Sponsors Link

Degenerasi Makula : Gejala – Penyebab – Pengobatan

Sponsors Link
degenerasi-makula

KDegenerasi makula atau bisa disebut juga Age-Related Macular Degeneration (AMD) merupakan salah satu dari
jenis-jenis penyakit mata yang bersifat jangka panjang yang menyerang indra penglihatan. AMD akan menyebabkan penurunan kemampuan penglihatan untuk memandang lurus kedepan dan menyebabkan pandangan yang kabur.

ads

Seperti namanya, penyakit ini menyerang bagian makula pada retina mata. Makula adalah area berbentuk oval yang terletak di tengah retina. Makula pada retina memiliki peran penting dalam penglihatan. Makula terdapat banyak reseptor cahaya yang terdiri dari sel batang dan kerucut sehingga dapat melihat hal-hal yang lebih detil saat kondisi gelap maupun terang.

Degenerasi makula dapat mempengaruhi keseharian dalam beraktivitas. Perubahan-perubahan aktivitas seperti membaca, menonton televise, mengendarai mobil, bekerja, dan mengenali wajah akan terganggu. Hal ini terjadi karena makula menangkap seluruh informasi yang ada di sekeliling kita dan diteruskan ke otak.

Makula memproyeksi gambar terlebih dahulu sebelum sebelum dibawa oleh saraf mata dan diproses oleh otak. Makula lebih membantu kita dalam mengenali bahaya disekitar diri sendiri. Namun tidak terpengaruh pada penglihatan sekeliling sehingga hanya terfokus pada pandangan depan. Struktur makula tidak boleh sampai terganggu dan relatif kering agar proyeksi gambar yang dihasilkan jelas.

Degenerasi makula merupakan penyebab utama buta ireversibel dan gangguan penglihatan di dunia dan tidak termasuk dalam kategori penyakit mata yang disebabkan oleh bakteri. Di Amerika Serikat sebanyak 11 juta penduduk disana telah mengalami kerusakan pada makula. Di Asia, angka kejadian degenerasi makula sekitar 6 dari 100 orang. Dan umumnya degenerasi makula tidak terjadi pada anak-anak. Perlu anda ketahui beberapa penyakit mata pada anak yang harus diwaspadai. Makula yang mengalami degenerasi atau kerusakan sering terjadi pada orang-orang dengan usia lanjut atau diatas 50 tahun.

Degenerasi makula dikelompokkan menjadi degenerasi makula basah (wet) dan kering (dry). Diantara keduanya, degenerasi makula kering yang memiliki angka kejadian paling sering di dunia. Dilansir dari American Academy of Opthalmology, sekitar 80% mengalami degenerasi makula kering dan sisanya mengalami degenerasi makula basah.

  • Degenerasi Makula Kering

Degenerasi makula kering terjadi karena adanya penipisan secara pelan dan progresif dari makula. Penipisan makula diakibatkan oleh deposit dari drusen, protein kecil berwarna kuning. Pandangan mata pada degenerasi makula kering yaitu kabur dan tidak ada rasa nyeri. Terkadang tidak tampak dan dapat berkembang menjadi degenerasi makula basah

  • Degenerasi Makula Basah

Degenerasi makula basah lebih berbahaya dibangdingkan dengan yang kering. Karakteristik dari tipe ini adanya pembentukan pembuluh darah baru di belakang mata. Pembuluh darah ini mudah sekali rusak dan mengalami pendarahan. Pendarahan yang terjadi meninggalkan bekas luka (scar). Pandangan yang akan terlihat pada degenerasi makula basah adalah titik hitam yang disebut scotoma di tengah penglihatan. Dokter biasanya akan menemukan pembentukan pembuluh darah baru saat melakukan pemeriksaan pada mata.

Degenerasi makula sangat erat kaitannya dengan aging atau penuaan. Penuaan merupakan faktor resiko yang signifikan yang dapat menimbulkan degenerasi makula. Disamping terjadi pada orang lanjut usia, degenerasi makula sering terjadi pada wanita, adanya anggota keluarga yang terkena degenerasi makula, hipertensi, dan obesitas. Faktor resiko yang dapat meningkatkan perkembangan degenarasi makula, biasanya seperti berikut:

  1. Proses penuaan atau aging process,
  2. Obesitas dan inaktivitas,
  3. Hereditas atau keturunan,
  4. Hipertensi atau Tekanan darah tinggi,
  5. Merokok.

Bagaimana Gejala Dan Tanda Dari Degenerasi Makula?

Gejala awal yang paling sering terjadi pada degenerasi makula adalah kehilangan kemampuan penglihatan seperti adanya bayangan pada bagian tengah penglihatan atau pandangan yang kabur. Biasanya gejala ini tidak disertai dengan rasa nyeri dan akan berkembang secara progresif dan lambat. Pada kasus yang jarang, degenerasi makula dapat menyebabkan kebutaan secara tiba-tiba.

Sponsors Link

Dokter mata biasanya akan mengenali gejala awal dari degenerasi makula sebelum terjadinya gejala. Biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan pada retina. Jika dokter menduga adanya degenerasi pada makula, dokter mata akan melakukan test menggunakan Amsler Grid. Amsler grid test bertujuan untuk mengukur penglihatan pada bagian tengah.

Penderita degenerasi makula akan melihat pada sebuah garis kotak-kotak yang di tengahnya ada titik hitam (grid). Pada penderita degenerasi makula, penglihatan mereka akan kabur atau terdapat titik hitam (dark spot). Selain pemeriksaan, ada beberapa makanan yang baik untuk retina mata dan sangat bagus anda konsumsi tentunya.

Amsler Grid Test. (A) Pandangan Orang Normal, (B) Pandangan Orang dengan Degenerasi Makula

Amsler grid test dapat dilakukan sendiri dirumah sendiri. Untuk tes menggunakan Amsler grid dirumah dapat dilakukan dengan berdiri dengan jarak 30-38 cm dari grid. Kemudian tutup satu matu dan lihat titik hitam ditengah. Catat jika penglihatan mengalami kabur atau bergelombang. Kemudian tutup mata lainnya dan tes dengan cara yang sama. Hubungi dokter spesialis mata jika ada perubahan pada penglihatan. Semakin cepat penyakit ini ditangani maka perkembangan dari penyakit ini akan melambat dan dapat mencegah dari kebutaan.

Bagaimana Terapi dari Degenerasi Makula?

Pada dasarnya prinsip dari terapi degenarasi makula adalah untuk mencegah dan memperlambat kerusakan dari kemampuan penglihatan dan mencegah dari kerusakan retina. Namun, terapi saat ini masih belum dapat memperbaiki kerusakan makula atau mengembalikan penglihatan yang sudah menghilang.

Menurut American Academy of Opthalmology, vitamin dan suplemen dapat memperlambat dari perkembangan degenerasi makula. Penelitian lain dari National Eye Institute menemukan bahwa dengan mengonsumsi banyak antioksidan pada sayur bayam dan wortel dan mengonsumsi zinc setiap hari dapat mengurangi resiko dari perkembangan AMD sebanyak 25 persen. National Eye Institute menyarankan untuk mengonsumsi vitamin C 500 mg, vitamin E, dan beta karoten 15 mg.

Untuk pengobatannya dari AMD, menggunakan anti vascular endothelial growth (anti-VEGF). Anti-VEGF seperti ranibizumab merupakan golongan obat keras sehingga membutuhkan resep dokter.  Anti-VEGF berperan dalam menghambat pembentukan pembuluh darah yang ada di retina. Selain mengonsumsi vitamin dan obat-obatan, terapi AMD juga dapat menggunakan operasi seperti operasi laser, terapi fotodinamik, dan implant retina.B

Agar degenerasi makula tidak terjadi pada retina mata dapat dilakukan dengan mengubah gaya hidup menjadi gaya hidup sehat serta ketahui juga cara merilekskan mata agar tidak menimbulkan ketegangan. Dengan rajin mengonsumsi buah dan sayur yang banyak mengandung antioksidan lutein dan zeaxnthin. Antioksidan tersebut banyak terkandung dalam buah dan sayuran berwarna kuning seperti wortel. Selain itu, hindari merokok dan gunakan kacamata pada siang hari agar dapat terhindar dari degenerasi makula. 

, ,