Sponsors Link

Prosedur Berobat Mata dengan BPJS serta Jenis Penyakit yang Ditanggung

Sponsors Link

Setiap orang bisa saja terkena berbagai jenis-jenis penyakit mata yang tidak bisa dihindari. Penyebabnya mulai dari kebiasaan atau gaya hidup yang buruk, masalah kesehatan mata bawaan, kondisi mata karena usia, kecelakaan dan pemicu lain. Berbagai jenis masalah kesehatan mata tersebut harus mendapatkan perawatan cepat agar bisa sembuh atau paling tidak bisa mendapatkan perawatan jangka panjang.

ads

Saat ini di negara Indonesia, masalah kesehatan mata juga sudah ditanggung oleh pemerintah. Terutama jika Anda mengikuti BPJS atau Badan Penyelenggara Jaminan Sosial. Namun masih banyak peserta BPJS yang ragu terkait dengan pelayanan ini. Karena itu kami akan memberikan uraian mengenai berobat mata dengan BPJS, seperti prosedur, jenis penyakit, perawatan dengan kacamata.

Prosedur Umum Kesehatan Mata

Untuk bisa menggunakan BPJS dalam pemeriksaan mata maka sangat penting sekali untuk mengerti prosedur yang harus dilakukan. Prosedur ini harus dipatuhi oleh pemakai BPJS maupun fasilitas kesehatan yang dituju pasien. Berikut dua kondisi ketika Anda ingin menggunakan PBJS untuk pemeriksaan kesehatan mata.

1. Kondisi pertama

  • Peserta BPJS harus datang ke fasilitas kesehatan tingkat pertama yang ditunjuk sesuai yang tertera pada kartu keanggotana. Misalnya seperti puskesmas, praktek dokter mata, dan dokter mata yang ada di klinik pratama.
  • Pasien atau peserta BPJS akan mendapatkan pemeriksaan mata umum, jika perlu pasien akan mendapatkan rujukan untuk ke rumah sakit yang ditunjuk agar bisa mendapatkan perawatan lanjutan yang lebih memenuhi sesuai kondisi mata.
  • Pasien atau peserta BPJS menunjukkan kartu BPJS fisik atau digital.
  • Pasien mendapatkan pemeriksaan dari dokter mata yang ditunjuk kemudian mendapatkan perawatan sesuai kondisi kesehatan mata.
  • Pasien bisa mendapatkan rawat inap jika memang dibutuhkan misalnya untuk perawatan efek samping operasi katarak setelah operasi, dan semua dilakukan hanya jika diperlukan. Kelas yang dipilih bisa tiga tingkat sesuai dengan keanggotaan.
  • Pasien BPJS mungkin akan menerima surat rujuk balik sehingga pemeriksaan kesehatan mata dilakukan di fasilitas kesehatan tingkat pertama.
  • Dokter mungkin akan memberikan surat kontrol atau tidak sesuai dengan kondisi kesehatan mata.

2. Kondisi kedua

  • Peserta BPJS langsung datang ke IGD rumah sakit jika menghadapi kondisi yang darurat dan membutuhkan perawatan cepat. Misalnya kecelakaan yang terjadi pada mata sehingga membutuhkan perawatan yang lebih cepat.
  • Peserta BPJS tetap harus menunjukkan kartu BPJS baik itu kartu fisik atau digital.
  • Peserta BPJS akan mendapatkan pemeriksaan mata kemudian ditentukan akan rawat jalan atau rawat inap. Semua sangat tergantung dengan kondisi mata pasien.

Jenis Penyakit Mata yang Ditanggung BPJS

Tentunya tidak semua penyakit mata akan ditanggung oleh BPJS. BPJS telah menentukan jenis penyakit yang biaya perawatannya ditanggung oleh BPJS. Berikut ini daftar penyakit yang masuk dalam prioritas BPJS.

  1. Astigmatisma ringan. Bagi penderita penyakit mata astigmatisma maka bisa mendapatkan perawatan di rumah sakit dengan biaya BPJS. Kondisi mata ini akan menyebabkan kelainan pada refraksi mata dimana berkas cahaya yang masuk tidak sejajar para retina sehingga kornea mata tidak melengkung dengan normal. Kondisi ini bisa diatasi dengan pemakaian kacamata.
  2. Adanya benda asing pada konjungtiva. Adanya semua benda asing termasuk benda asing karena kecelakaan atau akibat infeksi juga akan ditangani oleh BPJS. Termasuk jika terjadi perdarahan sub konjungtiva.
  3. Blefaritis. Penyakit mata blefaritis akan menyebabkan kondisi mata bengkak dan merah karena peradangan pada bagian kelopak mata. Kondisi ini sering terjadi karena infeksi dan kontak benda asing pada mata.
  4. Buta senja atau rabun senja. Penyakit rabun senja yang bisa disebabkan karena kelainan tertentu atau kekurangan nutrisi untuk mata juga akan ditangani oleh BPJS. Dokter akan melakukan pemeriksaan dan memberikan obat sesuai dengan kondisi mata.
  5. Glaukoma akut. Jenis penyakit yang bisa menjadi penyebab kebutaan mata juga akan ditanggung sepenuhnya oleh BPJS. Kondisi ini juga berkaitan dengan komplikasi akibat penyakit lain yang membuat glaukoma misalnya seperti diabetes.
  6. Hipermetropi. Gangguan penglihatan seperti hipermetropi juga akan dilayani oleh BPJS. Kondisi penyakit mata ini sering terjadi karena kornea mata yang menjadi sangat pipih sehingga tidak bisa membentuk cahaya atau bayangan yang diterima oleh kornea. Dampaknya penyakit menyebabkan kelainan untuk otot dan saraf mata.
    Sponsors Link

  7. Katarak. Penyakit katarak yang menyebabkan lapisan awan pada bagian mata bisa menyebabkan kebutaan sementara dan permanen. Dalam hal ini BPJS akan melayani perawatan katarak mulai dari pendaftaran, konsultasi, obat dan tindakan operasi, juga kontrol ulang.
  8. Konjungtivitis. Ini adalah penyakit yang akan menyebabkan mata bengkak atau mata bintitan akibat infeksi bakteri atau kotoran yang masuk ke mata. Mulai dari pemeriksaan awal sampai pemberian obat semua akan ditanggung oleh BPJS.
  9. Mata kering. Perawatan mata kering untuk berbagai penyebab penyakit juga akan dilayani oleh BPJS. Kondisi ini juga bisa berkaitan dengan penyebab gangguan pada mata yang dipicu oleh masalah produksi air mata dan gangguan pada organ mata dalam.
  10. Presbiopi. Masalah penyakit mata rabun seperti presbiopi atau juga disebut dengan rabun dekat sering terjadi pada orang tua. Karena itu kondisi ini juga dibantu oleh BPJS termasuk perawatan dengan obat dan kacamata.

Perawatan dengan Kacamata

Untuk bisa mendapatkan kacamata dengan BPJS, maka Anda bisa mengikuti prosedur dibawah ini.

1. Prosedur umum

  • Datang ke tempat faskes tingkat 1 untuk mendapatkan surat rujukan ke dokter spesialis mata.
  • Datang ke dokter mata yang ditunjuk untuk mendapatkan resep kacamata sesuai kondisi mata.
  • Mendapatkan legalisir resep kacamata di loket BPJS rumah sakit tersebut.
  • Datang ke pusat optik kacamata yang sudah bekerjasama dengan BPJS. Jangan lupa membawa resep, fotokopi KTP, fotokopi kartu BPJS.
  • Membeli kacamata di pusat optik tersebut sesuai harga subsidi dari BPJS dan jika harga kurang dari ketentuan dalam BPJS maka harus dibayar sendiri.

2. Syarat penting

  • Aturan besar dana BPJS untuk pembelian kacamata, kelas I : 300 ribu, kelas II : 200 ribu dan kelas III : 150 ribu.
  • BPJS hanya menanggung pembelian kacamata selama dua tahun sekali.
  • Ukuran lensa yang ditanggung BPJS adalah lensa spheris minimal 0,5 dioptri, dan lensa silindris minimal 0,25 dioptri.

Itulah semua ketentuan jika berobat mata dengan BPJS, seperti prosedur, jenis penyakit, perawatan dengan kacamata. Jika mengikuti semua aturan tersebut maka perawatan mata dengan BPJS akan lancar.

, , , ,



Oleh :
Kategori : Pengobatan