Sponsors Link

6 Ciri-Ciri Tekanan Bola Mata Tinggi dan Pencegahannya

Sponsors Link

Tekanan bola mata tinggi atau hipertensi okular adalah kondisi saat tekanan di dalam mata (tekanan intraokular) lebih tinggi daripada normal. Ciri-ciri tekanan bola mata tinggi memang tidak terlalu terlihat. Oleh karena itu, Anda perlu memeriksakan mata secara teratur untuk mengetahui kondisi ini.

ads

Tekanan bola mata normal adalah sekitar 10 – 21 mmHg. Apabila tekanan bola mata melebihi batas tersebut maka Anda mungkin berisiko terkena glaukoma. Glaukoma termasuk salah satu jenis-jenis penyakit mata yang menyebabkan penyebab kebutaan mata.

Pada dasarnya tekanan bola mata tinggi terjadi pada saat produksi cairan di dalam mata (humor aqueous) tidak seimbang dan saluran drainase yang seharusnya mengalirkan cairan dari dalam mata tidak berfungsi dengan benar. Produksi cairan yang berlebihan tersebut tidak dapat dikeringkan, karena bagian depan mata tidak bisa menguras cairan dengan benar. Pada akhirnya, jumlah cairan dalam mata mengalami peningkatan dan tekanan pada bola mata meningkat.

Humor aqueous diproduksi oleh processus siliaris di korpus siliaris yang kemudian dikeluarkan melalui epitel ke dalam kamera okuli posterior. Cairan ini selanjutnya akan mengalir dari kamera okuli posterior ke kamera okuli anterior lewat pupil. Hal ini terjadi karena adanya perbedaan tekanan di kedua ruangan tersebut. Produksi cairan ini dapat menurun karena umur, variasi, diurnal, olahraga, hipotensi, hipothermia, asidosis, dan menurunnya aliran darah ke badan siliaris.

Beberapa ciri tekanan bola mata tinggi yang terjadi pada penderita diantaranya adalah:

  1. Tekanan bola mata tinggi atau hipertensi okular biasanya terjadi pada penderita rabun jauh, diabetes, atau seseorang dengan riwayat hipertensi okular sebelumnya.
  2. Pada hipertensi okular, saraf optik terlihat normal dan tidak ada tanda-tanda kehilangan penglihatan.
  3. Peningkatan tekanan bola mata yang terus berlanjut dapat mengarah pada glaukoma. Saat sudah mencapai glukoma, maka saraf optik sudah mengalami kerusakan sehingga dapat menyebabkan kehilangan penglihatan.
  4. Tekanan bola mata dapat meningkat seiring bertambahnya usia. Pada usia 40 tahun, risiko terkena tekanan bola mata semakin meningkat.
  5. Wanita lebih berisiko mengalami tekanan bola mata tinggi, terlebih setelah menopause.
  6. Pria yang mengalami tekanan bola mata tinggi berisiko terkena penyakit glaukoma.

Tidak semua penderita tekanan bola mata tinggi harus diobati. Keputusan pengobatan bergantung pada kesepakatan antara dokter pasien dengan dokter spesialis mata. Dokter akan memantau dan memeriksa seberapa besar tekanan bola mata yang dialami pasien.

Penanganan tekanan bola mata tinggi umumnya dilakukan untuk mencegah terjadinya glaukoma. Apabila Anda berkonsultasi ke dokter mata, kemudian dokter memberikan resep obat-obatan maka Anda harus mematuhi instruksi tersebut. Jika tidak maka Anda semakin berisiko untuk mengalami peningkatan tekanan intraokular lebih tinggi. Anda bisa saja semakin berisiko untuk mengalami kerusakan saraf optik dan kehilangan penglihatan secara permanen atau glaukoma.

Jenis obat yang biasanya diberikan adalah jenis obat tetes. Anda perlu melakukan kunjungan rutin sebanyak 3 – 4 kali seminggu sejak dimulainya pengobatan. Apabila obat yang diberikan bekerja dengan baik dan tidak memberikan efek samping bagi Anda. Anda akan diminta untuk melanjutkan pengobatan dan dievaluasi ulang selama 2 – 4 bulan kemudian.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah hipertensi okular atau tekanan bola mata tinggi, yakni:

  1. Mengatur pola diet

Hipertensi okular sering terjadi pada penderita diabetes, obsesitas, ataupun pengaruh hipertensi pada mata. Oleh karena itu, penting untuk mengendalikan faktor risiko ini dengan perubahan pola makan. Hindari makanan yang mengandung banyak garam dan gula. Anda disarankan mengonsumsi biji-bijian, buah-buahan, sayuran, susu rendah lemak, ikan, dan protein tanpa lemak.

  1. Olahraga

Olahraga dapat mengurangi risiko terkena hipertensi okular. Setidaknya berolahragalah 30 menit sehari sebanyak 3 – 5 kali dalam seminggu. Namun, hindari latihan di mana kepala berada dalam posisi ke bawah karena dapat meningkatkan tekanan.

Sponsors Link

  1. Hindari makanan berlemak trans

Makanan berlemak trans mencegah omega-3 bekerja dengan baik. Makanan yang mengandung lemak trans diantaranya adalah makanan yang dipanggang, camilan, makanan yang digoreng, krimmer, margarin, dan adonan yang didinginkan.

  1. Konsumsi makanan kaya antioksidan

Antioksidan dapat melawan kerusakan radikal bebas dan stress oksidatif yang bisa menyebabkan kerusakan internal, utamanya pada mata Anda. Sumber antioksidan yanga dapat menjadi makanan penurun tekanan bola mata diantaranya adalah buah berry dan buah delima

  1. Hindari stress

Stress tidak hanya dapat meningkatkan tekanan darah Anda, tetapi juga dapat meningkatkan tekanan bola mata Anda. Menghindari stress dapat menurunkan tekanan bola mata yang Anda alami.

  1. Minyak ikan

Kandungan dalam minyak ikan terbukti dapat menurunkan tekanan bola mata. Konsumsi 1.000 mg minyak ikan berkualitas tinggi dapat membantu menurunkan tekanan mata Anda. Asam lemak Omega akan menjaga jaringan mata tetap sehat.

Inilah penjelasan mengenai ciri-ciri tekanan bola mata tinggi dan hal lainnya yang berkaitan dengan hal tersebut. Meskipun tekanan bola mata tinggi tidak menyebabkan kelihatan penglihatan, tetapi kondisi ini dapat mengarah ke glaukoma yang menyebabkan kebutaan permanen. Jadi Anda perlu waspada dengan kondisi ini.

, , , ,
Oleh :