dengan baik, tapi ambliopia menjadi hal yang sangat berbahaya untuk anak. Ketika mata malas dibiarkan begitu saja tanpa perawatan mata mata malas akan terus kehilangan penglihatan sehingga bisa menyebabkan kebutaan. Risiko kebutaan ini juga paling sering terjadi ketika mata malas terjadi sejak lahir dan tidak pernah mendapatkan pertolongan medis.

Pengobatan

Dokter akan memeriksa kondisi mata anak sehingga tahu jika bayi atau anak menderita mata malas. Kemudian dokter juga akan memberikan perawatan sesuai dengan penyebabnya, yaitu:

  1. Jika mata malas disebabkan oleh katarak termasuk katarak kongenital maka sebaiknya harus dilakukan operasi katarak saat bayi sudah berusia dua bulan. Pada anak yang lebih tua bisa dilakukan tindakan operasi penggantian lensa.
  2. Jika anak dan bayi mengalami gangguan refraksi maka dokter akan memberikan resep kacamata sesuai gangguan mata anak.
  3. Pemberian patching atau penutup mata. Biasanya untuk anak-anak dengan usia yang lebih tua akan diberikan penutup mata untuk mata yang sehat. Sementara satu mata yang lebih lemah akan dilatih terus untuk bisa melihat dengan baik. Penutup mata biasanya cukup digunakan selama satu atau dua jam per hari saja.
  4. Jika anak mengalami mata juling maka bisa dilakukan terapi atau tindakan operasi pada otot matanya.

Itulah semua keterangan lengkap mengenai ambliopia seperti penyebab, gejala dan pengobatan. Siapapun yang curiga dengan kondisi mata anak sebaiknya segera membawa anak ke dokter mata atau rumah sakit.

, , , ,
Oleh :