Sponsors Link

Aniseikonia : Penyebab – Gejala – Pengobatan

Sponsors Link

Tanpa kita sadari ternyata ada banyak jenis jenis penyakit mata yang bisa terjadi pada semua orang. Selama ini jenis penyakit atau kelainan mata yang sangat umum seperti rabun jauh, rabun dekat dan astigmatisma dianggap hal yang sangat wajar. Hanya saja ternyata ada beberapa jenis penyakit mata yang mungkin baru Anda tahu, seperti aniseikonia.

ads

Istilah penyakit anieseikonia pertama kali diperkenalkan oleh Lancaster sejak tahun 1938. Kondisi ini bisa menggambarkan adanya perbedaan pada dua mata dalam ukuran yang terjadi pada objek yang dilihat oleh mata. Aniseikonia berasal dari bahasa Yunani yaitu aniso yang artinya tidak setara dan eikon yang berarti gambar. Jadi jika digabungkan maka bisa jadi gambar yang tidak setara. Agar lebih jelas, berikut kami ungkap mengenai kondisi penyakit anieseikonia seperti penyebab, gejala dan pengobatan.

Aniseikonia jika diperjelas lagi maka artinya adalah perbedaan bentuk atau ukuran dari gambar yang didapatkan oleh korteks visual sampai ke mata. Ini terjadi ketika otak tidak dapat menggabungkan dua jenis gambar yang sebenarnya sama sehingga menghasilkan gambar bayang atau juga disebut dengan diplopia. Kondisi ini paling sering terjadi ketika seseorang terkena anisometropia namun dibantu dengan kacamata tapi kondisi ini tidak bisa terjadi ketika penderita menggunakan lensa kontak.

Dalam kondisi tertentu ternyata aniseikonia bisa menghambat proses penggabungan gambar ke tingkat yang lebih besar. Hanya saja kondisi ini biasanya diketahui lewat pemeriksaan medis dimana perbedaan ukuran objek yang ditangkap oleh mata mencapai selisih 5 persen.

Tipe

  • Aniseikonia optik. Kondisi ini akan membuat aniseikonia menunjukkan ukuran gambar yang didapatkan oleh retina yang diukur secara fisik kemudian memicu anisometropia aksial yang tidak dikoreksi dan anisometropia bias yang terkoreksi.
  • Aniseikonia neural. Kondisi ini menyebabkan aniseikonia terjadi pada orang yang bisa mendapatkan ukuran yang sama untuk dua mata namun kondisi aniseikonia terjadi karena masalah non optik. Namun apapun jenis aniseikonia akan membuat penderita merasa tidak nyaman.

Kapan Terjadi?

Aniseikonia bisa terjadi pada orang yang baru saja melakukan operasi mata termasuk menjadi efek samping operasi katarak. Selain itu tindakan medis pada mata seperti kesalahan refraktif yang memicu aphakia ketika operasi katarak bisa menyebabkan kondisi yang lebih buruk lagi. Hanya saja kondisi ini sering dikoreksi dengan penggunakan lensa korektif. Orang yang menjalani operasi katarak untuk dua mata sekaligus juga bisa terkena aniseikonia baik pada satu mata atau keduanya.

Penyebab

Aniseikonia bukan termasuk sebagai penyebab kebutaan mata, tapi kondisi ini akan menyebabkan rasa tidak nyaman pada mata. Ada berbagai jenis penyebab yang mungkin mendorong seseorang memiliki aniseikonia, yaitu:

1. Terjadi secara alami

Aniseikonia bisa terjadi secara alami akibat masalah koreksi kesalahan bias yang  berlangsung dalam waktu lama. Biasanya aniseikonia bisa ditoleransi dengan baik dengan menggunakan kacamata koreksi. Hanya saja terkadang ini menyebabkan masalah pada jarak fokus mata.

2. Masalah optik mata

Ada dua jenis penyebab masalah optik pada mata yaitu faktor dari dalam misalnya pada kasus cacat mata yang dipicu oleh kondisi anisometropia di waktu sebelumnya. Atau juga karena mendapatkan aniseikonia sendiri dimana mata menggunakan lensa koreksi dalam jangka panjang. Faktor ini juga dipengaruhi oleh beberapa hal seperti waktu kebiasaan penggunaan kacamata , posisi kacamata, tingkat ketebalan dan bentuk kacamata.

3. Anatomi retina

Bagian-bagian mata dan fungsinya menunjukkan hubungan yang sangat erat. Gangguan pada salah satu organ dalam mata bisa menyebabkan kondisi yang serius pada mata, misalnya kondisi retina sehat dan tidak sehat. Pada dasarnya ada beberapa hal yang menyebabkan pengaruh anatomi mata sampai memicu aniseikonia, yaitu:

  • Elemen retina pindah: kondisi ini bisa terjadi ketika elemen retina justru pindah ke titik mata yang lain atau bagian mata yang lain. Elemen retina ternyata bisa berpindah dari satu titik nodal mata ke bagian lain.
  • Pengaruh elemen neuroepithelial yang terpisah. Kondisi pemisahan ini bisa menyebabkan aniseikonia yang cukup parah.
  • Gangguan pada retina seperti pukulan atau hantaman pada retina.
  • Efema retina. Adalah kondisi yang menyebabkan penggelembungan retina sampai menyebabkan banyak cairan di retina mata.
  • Penyakit mata lain seperti ablasi retina, degenerasi makula, ablasi, dan retinoskisis.
Sponsors Link

4. Persepsi simultan asimetris

Persepsi simultan asimetris akibat korteks serebral akan menyebabkan ukuran gambar yang diproses terbentuk pada retina tapi menjadi tidak sama ukurannya sehingga menyebabkan aniseikonia.

Gejala

Terkadang berbagai jenis penyakit tertentu bisa menyebabkan aniseikonia. Terkadang ada orang yang sudah menderita aniseikonia tapi tidak pernah memperhatikan kondisi ini. Kemudian gejala bertambah dari waktu ke waktu maka penderita bisa melihat benda jarak jauh atau dekat dengan kebiaasan kepala miring. Ketika berkembang dari waktu ke waktu maka bisa menyebabkan gejala seperti:

  1. Sakit kepala yang tidak nyaman, atau mata terlihat memiliki mata yang berbeda.
  2. Mata tegang. Berbeda dengan jenis penyakit mata pada anak yang terkadang sangat umum maka orang dewasa harus curiga jika mata terasa sangat tegang. Kondisi ini yang menyebabkan penderita tidak nyaman untuk melihat berbagai objek dengan ukuran yang besar.
  3. Mata menjadi sangat mudah lelah baik sering melihat gadget atau tidak.
  4. Pandangan mata kabur dan biasanya bayangan menjadi dua.
  5. Pandangan mata tidak nyaman, sulit konsentrasi dan sulit untuk membaca.
  6. Selalu tidak nyaman ketika melihat cahaya kilat seperti lampu kamera.
  7. Kondisi ini juga yang menyebabkan penyebab Iritasi mata merah.

Pengobatan

Untuk melakukan pengobatan maka diperlukan beberapa hal yang sangat umum, yaitu:

  1. Jika terjadi anisometropia maka kondisi ini harus dikoreksi karena bisa menyebabkan dampak serius seperti ambliopia.
  2. Ketika terjadi anisometropia tipe 3 D maka pada usia satu tahun kondisi harus dikoreksi.
  3. Ketika terjadi pada anak-anak dan orang dewasa maka harus mendapatkan bantuan koreksi penuh baik itu dengan kacamata dan tindakan medis.
  4. Anak-anak yang lebih tua dan orang dewasa mungkin tidak dapat mentoleransi koreksi penuh secara binokuler. Oleh karena itu, koreksi optik berkurang dari mata yang lebih ametropik mungkin diperlukan bahkan dengan ketajaman visual yang terganggu.
  5. Jika terjadi Aniseikonia maka bisa menggunakan lensa kontak untuk memulihkan kondisi tersebut.
  6. Penggunaan kacama 4D untuk mengkoreksi lensa mata dan menghilangkan rasa tidak nyaman.
  7. Tindakan bedah dilakukan dengan pembedahan kornea refraktif, penghapusan kristal pada lensa, dan penggunaan lensa bening.

Itulah berbagai keterangan mengenai penyakit anieseikonia seperti penyebab, gejala dan pengobatan. Mengingat kondisi ini sering tidak diawali dengan gejala maka segera periksa ke dokter mata jika mata merasa tidak nyaman.

, , ,
Oleh :