Sponsors Link

Penyebab dan Cara Mengatasi Tidur dengan Mata Terbuka

Sponsors Link

Umumnya tidur adalah kondisi saat tubuh beristirahat dengan memejamkan mata. Namun bagaimana dengan mata terbuka saat tidur? Hal itu tentu menjadi sebuah lelucon bagi orang yang belum mengetahui mengenai hal tersebut. Karena dianggapnya hal tersebut adalah sesuatu yang wajar dan lucu, padahal tidur mata terbuka bukanlah hal yang biasa, karena jika itu terjadi secara terus menerus maka perlu untuk diatasi karena akan berdampak tidak baik pada tubuh.

ads

Orang yang tidur dengan kondisi mata terbuka ketika ia bangun akan merasa lelah, mata kering, juga gatal pada mata. Mata kering disebabkan oleh kondisi kelopak mata yang tidak tertutup sepenuhnya lalu mata terpapar oleh lingkungan di sekitarnya. Orang yang sehat terkadang mengalami hal ini meskipun tidak sering. Namun bila tidur dengan mata terbuka terhitung sering atau terus menerus maka itu termasuk gangguan mata yang dikenal dengan Nocturnal Lagophthalmos atau kelelahan nokturnal.

Gangguan ini dapat diketahui jika terdapat gejala-gejala seperti berikut:

  • Mata gatal, umumnya ketika ada debu yang menempel pada mata maka akan ada rasa gatal yang datang
  • Mata perih, sama dengan mata yang gatal, tetapi kedua hal ini bias disebabkan oleh faktor-faktor lainnya
  • Mata merah, sehabis nangis atau bangun tidur mata juga dapat memerah selain adanya kotoran yang ada pada mata
  • Penglihatan buram atau kabur, ketika cahaya yang masuk tidak tepat pada retina mata maka objek yang terlihat itu akan kabur
  • Mata terasa panas dan kering, dikarenakan ketika tertidur kelopak mata tidak tertutup secara menyeluruh, maka cahaya dapat masuk ke mata
  • Mudah silau
  • Seperti adanya benda asing yang masuk pada mata

Penyebab nocturnal lagophthalmos ialah karena terjadi kelumpuhan pada wajah, yakni yang terjadi pada otot orbicaluris pada kelopak mata yang dapat terjadi secara sementara ataupun permanen. Hal ini pun dapat juga terjadi setelah melakukan suatu prosedur atau cara untuk menghilangkan kulit berlebih yang ada pada kelopak mata atas saat terjadinya penuaan.

Selain itu, ada pula penyakit lain yang menyebabkan terkenanya nocturnal lagophthalmos, seperti lymer, gondok, polio, difteri, kusta dan neuromuskular. Namun jika seseorang menderita kelainan mata exophthalmos atau mata menonjol juga dapat menyebabkan kelopak mata tidak dapat ditutup atau sulit untuk menutup kelopak matanya. Jika seseorang memiliki bulu mata bagian atas dan bawah yang tebal juga sulit untuk menutup matanya.

Lalu bagaimana cara mengatasi tidur dengan mata terbuka? Berikut beberapa tindakan yang perlu dilakukan:

  • Harus diketahui juga jika bangun tidur merasa mata gatal dan perih hal itu belum tentu disebabkan oleh kelelahan nocturnal. Namun jika hal tersebut selalu terjadi ketika bangun tidur, maka periksakanlah ke dokter.
  • Jika dapat diatasi dengan menggunakan obat tetes mata dan menggunakan pelembab untuk mata sesuai anjuran dokter juga dalam pengawasannyapun sebaiknya diikuti juga dapat melakukan pembiasaan tidur dengan menutup mata.
  • Jika dapat diatasi dengan hal-hal tersebut berarti tidak terlalu serius, namun jika sudah semakin parah dapat melakukan tindakan bedah untuk mengatasi hal tersebut.

Lalu bagaimana dengan orang lain yang mengganggap bahwa tidur dengan mata terbuka adalah sesuatu yang lucu? Maka dari itu perlu adanya  pemahaman tentang hal tersebut, agar bila ia merasakan hal-hal yang berkaitan dengan gejala nocturnal lagophthalmos agar dapat menjaga matanya. Memberikan pemahaman juga kepada seseorang yang tertidur dengan kondisi mata terbuka tersebut yang bias saja ia menganggap itu adalah hal wajar. Untuk jangka waktu yang sementara atau hanya sesekali saja terjadi memang itu bukanlah hal yang serius. Tetapi jika hal itu terjadi secara berkelanjutan maka itu termasuk hal yang serius.

Jagalah kondisi mata, baik dalam keadaan tertidur maupun tidak. Kelembaban mata sangat penting agar mata dapat berfungsi dengan baik. Jika dirasa ada yang bermasalah pada mata sebaiknya segara dilakukan pemeriksaan oleh dokter agar dapat diketahui penyebab dan cara mengatasi. Karena hal-hal seperti ini, biasanya masih dianggap biasa dan diremehkan, padahal bias saja dampak yang terjadi jika didiamkan akan sangat berbahaya.

, , , ,
Oleh :
Kategori : Pengobatan