Sponsors Link

8 Ciri-Ciri Mata Buta Pada Bayi Yang Harus Diwaspadai

Sponsors Link

Masalah penglihatan pada bayi menjadi salah satu fokus utama untuk semua orang tua. Karena bayi yang baru lahir memang tidak akan menunjukkan gejala dengan cepat, dibandingkan pada orang dewasa. Salah satu dampak yang sangat buruk dari penyakit mata pada bayi adalah kebutaan. Pada bayi sendiri memang memiliki beberapa penyebab mata buta mendadak yang berbeda dengan orang dewasa. Kondisi mata buta pada bayi bisa berlangsung sejak lahir atau berusia beberapa hari sampai bulan setelah lahir.

ads

Kapan pun kondisi ini terjadi maka hal yang sangat penting untuk dilakukan adalah proses deteksi dini. Saat terlambat untuk deteksi dini maka sulit untuk merawat penyakit mata pada bayi. Termasuk jika sudah terjadi kebutaan yang cukup berat efeknya untuk kehidupan bayi selanjutnya. Nah apa saja ciri –ciri mata buta pada bayi yang harus diwaspadai? Berikut ini informasinya.

1. Mata Tidak Mengikuti Gerakan Objek Bergerak

Mata bayi yang baru lahir umumnya memang belum sempurna. Dibutuhkan waktu sampai usia 6 bulan sampai mata bisa melihat dengan jelas. Selama waktu itu mata bayi sudah bisa melihat namun dalam kondisi yang buram atau tidak jelas. Kemudian mata bayi juga masih mengembangkan kemampuan koordinasi sehingga tidak bisa melihat dengan jelas. Namun ketika sudah berusia 6 bulan maka kemampuan bayi akan berkembang dan bayi mulai bisa melihat dengan jelas. Hanya saja ketika sudah sampai usia ini dan bayi tidak mengikuti gerakan objek yang digerakkan maka Anda harus curiga. Orang tua harus melihat apakah ada ciri-ciri mata katarak pada bayi.

2. Tidak Mengawasi Gerakan Tangan

Tanda yang kedua adalah bahwa mata bayi tidak mengawasi gerakan tangan. Anda bisa mencoba untuk meletakkan tangan dengan jarak dekat dan jauh di depan mata bayi. Gerakkan tangan ke kiri dan ke kanan. Jika mata bayi tidak mengikuti arah gerakan dan bayi tidak memberikan respon maka bisa menjadi tanda mata bayi mengalami kebutaan. Pemeriksaan mandiri ini perlu dilakukan sejak bayi usia dua bulan. Jika tidak ada respon mungkin saja mata bayi terkena jenis-jenis penyakit mata yang harus diperiksa secara medis oleh dokter mata anak.

3. Bola Mata Bayi Jarang Bergerak

Kemudian ciri yang lain adalah biasanya bola mata bayi terlihat jarang bergerak. Atau Anda bisa mengawasi mata bayi seperti melakukan yang kuat namun sama sekali tidak ada gerakan. Anda bisa mengamati di sekitar kelopak mata bayi. Kondisi ini bisa terjadi pada satu atau dua bola mata sekaligus. Anda harus waspada karena bisa saja sudah ada tanda tekanan bola mata rendah sejak bayi lahir. Anda bisa memeriksa respon ini lebih sering sehingga tahu bahwa mata bayi tidak normal.

4. Muncul Tanda Mata Juling

Mata bayi yang mengalami kebutaan umumnya memang terlihat tidak normal. Kondisi ini bisa terjadi lebih cepat atau setelah bayi berusia 2 bulan. Ciri umum lain yang sangat terlihat adalah munculnya mata juling. Anda bisa mengawasi jika bola mata tidak melihat ke arah Anda namun bola mata miring ke kanan atau ke kiri. Bayi mungkin seolah-olah ingin mencari objek namun tidak menemukan gerakan objek. Jika sudah begini maka harus curiga bahwa bayi mungkin mengalami jenis penyakit mata bawaan sejak lahir.

5. Mata Sangat Berair

Aliran siklus air pada mata memang sangat penting. Hanya saja jika cairan mata dihasilkan secara berlebihan maka bisa menjadi tanda mata yang tidak normal. Mata berair menjadi kondisi yang sangat tidak normal untuk bayi yang baru lahir. Kemungkinan mata bayi juga mengalami kebutaan karena produksi cairan mata yang berlebihan.

6. Tidak Bisa Melihat Objek

Bayi yang sudah berusia 6 bulan ke atas seharusnya sudah memiliki pandangan mata yang lebih lincah. Termasuk ketika melihat warna-warna yang cerah dan mengkilap. Namun bayi yang mengalami kebutaan biasanya tidak bisa memperhatikan objek. Bahkan hanya dengan jarak 30 cm dari mata, maka mata bayi sudah tidak bisa melihat.

7. Banyak Bayangan pada Mata

Bagian bola mata yang tengah seharusnya berwarna hitam atau sesuai pengaruh keturunan ras dari orang tua. Namun ketika mata bayi mengalami kebutaan maka biasanya bagian hitam mata diliputi dengan bayangan putih. Bayangan putih ini biasanya juga akan berkembang sampai ke bagian mata yang lain, sehingga cahaya atau bayangan pada mata tidak  akan diterima oleh retina.

8. Kelopak Mata Sebagian atau Semua Tertutup

Seharusnya kelopak mata bayi memang terbuka sepenuhnya. Namun untuk bayi yang mengalami kebutaan bisa saja memiliki kelopak mata yang tertutup sebagian atau sepenuhnya. Kondisi ini menjadi tanda kebutaan yang sangat jelas. Bahkan jika Anda memaksa kelopak mata bayi terbuka, maka tidak akan bisa.

Penyebab Kebutaan Pada Bayi

Ada banyak penyebab kebutaan pada bayi, baik itu sejak lahir atau setelah berusia beberapa bulan. Gejala ini bisa terjadi dengan sangat cepat atau lambat. Semua sangat tergantung dengan kondisi kesehatan bayi. Tapi secara umum berikut ini beberapa penyebabnya.

  1. Ambliopia. Merupakan kondisi yang juga disebut dengan mata malas. Biasanya gangguan penglihatan ini menyerang salah satu mata sehingga satu mata yang lain masih  berfungsi dengan normal. Mata malas bisa terjadi sejak lahir sehingga orang tua harus waspada.
  2. Katarak infantil. Merupakan kondisi penyakit katarak yang paling sering terjadi pada bayi dan termasuk penyakit cacat mata bawaan yang dipengaruhi oleh faktor genetik dan DNA. Kondisi ini harus mendapatkan perawatan, seperti dengan tindakan bedah katarak saat usia bayi masih muda.
  3. Retinopathy prematury. Merupakan penyakit mata yang terjadi pada bayi prematur yang menyerang bagian retina bayi. Penyakit ini bisa disembuhkan jika sejak lahir sudah diketahui. Namun jika terlambat dirawat maka bisa menyebabkan kematian.

Itulah semua ciri –ciri mata buta pada bayi yang harus diwaspadai. Semua orang tua harus segera membawa bayi ke dokter jika ada ciri tersebut.

, ,



Oleh :