Sponsors Link

Endoftalmitis : Penyebab – Gejala – Penanganannya

Sponsors Link

Mata bernanah, mata merah dan mata terasa berat merupakan beberapa tanda-tanda sederhana ini bisa menjadi bola salju yang siap menyerang mata Anda. Adalah endoftalmitis, gangguan mata yang menyebabkan peradangan bola mata karena infeksi. Sebab endoftalmitis ada dua jenis, yakni endogen dan eksogen.

ads

Jenis-Jenis Endoftalmitis

  • Endoftalmitis endogen

Endoftalmitis endogen terjadi karena bakteri yang menyebar dari tempat lain ke tubuh kita. Medium penyebaran bakteri dibantu melalui aliran darah. Tidak hanya itu, bisa juga disebabkan penyakit sistemik seperti endocarditis.

  • Endoftalmitis eksogen

Endoftalmitis eksogen terjadi karena trauma atau infeksi pada tindakan pembedahan, khususnya pada pembedahan yang membuka bola mata. Selain pembedahan, bisa juga akibat reaksi terhadap benda asing dan trauma tembus bola mata.

  • Endoftalmitis fakoanafilaktik

Endoftalmitis fakoanafilaktik adalah penyakit autoimun yang terjadi pada lensa mata, karena jaringan tubuh tidak mengenali jaringan lensa mata. Sehingga, terbentuklah antibodi terhadap lensa mata dan menyebabkan reaksi antigen antibodi yang akan menimbulkan gejala endoftalmitis fakoanafilaktik.

Dari dua jenis endoftalmitis di atas, hanya 2-15 persen saja yang merupakan tipe endogen. Lantas, apa saja sebenarnya penyebab endoftalmitis? Apa saja gejala yang terjadi? Lalu, bagaimana penanganan yang tepat jika terkena penyakit ini?

Penyebab Endoftalmitis

  • Infeksi akibat alat-alat pembedahan mata.
  • Infeksi melalui bakteri yang masuk ke aliran darah atau luka pada bola mata. Bakteri yang berperan biasanya spesies Staphylococcus, Streptococcus, Propionibacterium acnes, Pseudomonas aeruginosa,  dan bakteri gram-negatif lainnya.
  • Akibat jamur yang tumbuh di bola mata, misalnya Candida, Aspergillus, Fusarium.
  • Akibat virus Herpes simplex atau parasit seperti Toxoplasma gondii dan Toxocara.

Gejala Endoftalmitis

Gejala endoftalmitis tergantung pada penyebab dan waktu terjadi infeksi setelah operasi. Jika dilihat dari faktor waktu infeksi, apakah itu terjadi di awal operasi (6 minggu atau kurang), atau terlambat (berbulan-bulan atau tahunan) pasca operasi? Lebih lengkapnya, berikut gejala-gejala yang bisa Anda antisipasi.

  • Daya penglihatan menurun drastis
  • Kondisi nyeri mata memburuk pasca operasi
  • Mata merah
  • Kelopak mata membengkak
  • Sensitif terhadap cahaya terang
  • Pandangan kabur

Gejala-gejala di atas muncul jika Anda pernah mengalami cedera mata atau kejadian pasca traumatis. Sedangkan gejala akibat infeksi melalui aliran darah dan menetap di mata, antara lain sebagai berikut.

  • Daya penglihatan menurun secara ringan dalam beberapa minggu
  • Timbul floaters yang membuat pandangan terasa melayang, semi transparan, dan berbentuk gelap
  • Kornea keruh
  • Mata nyeri
  • Bilik mata depan keruh
  • Kelopak sulit dibuka

Penanganan Endoftalmitis

Penanganan endotalmitis tergantung sesuai penyebab atau kasusnya. Berikut penjelasan per kasusnya.

1. Bakteri

Jika disebabkan oleh bakteri yang membuat mata terinfeksi, maka langkah yang perlu dilakukan adalah memberi obat antibiotik. Obat antibiotik ini berupa obat tetes mata, pil oral, suntik lewat intra vena. Ada pula pengobatan berupa suntikan antibiotik langsung pada mata. Di bawah ini adalah opsi-opsi penanganan dan perawatan jika infeksi bakteri sudah mencapai tahap akut atau parah.

Sponsors Link

  • Antibiotik intravireal: Obat antibiotik disuntik ke dalam mata, sebagian vitreus diambil agar ada ruang untuk obat antibiotik.
  • Kortikosteroid: Kortikosteroid disuntik ke dalam mata untuk mengurangi peradangan dan mempercepat pemulihan mata.
  • Antibiotik intravena: Obat antibiotik disuntik ke urat (vena) dan dapat diberikan pada pasien yang terinfeksi berat.
  • Antibiotik topikal: Obat antibiotik diberi pada permukaan mata jika terdapat infeksi luka yang menyertai endofalmitis. Obat antibiotik topikal cenderung mengobati “jerawat” yang tumbuh di sekitar mata.
  • Vitrektomi: Vitrektomi adalah operasi bedah mata untuk mengangkat cairan vitreus. Cairan vitreus yang terinfeksi dikeluarkan dan diganti dengan cairan steril. Vitrektomi dilakukan bila kondisi daya penglihatan sangat parah atau hampir mengalami kebutaan.

2. Jamur

Jika disebabkan jamur, maka mata perlu diberikan obat atau senyawa anti jamur. Senyawa anti jamur ini seperti amphotericin B dan fluconazole. Untuk amphotericin B, termasuk obat yang disuntikan langsung ke mata. Sedangkan fluconazole, termasuk obat yang dikonsumsi langsung (obat oral).

3. Infeksi seluruh mata

Kasus ini termasuk tahap akut, karena bakteri atau virus sudah menyebar ke seluruh bagian mata dalam jangka waktu lama pasca operasi. Hal yang perlu dilakukan adalah melakukan operasi atau pembedahan (vitrektomi). Gunanya adalah untuk mengambil cairan, nanah, dan kotoran yang menumpuk di bola mata.

Itulah penjelasan penyebab, gejala, dan penanganan endoftalmitis. Penanganan endoftalmitis harus dilakukan sesegera mungkin, karena penyakit ini bisa menyebabkan kebutaan permanen. Selain mengakses informasi melalui situs kesehatan terpercaya, lakukan pula konfirmasi gejala penyakit dengan konsultasi pada dokter mata. Dengan begitu, dokter mata bisa melakukan diagnosa lebih lanjut dan pengobatan lebih cepat dilakukan.

, , , , ,
Oleh :