Sponsors Link

8 Efek Samping Menggunakan Softlens Setiap Hari

Sponsors Link

Pada zaman ini lebih banyak orang memilih menggunakan softlense atau lensa kontak ketimbang kacamata. Selain lebih praktis, softlense juga dianggap mendukung penampilang seseorang. Meskipun kacamata juga tidak kalah keren, tetapi khususnya untuk para remaja softlense dianggap lebih trendy. Hal tersebut disambut baik oleh para produsen softlense dengan mengeluarkan berbagai varian dengan warna yang berbeda-beda. Bahkan saat ini banyak ditemukan softlense yang memiliki berbagai macam warna. Selain itu, lensa kontak juga mulai memiliki fungsi lain yakni menjadi bagian dari kostum untuk orang-orang yang suka memerankan karakter sebuah tokoh dari cerita fiksi atau film, contohnya adalah para costume player. Agar terlihat maksimal dalam berperan sebagai seorang tokoh dalam film, kartun ataupun anime, seorang costume player akan menggunakan softlense yang memiliki warna atau corak yang sama dengan warna dan bentuk mata yang dimiliki oleh tokoh tersebut.

ads

 

Tetapi perlu kita sadari bahwa penggunaan softlense atau lensa kontak lebih rawan atau berbahaya ketimbang menggunakan kacamata karena cara dan letak penggunaan softlense yang memungkinkannya langsung menyentuh bagian dalam mata sehingga rawan menimbulkan iritasi atau infeksi pada bagian tersebut. Lensa kontak digunakan dengan cara menmpelkannya langsung pada kornea  mata. Para pengguna softlense harus lebih berhati-hati dalam menjaga kebersihan dan memasang softlense agar tidak mengiritasi bahkan menyakiti mata. Terlebih ukuran lensa kontak yang berbeda-beda membuat anda harus menyesuaikannya agar tidak melukai kornea mata.

Nah, agar para pengguna softlense lebih waspada dan berhati-hati, kami rangkumkan beberapa efek samping menggunakan softlense atau hal-hal yang mungkin terjadi akibat penggunaan softlense yang kurang sesuai atau tidak higienis dari berbagai sumber.

  1. Alergi karena lensa kontak
  2. Mata lelah, penglihaan buram dan merasa pusing.

Kondisi ini dapat terjadi ketika anda menggunakan lensa kontak dalam jangka waktu yang belum terlalu lama atau anda baru menggunakan lensa kontak setelah beralih dari penggunaan kacamata. Cara penggunaan keduanya yang berbeda, jarak antar keduanya dengan mata yang berbeda dan faktor-faktor lainnya kadang membuat mata anda harus ‘beradaptasi’. Oleh karena itu, sebaiknya konsultasikan kepada dokter terlebih dahulu terkait penggunaan lensa kontak agar anda dapat menggunakannya secara sesuai atau lebih baik gunakan saja kacamata biasa.

  1. Mata Perih dan Memerah

Menggunakan lensa kontak tanpa memperhatikan kebersihannya dapat mengakibatkan munculnya infeksi dan iritasi pada mata yang ditandai dengan mata merah dan terasa perih atau bahkan terkadang sangat perih. Masa pemakaian lensa kontak juga harus diperhatikan karena hal tersebut merupakan sala satu penyebab terjadinya mata perih dan memerah. Jadi, jika softlense anda sudah cukup lama digunakan, lebih baik beli saja yang baru.

  1. Mata kering

Mata kering memang dapat disebabkan oleh berbagai hal. Tetapi penggunaan lensa kontak dalam jangka waktu yang lama terlebih pada ruangan yang berpendingin menjadi salah satu dari penyebab tersebut. Mata kering terjadi karena air mata yang diproduksi oleh mata tidak cukup banyak atau terlalu cepat mengering. Sehingga bola mata yang kekurangan cairan air mata meradang dan mengalami iritasi.

Mata kering yang tidak terlalu parah dapat diatasi menggunakan obat tetes mata yang tersedia di apotik-apotik dan mudah ditemukan. Sedangkan jika mata yang kering mulai terasa semakin perih atau menimbulkan gangguan penglihatan lainnya, anda lebih baik segera ke dokter dan mendapatkan penanganan medis yang lebih lanjut. Gejala dari mata kering adalah mata yang berwarna kemerahan, terasa kering dan seperti ada yang mengganjal atau muncul rasa sakit yang kemudian tidak membaik seiring waktu. Ketika mengalami mata kering, penderita juga dapat merasa penglihatannya buram dan kesulitan membuka mata ketika bangun tidur.

Sponsors Link

  1. Konjungtivitis atau Iritasi Mata

Konjungtivitis dikenal juga dengan istilah ‘mata merah’. Hal ini dapat terjadi karena infeksi dari bakteri atau lensa kontak. Konjungtivitis terjadi pada lapisan mata yang paling luar. Sehingga lapisan paling luar mata menjadi berwarna kemerahan dan terkadang sampai berair.

  1. Keratitis atau Infeksi Kornea

Keratitis adalah efek samping dari penggunaan lensa kontak yang tidak sesuai . Penggunaan lensa kontak dalam waktu yang cukup lama dan lensa kontak yang tidak bersih adalah salah satu penyebab peradangan kornea mata atau keratitis. Lensa kontak yang tidak dibersihkan secara benar dapat menjadi media penyaluran infeksi dari bakteri, virus, dan semacamnya. Untuk menghindari hal ini, sebisa mungkin jangan gunakan lensa kontak terlalu lama atau pada saat berenang dan bersihkanlah lensa kontak secara benar.

Pada mulanya, orang yang mengalami keratitis matanya akan berwarna kemerahan, kemudian merasakan perih di mata, lama-kelamaan merasa sulit untuk membuka mata dan penglihatanya akan mulai buram. Mata penderita keratitis juga akan sensitif terhadap cahaya. Selain itu, penderita akan selalu merasa ada sesuatu yang mengganjal di dalam matanya.  Keratitis harus diperiksakan dan diobati dengan segera karena jika tidak, keratitis dapat menyebabkan gangguan penglihatan yang bersifat permanen hingga berujung pada kebutaan.

Sponsors Link

  1. Abrasi atau Pengikisan Kornea

Efek samping yang satu ini lebih sering disebabkan oleh lensa konta yang kebersihannya kurang terjaga. Lensa kontak yang kurang bersih dapat menggores kornea mata sehingga muncul rasa sakit dan rasa tidak nyaman pada mata. Sama halnya dengan keratis, abrasi harus segera diobati karena dapat menurunkan kemampuan penglihatan secara permanen.

  1. Kebutaan

Gejala keratitis yang tidak segera ditangani dapat menyebabkan komplikasi dan kebutaan. Selain itu, kemungkinan lensa kontak yang masuk ke dalam rongga mata dan melukai saraf mata pun dapat menyebabkan kebutaan.

Nah, demikianlah beberapa efek samping menggunakan softlense. Menyeramkan memang kelihatannya, tetapi hal-hal tersebut kemungkinan tidak akan terjadi jika anda menggunakan lensa kontak yang sesuai dan rajin menjaga kebersihannya. Jadi, ketika anda belum merasa nyaman dan khawatir dengan resiko-resiko di atas, ada baiknya untuk menunda penggunaan kontak lensa dan gunakan kaca mata yang sudah nyaman anda pakai sebelumnya.

, , ,