Sponsors Link

Buta Warna : Penyebab – Gejala – Penanganan

Sponsors Link

Buta warna adalah kekurangan daya penglihatan terhadap warna. Normalnya, mata akan mampu melihat ribuan warna dan merespon apa objek yang dilihatnya. Namun, buta warna justru timbul karena ada masalah pigmen dalam bagian-bagian mata dan fungsinya, khususnya di bagian reseptor warna. Jika ada salah satu pigmen yang hilang, maka seseorang akan bermasalah dalam melihat warna tertentu.

ads

Buta warna merupakan salah satu dari jenis-jenis penyakit mata yang membuat penderita kesulitan melihat warna merah, hijau, biru, atau campuran warna-warna tersebut. Pada kondisi buta warna total, seseorang mengalami ketidakmampuan untuk melihat warna tersebut. Lagi pula, kasus ini sangat jarang terjadi.

Buta warna umumnya diwariskan dari orang tua. Dari garis keturunan, biasanya sering dijumpai pada laki-laki dengan perkiraan kasus 5 persen hingga 8 persen. Namun, apa saja gejala dan tipe buta warna? Mengapa itu terjadi? Bagaimana penanganannya? Berikut ulasannya.

Penyebab Buta Warna

Umumnya, buta warna merupakan faktor genetik atau warisan dari orang tua. Namun ada kalanya buta warna bisa disebabkan efek samping dari sebuah pengobatan atau gangguan kesehatan yang pernah dialami. Berikut ini adalah penyebab buta warna.

  • Penyakit

Sejumlah penyakit bisa menyebabkan buta warna. Sebagai contoh adalah penyakit mata akibat diabetes. Penyakit lainnya antara lain penyakit Parkinson, Alzheimer, glaukoma, leukemia, anemia sel sabit, neuritis optik, pecandu alkohol kronis, degenerasi makula, dan multiple sclerosis.

  • Usia

Semakin bertambah usia seseorang, kemampuan dan fungsi tubuh semakin menurun. Termasuk pada daya penglihatan mata. Hal ini termasuk normal dan masih bisa diobati dan perbaikan gaya hidup.

  • Faktor genetik

Faktor genetik atau warisan dari orang tua turut menjadi penyebab buta warna. Peluang menderita buta warna pada laki-laki lebih tinggi dibanding perempuan, yakni sebanyak 1 dari 10 pria.

  • Terpapar bahan kimia

Bahan kimia tertentu mampu menyebabkan buta warna. Misalnya, terpapar zat kimia karbon disulfida dalam industri rayon. Ada lagi, stirena yang digunakan di industri plastik dan karet.

  • Efek samping obat-obatan

Obat-obatan mengandung senyawa kimia berdosis tinggi, tergantung kasus yang akan disembuhkan. Misalnya obat penyakit jantung, tekanan darah tinggi, reumatoid artritis, disfungsi ereksi, infeksi, gangguan saraf dan psikologis. Obat tersebut mengandung digoxin, ethambutol, phenytoin, klorokuin, sildenafil (Viagra). Jika obat-obatan ini berhenti dikonsumsi, maka pandangan akan kembali normal.

Gejala dan Tipe Buta Warna

Gejala buta warna ditandai bila seseorang hanya mampu melihat beberapa gradasi warna, sementara umumnya orang akan mampu melihat ratusan hingga ribuan warna. Misalnya seseorang mudah menandai warna biru dan kuning, namun penderita buta warna justru melihatnya sebagai warna samar-samar. Gejala lain adalah sebagai berikut:

  • Seseorang sulit mengikuti pelajaran atau kegiatan yang berhubungan dengan warna
  • Seseorang sulit membedakan warna daging mentah dan daging dimasak matang
  • Seseorang sulit membedakan warna lampu lalu lintas

Tipe Buta Warna

Gejala buta warna bisa ditandai dengan tipenya. Berikut adalah tipe buta warna.

  • Buta warna merah-hijau

Tipe buta warna yang banyak ditemukan adalah buta warna merah-hijau. Penderita akan menganggap warna yang sama, yakni warna cokelat atau kecokelatan. Tanda-tanda lainnya adalah, warna kuning dan hijau terlihat merah. Warna oranye, merah, dan kuning dianggap seperti hijau. Warna merah dianggap seperti hitam. Sedangkan warna merah terlihat kecokelatan, dan hijau terlihat seperti krem.

Sponsors Link

  • Buta warna biru-kuning

Tipe buta warna biru-kuning termasuk buta warna parsial. Penderita buta akan kesulitan membedakan gradasi warna biru hingga hijau. Tanda-tandanya, warna biru terlihat seperti kehijauan dan sulit membedakan merah muda dengan kuning dan merah. Tidak hanya itu, warna biru akan terlihat seperti hijau, dan kuning terlihat seperti ungu terang atau abu-abu.

  • Buta warna total

Tipe buta warna total justru membuat seseorang kesulitan atau tidak dapat membedakan semua warna. Hanya saja, penderita masih bisa mengidentifikasi warna putih, abu-abu, dan hitam.

Penanganan Buta Warna

Penanganan buta warna bisa dilakukan dengan langkah pencegahan dan pengobatan. Untuk langkah pencegahan, bimbing anak Anda dalam belajar mengenali warna-warna sebelum masuk usia sekolah. Karena mengenali warna adalah dasar yang berpengaruh pada pilihan pekerjaan yang butuh keahlian pengenalan warna akurat. Misalnya masinis, ahli listrik, dokter, perawat, bidan, pilot, desainer, fotografer, pemandu lalu lintas udara, dan sebagainya.

Pencegahan juga bisa dilakukan dengan tes buta warna oleh dokter mata, seperti:

  • Tes Ishihara, yakni tes yang akan meminta pasien untuk mengenali angka dan huruf yang tertera secara samar pada gambar. Angka dan huruf ini tertera berupa titik-titik berwarna.
  • Tes penyusunan warna, yakni tes yang akan meminta pasien untuk menyusun warna yang berbeda sesuai gradasi tingkat kepekatan warna.

Sedangkan untuk pengobatan bisa dilakukan sejak dini, yakni dengan konsultasi pada dokter mata secara rutin. Selain itu Anda juga bisa menggunakan lensa kontak atau kacamata filter khusus untuk membantu penderita buta warna kongenital.

Tidak hanya itu, Anda juga bisa meminta bantuan kerabat atau keluarga untuk:

  • Mencocokkan warna pakaian yang akan digunakan, atau melihat warna daging yang telah dimasak matang
  • Memasang lampu terang untuk memperjelas warna
  • Menggunakan teknologi pendukung yang bisa mendeteksi dan memberi tahu warna sebuah objek

Demikianlah pembahasan tentang buta warna dari segi penyebab, gejala, dan penanganannya. Semoga bermanfaat.

, , ,
Oleh :