Sponsors Link

16 Bagian-Bagian Mata dan Fungsinya Beserta Gambar Terlengkap

Sponsors Link

01. topografi keseluruhanMata adalah organ tubuh yang berfungsi untuk penglihatan. Dalam beberapa hal, fungsi kerja mata mirip dengan kamera digital. Seperti sistem optik pada kamera, cahaya juga akan melewati serangkaian struktur pada mata. Mata adalah organ yang menyerupai bentuk bola, cahaya perlu masuk dari ujung depan bola mata, dibelokkan hingga cahaya berpotongan pada ujung belakang bola mata.

ads

Di dalam mata, juga terdapat lensa, berfungsi untuk memfokuskan cahaya, tujuannya agar penglihatan tajam. Sedangkan di bagian ujung belakang bola mata, terdapat sekumpulan saraf penglihatan (disebut saraf optik) yang berfungsi untuk mengirimkan informasi penglihatan ini ke otak, agar kita dapat menerjemahkan dengan baik benda apa yang kita lihat.

Inilah bagian-bagian mata dan fungsinya yang membentuk bola mata:

1. Kornea

03. bolongan kornea

Sebagai tempat lewatnya cahaya pertama kali masuk ke dalam mata. Tebalnya struktur ini pada bagian tengah hanya 0.5 mm, sedangkan tebalnya pada bagian tepi sekitar 1 mm. Struktur kornea ini terbagi lagi menjadi 5 lapisan, yaitu:

  • Epitel kornea (lapisan terluar dan berfungsi melindungi struktur yang berada di bawahnya)
  • Membran Bowman (membran dasar bagian depan)
  • Stroma kornea (membentuk sekitar 90% kornea, terdiri dari benang-benang kolagen)
  • Membran Descemet (membran dasar bagian belakang)
  • Endotelium kornea (lapisan paling dalam yang menghadap struktur lain di bagian dalam mata)

Apabila kita melihat mata seseorang dari bagian depan, maka akan terlihat bagian putih pada sebagian besar mata, kemudian ada bagian mata yang hitam (disebut pupil), dan diantara keduanya ada bagian mata yang terlihat berwarna (abu-abu, coklat, biru, bahkan hijau), yang dinamakan iris. Kornea hanya menutupi bagian yang terlihat hitam dan berwarna saja. Baca juga: Jenis Penyakit Mata pada Anak.

02. kornea dan tampak mata

Pada gambar di samping, bagian yang berwarna putih disebut dengan konjungtiva. Bagian yang berwarna putih lebih ke pinggir, dimana ditemukan banyak pembuluh darah, dinamakan dengan sklera. Sklera hakikatnya adalah lapisan pelindung bola mata, merupakan lapisan terluar. Lapisan sklera membentang dari pinggiran konjungtiva hingga ke bagian belakang bola mata.

Kembali ke bagian depan bola mata, terdapat perbatasan antara konjungtiva dan iris, yang dinamakan dengan limbus. Pada limbus, terdapat banyak pembuluh darah. Bersama dengan air mata, pembuluh darah akan memberi nutrisi kepada kornea.

Uvea terletak hampir tepat di belakang kornea. Ini adalah istilah yang merupakan gabungan dari beberapa struktur yang berdekatan, yaitu terdiri dari iris, badan siliaris, dan lapisan koroid. Baca juga: Ciri-Ciri Mata Minus Pada Anak.

2. Pupil

pupil mataPupil adalah bagian kecil pada mata yang kita lihat berwarna hitam. Pupil hakikatnya adalah sebuah lubang kecil, yaitu tempat lewatnya cahaya masuk ke dalam mata. Ukuran pupil ini dapat membesar dan mengecil, diatur oleh struktur mata yang bernama iris.

Dalam merespon terhadap banyaknya cahaya yang  masuk, pupil akan mengecil apabila terpapar sinar yang kuat dan banyak. Sedangkan pada kurang saat sinar cahaya (misal pada kondisi remang-remang), maka pupil akan membesar untuk membiarkan lebih banyak cahaya masuk ke dalam mata. Hal ini hampir dapat disamakan dengan pembukaan lensa atau aperture pada kamera digital. Makin besar bukaannya, maka akan semakin terang gambar yang kita dapatkan.

Refleks pupil terhadap cahaya ini digunakan dalam mengkonfirmasi kematian seseorang. Apabila ketika disinari cahaya pupil tidak mengecil, berarti refleks pupil sudah hilang, maka orang tersebut dapat dipastikan sudah meninggal. Baca juga: Makanan untuk Menjaga Kesehatan Mata.

3. Iris

Iris mataIris adalah bagian yang kita lihat ‘mengeluarkan’ warna mata. Iris terlihat mengelilingi seluruh pupil, karena memang fungsinya adalah untuk mengatur besarnya bukaan lubang pupil. Iris terdiri dari jaringan ikat yang penuh dengan pembuluh darah. Permukaan bagian belakang iris diselimuti oleh sel-sel yang memiliki banyak pigmen.

Pigmen ini adalah zat yang mewarnai bagian tubuh, dan inilah yang menyebabkan kita dapat melihat berbagai variasi warna pada mata manusia. Semakin banyak pigmen warna yang dikandung iris, maka akan semakin gelap warna matanya, sedangkan warna biru dan hijau disebabkan bukan karena pigmen berwarna biru, namun karena memiliki pigmen warna yang sedikit.

Iris mampu untuk mengontrol besar kecilnya pupil karena terdiri dari otot yang mampu berkontraksi dan berdilatasi. Terdapat 2 jenis otot iris:

  • Otot dillator pupil – otot ini tersusun secara radial. Apabila otot ini teraktivasi dan berkontraksi, maka akan membuat bukaan pupil semakin besar.
  • Otot sfingter pupil – benang-benang otot ini tersusun secara sirkumferensial. Apabila otot ini teraktivasi dan berkontraksi, akan membuat bukaan pupil semakin menyempit.

Baca juga: Cara Menjaga Kesehatan Mata Secara Alami.

Sponsors Link

4. Koroid

koroidKoroid sebetulnya adalah lapisan yang melapisi hampir seluruh tepi dari bola mata, dari bagian depan hingga belakang, posisinya terletak menempel dibagian dalam dari sklera. Ujung koroid pada bagian depan mata tergabung dalam struktur uvea ini. Koroid adalah struktur paling belakang dari uvea.

Di sebelah dalam koroid, terdapat lapisan retina. Koroid adalah lapisan yang sangat banyak memiliki pembuluh darah. Terdapat 3 jenis pembuluh darah koroid: pembuluh besar, medium, dan kecil.

Baca juga: Tanda-tanda Sakit Mata.

5. Badan Siliaris

05. Badan siliarisBadan siliaris memiliki bentuk hampir triangular, posisinya adalah diantara akar iris dan bagian depan dari koroid. Badan siliaris berfungsi untuk mengontrol kecembungan dari lensa mata. dengan  Oleh karenanya, ia terletak di ujung bagian atas dan bawah dari lensa mata. Antara badan siliaris dan lensa mata, dihubungkan oleh struktur seperti benang yang disebut dengan Zonula zinii, atau Zonular fiber. Zonula zinii inilah yang berfungsi untuk menggantung lensa.

Kecembungan lensa mata harus selalu disesuaikan dengan jarak penglihatan kita. Hal ini agar penglihatan kita selalu tepat jatuh di layar retina, agar penglihatan fokus dan tajam. Pada kamera digital, mengatur kecembungan lensa ini dapat kita analogikan seperti mengatur fokus pada lensa kamera. Baca juga: Penyebab Iritasi Mata Merah.

Benang otot badan siliaris berfungsi untuk menegangkan dan merelaksasikan Zinula zonii, penggantung lensa mata. Apabila otot badan siliaris berkontraksi, maka Zinula zonii akan kehilangan tegangan, sehingga lensa akan mencembung. Hal ini terjadi pada saat kita melihat dari jarak dekat. Namun, apabila otot radial badan siliaris berelaksasi, maka Zinula zonii akan menegang, sehingga lensa akan sedikit kehilangan kecembungannya. Ini terjadi pada saat kita melihat ke arah yang cukup jauh. Demikianlah iris, koroid, dan badan siliaris yang ketiganya merupakan struktur dari uvea.

6. Lensa

06. Kerja lensaLensa adalah salah satu kunci penting penglihatan pada sistem mata manusia. Lensa mata manusia memiliki struktur bikonveks (memiliki permukaan cembung di kedua sisi lensa), transparan, dan tidak memiliki pembuluh darah. Pada sudut ujung atas dan bawah lensa, terkait dengan Zonula zinii yang merupakan penggantung lensa.

Agar dapat merubah kecembungannya, lensa mata bersifat elastis. Karenanya, kapsul lensa dibentuk utamanya oleh jaringan kolagen tipe IV. Jaringan lensa mata dapat bersifat transparan, karena sel-selnya tidak memiliki inti. Dalam perkembangan maturasi sel, sel pada lensa akan kehilangan inti dan kemudian diisi dengan protein yang bernama kristallin. Baca juga: Penyakit Mata Ablasio.

Sel yang memiliki inti ini bertujuan agar terwujudnya metabolisme yang seminimal mungkin di dalam lensa mata. Hal ini juga dapat dilihat dari fakta bahwa lensa mata tidak memiliki pembuluh darah untuk metabolisme. Oksidasi sangat dihindari pada lensa mata, karena oksidasi akan mengubah struktur protein kristalin, dan menjadikan lensa keruh. Keruhnya lensa mata inilah, yang dinamakan katarak. Oleh karena itu, tubuh memberi kompensasi dengan menyediakan konsentrasi tinggi akan substansi antioksidan pada mata.

Sponsors Link

7. Aqueous Humor

Aqueous HumorAqueous humor adalah cairan yang diproduksi oleh badan siliaris. Cairan ini akan memasuki ruang dibelakang iris yang dinamakan posterior chamber, kemudian masuk lewat pupil, dan menembus ke ruangan anterior chamber, yang terletak di depan iris (anterior chamber dan posterior chamber dibatasi oleh iris).

Aqueous humor berfungsi untuk menutrisi struktur-struktur di bagian depan bola mata, terutama untuk struktur yang tidak memiliki pembuluh darah. Misalnya seperti kornea, dan lensa. Aqueous humor juga memiliki komposisi antioksidan yang tinggi. Hal ini untuk mencegah kekeruhan struktur mata yang bening, akibat proses oksidasi dari lingkungan (seperti sinar UV).

Baca juga: Tingkatan Mata Minus.

8. Badan Vitreus

badan vitreusBadan vitreus adalah bagian yang memenuhi sebagian besar dari bola mata. Struktur ini bersifat transparan dan bersifat kenyal seperti jelly, terletak di belakang lensa, hingga ke bagian ujung belakang dari bola mata. Badan vitreus menempel secara longgar dengan struktur-struktur di sekitarnya.

Komposisi utama dari badan vitreus terdiri dari 99% air. 1% lainnya terdiri dari kolagen dan protein hyaluronan. Inilah yang membuat badan vitreus bersifat seperti gel homogen, berkat kemampuan keduanya dalam mengikat air dalam volume yang besar.  Seperti lensa, struktur ini juga bersifat avaskular (tidak memiliki pembuluh darah).

Baca juga: Jenis-Jenis Penyakit Mata.

9. Retina

08. Lapisan retina koroid skleraRetina adalah struktur tipis, transparan, dan terdiri dari beberapa lapisan yang mengelilingi 2/3 belakang dari bola mata. Retina ‘menempel’ pada bagian dalam lapisan koroid. Retina sejatinya merupakan lapisan jaringan saraf, yang berfungsi sebagai ‘layar’ yang menangkap cahaya yang datang.

Tujuan lensa dimana ia selalu menyesuaikan kecembungannya, adalah agar setiap gambar berpotongan tepat pada retina, membuat gambar (penglihatan) tersebut fokus dan tajam. Pada kelainan myopia dan hipermetropia, cahaya gagal berpotongan pada retina, sehingga pandangan penderita menjadi kabur.

Lapisan-lapisan retina terbentuk dari empat jenis sel:

  • Sel fotoreseptor – terdiri dari sel batang dan sel kerucut
  • Neuron konduktor – terdiri dari saraf bipolar dan ganglion
  • Neuron asosiasi – terdiri dari sel horizontal, sentrifugal, interpleksiformis, dan neuron amakrin
  • Sel penyokong (disebut juga neuroglial) – terdiri dari sel Muller, sel Mikroglial, dan astrosit

Retina terdiri dari 10 lapisan sel, yang dapat dilihat pada gambar di atas. Bagian yang mungkin dapat dikatakan paling penting dari retina ini adalah sel fotoreseptor, terletak di sebelah bagian luar dari mata, dekat dengan lapisan koroid. Fotoreseptor adalah sel yang berfungsi untuk mendeteksi cahaya, berperan dalam ketajaman penglihatan dan penglihatan warna. Baca juga: Penyakit Mata Chalazion.

10. Sel-Sel Fotoreseptor

09. Ilustrasi sel pembentuk retina

Mata manusia memiliki 2 tipe fotoreseptor, yaitu sel batang dan sel kerucut. Kedua jenis sel ini dinamakan demikian karena bentuknya yang mirip dengan batang dan kerucut. Sel batang bersifat sangat sensitif terhadap cahaya, berfungsi untuk melihat cahaya secara tajam, tanpa membedakan warna dari cahaya itu.

Sel batang memiliki pigmen rodopsin, yang teraktivasi ketika terkena sinar. Fotoreseptor ini memungkinkan kita untuk melihat dalam keadaan ruangan remang, atau malam hari. Binatang yang mencari makan di malam hari memiliki jumlah sel fotoreseptor batang yang sangat banyak.

ads

Berbeda dengan sel batang, sel kerucut memungkinkan kita untuk melihat warna. Sel kerucut mengandung pigmen warna iodopsin. Terdapat 3 macam jenis sel kerucut, yaitu kerucut yang sensitif dan teraktivasi oleh warna merah, biru, dan hijau. Warna-warna lainnya yang dapat kita lihat adalah buah dari pencampuran ketiga warna ini. Baca juga: Penyakit Mata Akibat Radiasi Hp.

Baik pigmen rodopsin maupun iodopsin, mengandung komponen subunit bernama opsin dan chromophore. Kromofor yang dimiliki oleh sel batang merupakan substansi karotenoid yang berasal dari vitamin A. Oleh karena itu, vitamin A sangat esensial untuk penglihatan yang normal. Defisiensi vitamin A menyebabkan penurunan kemampuan untuk melihat dalam cahaya yang redup, yang sering dikeluhkan sebagai ‘rabun senja’.

11. Fovea Sentralis

10. Makula lutea, fovea, dan diskus optikusFovea sentralis adalah sebuah struktur kecil berdiameter 1,5 mm. Ketika mencoba melihat struktur ini dengan alat funduskopi dari pupil, fovea akan terlihat seperti titik kecil pada retina. Fovea sesungguhnya merupakan cekungan dangkal pada retina. Baca juga: Alergi Mata pada Anak.

Ini adalah sebuah struktur yang unik, karena disini, retina hanya didominasi oleh lapisan fotoreseptor. Sedangkan, lapisan lainnya hilang atau tereduksi. Di area ini juga, hanya terdapat fotoreseptor berupa sel kerucut. Bentuk sel kerucut ini juga hampir menyerupai sel batang, dibandingkan sel kerucut pada area lainnya. Fovea merupakan area yang terspesialisasi untuk penglihatan warna dan visualisasi mendetail.

12. Makula Lutea

Makula lutea adalah daerah di sekitar fovea, yang lebih mudah untuk diamati dengan funduskopi dibandingkan dengan fovea sentralis. Selain karena ukurannya yang lebih besar, makula lutea juga mudah diamati karena warnanya yang kekuningan akibat terdapatnya pigmen warna kuning (xanthophyll). Pada makula lutea, sebagian besar sel fotoreseptornya berupa sel kerucut, sedangkan sel batang berada pada tepian dari makula. Baca juga: Penyakit Mata Akibat Diabetes.

13. Pembuluh Darah Retina

Ketika mengamati keadaan retina dari funduskopi, dapat terlihat arteri retina sentral dan vena retina sentral. Kedua pembuluh darah ini beserta cabang-cabangnya sangat penting untuk memberikan nutrisi kepada lapisan retina, dan persarafan yang berada pada daerah tersebut. Baca juga: Penyakit Mata yang Menular.

Baik pembuluh arteri dan vena sentral akan bercabang ke atas dan ke bawah. Tiap cabang kemudian akan membentuk percabangan lagi ke arah temporal (ke arah sisi pinggir dari wajah) dan ke arah nasal (sebelah dalam wajah, mendekati sisi hidung).

14. Saraf Opticus (N.II)

11. Diskus optikus

Saraf opticus atau Nerve II adalah saraf kranial yang khusus berfungsi untuk menghantarkan informasi penglihatan kepada otak. Stimulus visual berupa cahaya yang sampai di retina akan diubah menjadi stimulus elektrik yang kemudian dapat dihantarkan oleh saraf ke bagian otak yang bertugas untuk visualisasi. Baca juga: Penyakit Mata Hipermetropi.

Otak akan memproses visualisasi yang kita terima. Kita akan mampu mengenali benda yang kita lihat, memperkirakan jarak, dan mengidentifikasi warna dari benda tersebut. Ketika persarafan otak pada bagian ini rusak, misal karena stroke, maka bisa jadi kita tidak mampu melihat, meskipun keseluruhan organ mata tidak ada kelainan. Inilah yang dinamakan ‘buta sentral’.

Sesuai dengan alur jalannya cahaya masuk sampai ke retina, dapat diamati bahwa bayangan akan jatuh di retina pada keadaan terbalik. Informasi ini akan diteruskan oleh saraf optikus hingga ke otak, dan otaklah yang memproses persepsi visualisasi dengan membalik bayangan ini. Dengan begitulah, kita tidak akan melihat secara terbalik. Baca juga: Mata Bengkak Pada Anak.

15. Diskus Optikus

Saraf optikus yang mencuat masuk kedalam bola mata di bagian belakang dinamakan dengan diskus optikus, atau optic disc. Diskus optikus, seperti namanya, adalah area berbentuk bundar yang terletak di sebelah nasal (lebih ke tengah) dari fovea sentralis. Diskus optikus sangat penting dalam fungsinya membawa stimulus cahaya dari retina menuju ke saraf optikus, hingga ke otak. Baca juga: Jus Buah untuk Kesehatan Mata.

Diskus optikus tidak memiliki sel fotoreseptor sama sekali, sehingga cahaya yang jatuh di area ini tidak akan dapat terlihat. Oleh karenanya, daerah ini disebut dengan “Blind Spot”. Namun, kita tidak akan menyadari adanya “Blind Spot” atau daerah yang kosong ini dalam penglihatan kita. Hal ini disebabkan karena mata akan bergerak diluar kehendak kita (involuntary), sehingga gambaran visualisasi kita selalu bergerak, dan otak akan mengisi informasi visualisasi yang kosong tersebut. Meskipun begitu, ada cara khusus untuk membantu kita menemukan blind spot ini, lho!

16. Jaras (Jalur) Visualisasi Saraf Optikus

12. Jaras visual

Jalur persarafan visual tidak bersifat lurus begitu saja, namun cukup kompleks. Setiap bagian mata, terdiri dari sisi temporal (sebelah luar) dan sisi nasal (sebelah dalam, sisi yang dekat dengan hidung).

Tiap sisi baik mata kanan maupun mata kiri, memiliki jaras persarafan yang berbeda. Saraf yang keluar dari sisi nasal kedua mata akan melakukan penyilangan, tepat pada titik yang dinamakan “Optic Chiasm”, atau kiasma optikum. Sedangkan saraf yang keluar dari sisi temporal tidak akan menyilang. Jaras visualisasi ini sangat penting dalam luasnya lapang pandang. Lapang pandang adalah seluruh daerah yang dapat mata kita lihat tanpa menengokkan atau mengganti posisi kepala. Baca juga: Obat Sakit Mata di Apotik.

Apabila kita perhatikan, masing-masing mata kita memiliki suatu daerah yang mana memiliki lapang pandang yang sama. Untuk membuktikannya, coba tutuplah salah satu mata secara bergantian, dan observasi keseluruhan lapang pandang mata kanan dan kiri. Tentunya, ada daerah yang dapat terlihat oleh kedua mata secara terpisah. Hal ini berfungsi untuk memberi persepsi “depth of view”, atau kedalaman penglihatan. Dengan menyatunya lapang pandang kedua mata inilah, yang membuat kita dapat mempersepsikan jarak dengan baik.

Setelah melewati kiasma optikum, maka saraf akan memasuki jaras yang dinamakan Optic tract atau traktus optikus, kemudian masuk ke organ talamus didalam otak, tepatnya di bagian nukleus genikulatum lateral. Setelah itu, jaras penglihatan akan memasuki struktur yang dinamakan “optic radiation”, atau radiatio optikum, dan kemudian berakhir pada korteks visual pada otak. Baca juga: Penyakit Mata Astigmatisma.

Visual korteks ini terletak pada lobus occipital otak, yang berada di bagian belakang agak kebawah dari kepala. Pada area inilah, informasi visualisasi dipersepsikan. Kerusakan pada struktur tertentu yang merupakan bagian dari jaras visualisasi, akan menyebabkan buta atau hilang pandangan pada bagian tertentu pada lapang pandang penglihatan. Baca juga: Penyebab Kebutaan Mata.

Demikian informasi mengenai bagian-bagian mata dan fungsinya yang perlu diketahui. Semoga bermanfaat dan jaga selalu kesehatan mata Anda.

, , , ,



Oleh :
Kategori : Anatomi