Sponsors Link

20 Ciri-Ciri Mata Minus Pada Anak Kecil dan Remaja

Sponsors Link

Banyak orangtua yang terlalu sibuk sehingga tidak menyadari bahwa anaknya telah menderita mata minus. Alhasil ketika sudah ketahuan, ternyata minusnya sudah bertambah parah. Ironis sekali jika anak-anak harus terganggua kegiatan belajar, menulis, dan membacanya karena sudah mengalami gangguan minus.

ads

Terkadang anak pun takut berkata jujur pada orangtuanya jika memang memiliki kelainan dalam melihat obyek dalam jarak jauh, karena takut dimarahi orangtua. Tidak bisa dipungkiri memang seringkali banyak ditemukan orangtua yang kurang peduli pada kesehatan anaknya lantaran terlalu sibuk.

Berikut ini ialah ciri-ciri mata minus pada anak sebagai berikut:

1. Anak Sering Memicingkan Mata

Jika Anak Anda sering memicingkan mata untuk mendapatkan pandangan bisa lebih fokus, maka sebenarnya anak Anda sedang menderita minus. Seorang anak yang mengalami gangguan mata minus, biasanya akan memicingkan mata sehingga dapat menangkap objek secara lebih jelas. Setelah memicingkan mata, biasanya anak akan memajukan wajah untuk mendekati objek yang dilihatnya. Padahal orang lain yang melihat objek dapat melihat dari jarak yang sesuai dengan tempatnya masing-masing. Baca juga: Cara Mengobati Sakit Mata dengan Cepat.

2. Anak Sering Mengedipkan Mata

Apabila anak Anda sering mengedipkan mata dan menaruh pandangan untuk memfokuskan penglihatan, maka besar kemungkinan bahwa anak Anda mengalami gangguan mata rabun jauh atau minus mata. Kebiasaan mengedipkan mata juga tidak baik jika terus-menerus karena bisa mengurangi keindahan mata pada anak. Jika anak sering berkedip, sebaiknya sesegera mungkin untuk mengambil tindakan penanganan. Baca juga: Bahaya Mata akibat Radiasi Hp.

3. Area di Sekitar Mata Anak Menegang dan Terlihat Lelah

Apabila area mata anak Anda terlihat sayu, lelah, dan menegang, biasanya ada gangguan mata. Sebab mata yang dipaksa fokus untuk tetap melihat benda yang jaraknya jauh akan membuat mata lelah dan tegang. Biasanya di sekitar kelopak mata juga menjadi menghitam. Mata anak yang sudah terlihat lelah, suruh anak untuk segera beristirahat sehingga mata tidak dipaksa dan terus diforsir. Hasilnya akan buruk jika mata terus dipaksa bekerja dalam kondisi yang tidak sehat. Baca juga: Makanan untuk Menjaga Kesehatan Mata.

4. Mata Kemerahan

Apabila anak Anda mulai memerah matanya, kemudian mengeluh pedas dan pedih. Segera konsultasikan pada dokter. Sebab itu memang tanda-tanda mata lelah. Kelelahan juga bisa disebabkan adanya gangguan miopi pada mata. Mata merah sering diabaikan oleh banyak orangtua, karena menganggapnya hanya kemasukan benda asing. Padahal ciri-ciri miopi salah satunya ialah juga mengalami mata merah juga. Baca juga: Penyebab Iritasi Mata Merah.

5. Mengeluh Sakit Kepala

Anak Anda mulai mengeluh pusing atau sakit kepala karena memang ada gangguan miopi pada mata. Penderita mata minus yang dipaksa untuk terus melihat secara jelas biasanya akan mengeluh pusing dan sakit kepala. Bahkan anak bisa terpaksa untuk berhenti melakukan aktivitas karena kepalanya terasa sakit dan berat. Orangtua sering tidak menyadarinya, sehingga hanya memberikan obat pereda sakit kepala. Padahal ini gejala gangguan mata miopi. Baca juga: Penyakit Mata Hipermetropi.

6. Tidak Jelas Melihat Ketika Malam Hari

Anak yang mengalami gangguan miopi, biasanya akan mengalami kesulitan melihat berbagai benda ketika malam hari. Biasanya anak tetap bisa melihat pandangan secara normal ketika siang hari, tapi saat malam tiba, anak mengeluh tidak dapat melihat dengan jelas. Kualitas penglihatan penderita miopi memang sangat terganggu ketika malam hari. Anak-anak biasanya ceria dengan apa yang mereka lihat, tapi karena kurangnya kinerja mata justru bisa membuat mereka murung dan pendiam. Baca juga: Mata Bengkak pada Anak.

Sponsors Link

7. Sering Duduk di Dekat televisi

Apabila anak Anda terlalu sering duduk di dekat layar TV, sebenarnya banyak yang tidak menyadari bahwa sebenarnya anak sedang menderita miopi. Anak tidak dapat melihat dengan jelas ketika melihat televisi dengan jarak yang jauh sehingga mereka selalu hobi duduk di dekat televisi. Kebiasaan ini jika dibiarkan dapat membuat gangguan miopi pada anak semakin parah. Kebiasaan duduk di dekat televisi menunjukkan bahwa ada gangguan pada mata. Sebab pada mata normal tentunya tidak merasa nyaman jika melihat televisi dengan jarak yang dekat. Baca juga: Jenis-jenis Penyakit Mata.

8. Anak Tidak Bisa Duduk di Belakang Ketika Sekolah

Apabila anak Anda lebih suka duduk di kursi bagian depan ketika sedang berada di ruang kelas karena jika di belakang tidak dapat melihat bacaan di papan tulis dengan jelas. Maka kemungkinan besar anak Anda sedang mengalami gangguan miopi. Anak Anda biasanya akan mengalami kesulitan belajar ketika mendapat jatah duduk di belakang, sehingga untuk mencapai  prestasi yang baik mereka lebih suka duduk di depan. Baca juga: Ciri-ciri Mata Belekan.

9. Anak Sering Menabrak

Ciri-ciri mata minus pada anak selanjutnya adalah anak sering menabrak. Jika anak Anda sering menabrak atau terjatuh ketika berjalan, maka anak Anda besar kemungkinan mengalami gangguan miopi. Buah hati yang seringkali jatuh karena mengalami buram daya pandang biasanya juga ciri-ciri dari gangguan miopi. Orangtua biasanya hanya akan marah-marah jika melihat anaknya berjalan sambil menabrak apa yang ada di depannya. Padahal ini merupakan gejala yang timbul karena mata tidak bisa lagi fokus untuk berjalan tegak dan tidak terjatuh. Baca juga: Penyakit Mata Chalazion.

10. Anak Terlihat Sering Menggosok Mata

Apabila anak Anda memiliki kebiasaan menggosok mata biasanya mereka menderita miopi karena memang merasakan tidak nyaman pada bagian mata. Biasanya anak-anak yang mengalami miopi dan belum memakai kacamata juga sering menggosok mata. Kebiasaan menggosok mata biasanya karena mata terasa perih, pedas, dan capek. Anak yang hobi menggosok mata juga tidak baik bagi kesehatan. Terlebih jika ternyata tangan anak tersebut kotor dan banyak mengandung kuman. Baca juga: Alergi Mata pada Anak.

Sponsors Link

11. Anak Mengalami Sakit Pada Bola Mata

Anak biasanya akan mengalami sakit dan pedih pada bola mata sehingga selalu ingin memejamkan mata. Terlebih jika sedang belajar atau membaca buku, apabila dipaksa maka anak akan mengeluh kesakitan dan perih. Rasa nyeri di area bola mata merupakan gejala yang pasti dialami oleh para penderita miopi. sebab mereka akan mengeluh kesakitan saat melirik atau menggerakkan bola mata. Baca juga: Jenis Penyakit Mata pada Anak.

12. Anak Enggan Belajar

Ciri-ciri terjadinya gangguan miopi memang menimbulkan efek mata yang berat dan lelah. Sehingga membuat anak-anak enggan belajar. Biasanya jika dipaksa mata akan basah atau mengeluarkan air mata. Sehingga saat orangtua melihat anaknya enggan belajar karena keluhan sakit mata, sebaiknya segera berkonsultasi kepada dokter mata terdekat. Baca juga: Tingkatan Mata Minus.

Cara Mengatasi Mata Minus Pada Anak

Jika anak sudah terbukti terkena mata minus, maka berikut ini beberapa cara mengatasi yang harus dilakukan oleh orang tua:

1. Memakai Kacamata dengan Ukuran Lensa Tepat

Upayakan anak segera dibelikan kacamata dengan ukuran lensa yang sesuai. Sebab jika ternyata anak Anda memakai kacamata dengan lensa yang tidak sesuai justru akan membuat gangguan mata semakin bermasalah. Lensa kacamata memiliki tingkat under koreksi dan over koreksi yang bisa menimbulkan rasa pusing dan minus bertambah. Sebaiknya membeli kacamata di dokter spesialis, sebab banyak sekali toko kacamata yang kurang kredibel sehingga dapat memperburuk kondisi kesehatan mata anak Anda.

ads

2. Perhatikan Jarak Baca

Sebaiknya Anda memperhatikan jarak baca pada anak, paling tidak sejauh 40-45 cm dengan buku dan 60 cm di depan layar monitor laptop atau komputer. Jarak baca merupakan penanganan yang harus dilakukan baik mencegah mata miopi atau mengatasi mata miopi karena dapat menentukan kesehatan mata. Baca juga: Manfaat Buah Rimbang untuk Mata.

3. Cahaya Ruangan yang Sesuai

Sebaiknya perhatikan benar-benar cahaya ruang belajar anak Anda dan pastikan anak Anda tidak membelakangi sinar ketika membaca, menonton TV, dan melakukan berbagai macam aktivitas. Karena hal ini sangat berpengaruh untuk kesehatan miopi. Cahaya yang terlalu terang pun juga tidak baik bagi kesehatan mata anak. Jadi jangan terlalu redup atau pun terlalu terang karena akan berpengaruh buruk pada mata. Baca juga: Penyakit Mata yang Menular.

4. Menyuruh Anak Mengistirahatkan Mata

Cara untuk mengurangi mata minus anak ialah dengan melakukan aktivitas setelah 45 menit, biasakan untuk menyuruhnya mengistirahatkan mata selama 10 menit. Sebab jika mata sudah mengalami miopi tapi masih terus diforsir biasanya akan membuat gangguan mata semakin parah. Biasanya anak akan lupa mengistirahatkan mata jika sudah beraktivitas. Inilah tugas orangtua untuk mengingatkan anaknya agar tidak terjadi gangguan miopi yang semakin parah. Baca juga: Obat Sakit Mata di Apotik.

5. Perhatikan Jadwal Anak

Sebaiknya perhatikan jadwal aktivitas anak. Berikan selingan untuk mengikuti aktivitas di luar sekolah seperti les musik, klub olahraga. Sebab kegiatan music dan olahraga dapat meningkatkan dopamin yang dapat mencegah pertambahan panjang pada bola mata yang sudah terjadi miopi. Jangan biasakan anak hanya berkutat pada aktivitas sekolah tapi biarkan mereka juga refreshing dengan mengikuti kegiatan yang lainnya. Baca juga: Mengobati Sakit Mata

6. Periksa di Dokter Spesialis Mata

Atasi mata minus dengan memeriksakan mata ke dokter spesialis sehingga minus yang diderita anak Anda tidak semakin bertambah dan menjadi penyakit berbahaya atau masuk dalam kategori school myopia. Konsultasi dokter spesialis mata dapat membuat Anda sebagai orangtua dapat memiliki pengetahuan tentang apa yang dianjurkan dan apa yang dilarang dalam memperlakukan anak yang menderita miopi. Baca juga: Cara Merilekskan Mata.

7. Terapi Daun Sirih

Atasi mata minus pada anak Anda dengan  dengan melakukan terapi daun sirih. Caranya cukup mudah, yaitu dengan menempelkan daun sirih segar dan bersih di area kelopak mata anak sebelum menjelang tidur. Biarkan semalaman hingga bangun tidur kemudian dilepas pada keesokan harinya ketika pagi hari. Terapi daun sirih ini memang terbukti ampuh mengatasi gangguan mata miopi. Baca juga: Cara Menjaga Kesehatan Mata Secara Alami.

8. Berikan Makanan yang Bergizi Pada Anak

Atasi mata minus pada anak dengan memberikan makanan yang bergizi sehingga baik untuk menjaga kesehatan mata. Anda juga bisa mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin A, C, E dan betakaroten tinggi. Contoh makanan tersebut ialah seperti tomat, jeruk, wortel, blueberry dan buah yang lain setiap harinya. Baca juga: Manfaat Wortel untuk Mata MinusJus Buah untuk Kesehatan Mata.

Permasalahan yang paling krusial pada gangguan minus mata anak ialah karena orangtua tidak menyadarinya. Sehingga penurunan tingkat kinerja mata anak semakin lama semakin parah sehingga mempengaruhi tingkat dan kualitas belajar di sekolahnya juga. Jika sudah melihat beberapa ciri-ciri mata minus pada anak seperti di atas, sebaiknya diatasi dengan membawanya ke dokter spesialis. Pastikan Anda memperhatikan kesehatan mata anak.

, , , ,