Sponsors Link

4 Jenis Penyakit Mata Emetropia dan Penyebabnya

Sponsors Link

Apakah Anda pernah mendengar istilah emetropia? Emetropia sebenarnya adalah istilah medis yang berasal dari kata Yunani yaitu emetros, dimana artinya adalah ukuran yang normal atau keseimbangan yang wajar. Jika istilah ini diterapkan dalam kesehatan mata maka berarti adalah kondisi mata yang digambarkan tidak ditemukan gangguan atau kelainan refraksi pada pembiasan sinar mata sehingga mata bisa berfungsi normal.

ads

Jika mata bisa menempatkan sebuah bayangkan objek benda berada di retina maka mata tidak akan melakukan proses akomodasi. Sementara itu akomodasi sendiri adalah sebuah pekerjaan yang dilakukan oleh lensa mata untuk bisa menambah daya bias pada lensa dengan proses kontraksi otot siliar yang akan menyebabkan lensa mata menjadi cembung atau dekung agar bayangan fokus pada retina mata. Sehingga ketika mata memiliki emetropia maka mata akan tidak mengalami kelainan refraksi sehingga daya bias mata menjadi normal tanpa melakukan proses akomodasi. Jika mata tidak memiliki sifat emetropia maka disebut memiliki kelainan bias mata yang menyebabkan beberapa jenis jenis penyakit mata. Berikut ini keterangan mengenai kondisi emetropia seperti penyebab, gejala, dan pengobatan.

Nah, jika memiliki kelainan bias mata maka bisa terkena beberapa kondisi di bawah ini.

1. Rabun jauh

Rabun jauh atau miopi adalah kondisi mata ketika tidak bisa melihat benda atau objek dengan jarak jauh. Kondisi ini bisa terjadi pada masa kanak-kanak namun biasanya juga terjadi ketika baru menginjak usia dewasa. Akhirnya penderita tidak bisa melihat benda yang dengan jelas dan semua benda menjadi buram.

Gejala

  • Mata akan menyipit ketika melihat jarak jauh.
  • Selalu membaca dengan jarak yang sangat dekat.
  • Melihat televisi atau komputer dengan jarak yang dekat.
  • Tidak bisa melihat sama sekali benda dengan jarak yang jauh.

Penyebab

  • Kondisi ini bisa terjadi ketika bola mata menjadi lebih panjang atau menonjol dari biasanya sehingga kornea mata menjadi lebih jauh daripada mata yang sehat. Akhirnya fokus objek tepat di depan retina tapi tidak sampai di permukaan retina.
  • Kondisi ini juga bisa terjadi karena keturunan keluarga
  • Membaca atau melihat layar gadget terlalu lama.
  • Kurang nutrisi yang penting untuk kesehatan mata.

Pemeriksaan

  • Pemeriksaan mata oleh dokter mata secara komprehensif bisa dilakukan secara berkala.
  • Tes refraksi mata untuk memastikan kondisi miopia.

Perawatan

  • Kacamata atau pemakaian kontak lensa khusus sesuai hasil pemeriksaan.
  • Prosedur operasi LASIK untuk membentuk kembali kornea mata yang normal dan biasanya hasilnya sementara.
  • Melakukan cara mengobati mata rabun jauh dengan wortel dengan mengolahkanya menjadi jus, kue atau camilan segar dari bahan wortel organik.

2. Rabun dekat

Rabun dekat adalah kondisi ketika lensa mata tidak bisa melihat benda yang dekat jaraknya, namun bisa melihat benda yang dekat jaraknya. Sehingga ketika membaca atau melihat benda maka jaraknya harus didekatkan. Kelainan bias mata ini akan menyebabkan cahaya atau bayangan benda yang harus tepat di depan retina justru jatuh di belakang retina. Akibatnya benda yang letaknya dekat justru tidak terlihat, sementara yang jauh lebih terlihat.

Gejala

  • Tidak bisa melihat benda secara fokus sehingga justru yang terlihat bayangan yang buram. Namun mata bisa melihat semua benda yang jauh jaraknya.
  • Mata lelah bisa menjadi pertanda rabun dekat yang sering diabaikan. Terkadang gejala ini disertai dengan mata yang panas, mata menjadi iritasi dan sangat gatal.
  • Sulit untuk membaca dengan jarak yang normal sehingga harus dijauhkan.
  • Sakit kepala biasanya setelah mata melihat dengan objek atau benda yang dekat letaknya. Ini juga termasuk gejala mata plus yang sering diabaikan.

Perawatan

  • Penderita bisa menggunakan kacamata lensa plus dengan ciri lensa cembung pada bagian bawah dan cekung pada bagian atas. Kacamata akan membuat bayangan atau cahaya mata jatuh dibagian retina.
  • Konsumsi makanan yang bisa membantu meningkatkan kesehatan mata agar nilai plus mata tidak terus bertambah.
Sponsors Link

3. Astigamatisme

Penyakit mata astigmatisma adalah kondisi mata yang akan menyebabkan objek mata akan terlihat buram atau mengalami distorsi mata. Kondisi mata ini akan membuat mata tidak bisa melihat jarak dekat dengan normal dan termasuk penyakit yang bisa menyebabkan rabun jauh dan rabun dekat.

Gejala

  • Mata tidak bisa melihat jarak dekat atau jarak jaruh.
  • Sering merasa sangat lelah setelah membaca huruf atau garis yang miring.
  • Memiliki kebiasaan memiringkan ketika membaca atau melihat objek benda.

Penyebab

  • Mata memiliki kornea mata dengan bentuk lonjong dimana seharusnya lensa mata yang sehat berbentuk seperti bola basket.
  • Kornea memiliki dua kurva dimana satu kurva berbentuk mendatar dan satu kurva bentuk curam. Akhirnya cahaya memiliki fokus pada dua titik dimana seharusnya yang normal adalah satu. Satu titik akan fokus di depan retina dan yang lain justru di belakang retina.
  • Terjadinya bentuk lensa mata kristal dengan bentuk yang tidak teratur dimana ini juga menyebabkan jenis astigmatisma lenticular.

Perawatan

  • Penggunaan lensa mata khusus dimana lensa mata harus disesuaikan dengan kondisi mata.
  • Penggunaan kontak lensa yang khusus yang bisa membantu mata melihat dengan normal.
  • Tindakan bedah dengan membuat sayatan yang berfungsi untuk mengembalikan mata normal.
  • Bedah lasik yang bisa digunakan untuk merekayasa kondisi lensa mata sehingga mata kembali normal.
Sponsors Link

4. Presbiopi

Presbiopi adalah kondisi yang akan membuat penderita tidak bisa atau kurang mampu melihat benda atau objek jarak dekat. Biasanya walaupun bisa melihat jarak dekat tapi tetap membutuhkan waktu yang lebih lama. Biasanya kondisi ini terjadi karena pengaruh usia misalnya untuk yang sudah berusia lebih dari 40 tahun.

Penyebab

  • Adanya penumpukan protein pada lensa mata yang akan membuat lensa mata menjadi kurang elastis sehingga tidak bisa melihat dengan normal.
  • Perubahan pada serat otot mata dimana serat otot mata yang memenuhi lensa menjadi lebih banyak dimana ini akan menyebabkan lensa mata kurang elastis.
  • Efek anemia ketika sel darah merah dalam tubuh berkurang banyak terlebih jika riwayat anemia terjadi sejak kecil.
  • Efek penyakit jantung yang akan membuat penderita selalu mengonsumsi obat tertentu untuk mengendalikan penyakit jantung.
  • Efek penyakit diabetes  yang akan membuat kandungan kadar gula darah menumpuk pada lensa mata.

Gejala

  • Mulai kesulitan membaca dengan jarak dekat.
  • Mata sipit ketika mulai membaca jarak dekat.
  • Pandangan mata kabur sehingga tidak bisa fokus.
  • Sulit melihat tanpa penerangan yang jelas.
  • Sering sakit kepala.

Perawatan

  • Menggunakan kacamata lensa bifocal atau jenis lensa progresif.
  • Menggunakan lensa kontak dengan dua pilihan yaitu lensa kontak multifocal dan monovision.
  • Perawatan bedah lasik untuk membuat mata bisa melihat normal lagi.

Itulah semua ulasan mengenai emetropia seperti penyebab, gejala, dan pengobatan. Karena kondisi ini termasuk kondisi mata normal yang bertentangan dengan kelainan bias mata maka perawatan bisa dilakukan secara alami.

, , , ,
Oleh :