Sponsors Link

9 Gejala Astigmatisme Secara Umum yang Harus Diwaspadai

Sponsors Link

Memiliki peran yang sangat penting bagi manusia, mata ternyata rentan mengalami berbagai kelainan. Kelainan yang paling umum diderita oleh manusia adalah kelainan refraksi—yakni kelainan yang ditandai dengan ketidakmampuan mata memfokuskan cahaya yang masuk. Kelainan refraksi terdiri dari empat jenis yakni astigamtisme atau silinder, rabun jauh dan rabun dekat, serta presbiopia.

ads

Karena memiliki masalah pada pandangan yang kerap buram dan tidak tajam, mata silinder dan minus kerap dianggap sebagai satu keluhan yang sama. Hal ini tidak terlepas dari perbedaan mata silinder dan minus yang cukup bersisipan. Astigmaisme secara rinci disebabkan oleh dua hal yakni kelengkungan pada kornea dan lensa mata. Ada pun gejala astigmatisme adalah sebagai berikut.

  1. Mata Lelah dan Tegang

Tingkat kelengkungan yang tidak normal pada mata menyebabkan mata bekerja dengan lebih keras untuk dapat melihat dengan baik. mata lelah dan mudah tegang adalah salah satu gejala astigmatisme yang paling umum terjadi. Namun, kerap gejala ini dianggap keluhan biasa menilik pada penyebabnya yang lebih luas. Jika Anda mengalami gejala ini, sebaiknya berhenti sejenak dari segala aktivitas dan pejamkan mata untuk beberapa saat.

  1. Sulit Melihat saat Malam

Kelainan yang terjadi pada mata penderita astigmatisme juga memunculkan gejala kesulitan melihat dengan benar saat malam hari. Namun, tentu saja gejala ini berbeda dengan keluhan rabun senja. Gejala ini cukup masuk akal sebab pada cahaya paling prima sekali pun penderita astigmatisme akan kesulitan melihat objek dengan benar.

  1. Sensitif terhadap Cahaya

Salah satu penyebab dari astigamtisme adalah cedera yang terjadi pada mata. Kerusakan pada organ mata bisa membuatnya menjadi hipersensitif terhadap cahaya. Kondisi ini dalam dunia medis disebut sebagai fotofobia. Mata penderita astigamtisme akan cenderung perih ketika terpapar sinar matahari atau sumber cahaya lainnya yang terang. Keluhan ini juga bisa menjadi akibat mata silinder tidak memakai kacamata.

  1. Pandangan Tidak Fokus atau Samar

Kelainan lengkungan pada kornea dan atau lensa mata membuat cahaya tidak terfokus sempurna. Hal ini menyebabkan penderita astigamtisme akan kesulitan melihat dengan fokus. Dalam kondisi tanpa kacamata, objek-objek yang dipandang akan terlihat buram dan samar. Penderita astigamatisme atau mata silinder disarankan untuk memeriksakan mata serta menggunakan kaca mata agar bisa melihat dengan normal.

  1. Kesulitan Membedakan Gradasi Warna

Tidak hanya kehilangan daya melihat, penderita astigamtisme juga akan kesulitan membedakan warna yang serupa atau dalam tabel warna berdekatan. Dengan kata lain, mereka tidak mampu membedakan gradasi warna tertentu. Keluhan ini tentu saja akan terasa mengganggu  baik dalam kehidupan pribadi maupun sosial. Untuk meningkatkan ketajaman mata penderita astigmatisme, ada baiknya mulai mengonsumsi makanan untuk mata silinder yang direkomendasikan dokter.

  1. Pusing dan Sakit Kepala

Kesalahan formasi pada mata dapat mengakibatkan penderitanya mengalami pusing dan sakit kepala. Dua keluhan ini adalah keluhan umum yang terjadi pada seseorang yang memiliki kelainan refraksi. Jika tidak segera diobati, bahaya mata silinder bisa semakin tidak terkendali dan mengancam indera penglihatan Anda.

  1. Harus Menyipitkan Mata agar Bisa Melihat dengan Fokus

Karena hilangnya kemampuan melihat dengan normal, untuk mendapatkan pandangan yang tajam seorang penderita kerap harus menyipitkan mata. Menyipitkan mata selain bisa menhindarkan mata dari paparan cahaya yang berlebih juga bisa membantu memfokuskan objek yang dilihat. Kondisi ini harus segera diatasi dengan penggunaan kacamata yang sesuai.

  1. Distorsi Penglihatan

Selain buram dan tidak fokus, gejala astigmatis lainnya menyebabkan penderita mengalami distorsi penglihatan. Bebeda dengan pandangan yang buram, distori penglihatan membuat objek-objek tidak terlihat semestinya. Semisal, tiang yang lurus akan tampak miring dan oleng bagi penderita astigmatisme. Sebuah objek yang bulat akan terlihat oval atau bahkan penyok. Melihat tanpa kacamata kerap akan membuat penderita astigmatisme mengalam rasa pusing dan mual.

  1. Penglihatan Ganda

Gejala astigmatisme lainnya yang umum terjadi adalah penglihatan ganda. Seorang penderita astigmatisme atau mata silinder kerap melihat sebuah objek menjadi berbayang atau berganda. Kondisi tentu akan berbahaya jika terjadi pada pengendara kendaraan bermotor atau profesi lainnya yang mengandalkan ketajaman indera penglihatan. Untuk mengatasi gejala astigmatis ini, penderita mata silinder harus segera melakukan pengobatan pada dokter mata.

Kesehatan mata kerap disepelekan oleh penderitanya, tidak heran jika kualitas indera penglihatan mereka kerap menurun. sebagai salah satu pengobatan, penggunaan kaca mata atau kontak lensa juga dipandang merepotkan. Padahal, sekecil apa pun kelainan refrakasi yang diderita oleh Anda, sudah sepatutnya menjadi peringatan untuk segera ditindaklanjuti.

Beberapa kelainan refraksi bisa sepenuhnya disembuhkan dengan melakukan tindakan operasi. Di sisi lain, penggunaan kaca mata dan kontak lensa sudah cukup membantu. Jangan lupa untuk mengimbangi pengobatan Anda dengan mengonsumsi makanan sumber vitamin A serta membuat daftar pantangan mata silinder yang harus dihindari.

, , , ,



Oleh :