Sponsors Link

Gejala Radang Kornea Mata dan Perawatannya to Draft

Sponsors Link

Menjaga kesehatan mata sudah menjadi keharusan untuk semua orang. Semua langkah ini dilakukan agar tidak terkena beberapa jenis jenis penyakit mata yang bisa menyerang semua organ dalam dan luar mata. Salah satu bagian mata yang sangat penting adalah kornea. Kornea menjadi lapisan yang melindungi bagian terluar mata. Fungsi utama kornea adalah untuk mencegah agar tidak ada kotoran dan berbagai benda asing masuk ke mata, termasuk juga sinar UV dari paparan sinar matahari. Kornea juga memiliki peran yang sangat penting karena bisa membantu mata bisa fokus atau tidak. Tapi kornea tidak memiliki pembuluh darah dan dijaga oleh air mata.

ads

Ketika terjadi peradangan pada mata maka bisa memicu peradangan pada kornea. Radang kornea mata juga disebut dengan istilah medis keratitis. Keratitis menjadi infeksi yang biasanya terjadi karena pemakaian lensa kontak. Ketika terjadi radang kornea maka akan menyebabkan mata perih, tidak nyaman, merah dan peka terhadap cahaya. Nah, bagaimana gejala radang kornea mata dan perawatannya.

  1. Mata perih. Biasanya saat awal gejala radang kornea mata akan menyebabkan rasa perih yang tidak nyaman. Mata perih saat berkedip ini berbeda ketika mata terkena benda asing atau cairan. Karena mata perih akan terasa sepanjang waktu sampai tidak nyaman dan mengganggu penglihatan.
  2. Mata merah. Setelah mata terasa perih maka mata berubah menjadi merah. Warna merah dimulai dari bagian putih mata kemudian menyebar ke sekitar mata sampai kelopak mata. Jika sudah seperti ini rasa perih mata bisa berkembang lebih panas dan menyakitkan. Kondisi ini biasanya terjadi akibat efek samping menggunakan softlens terus menerus.
  3. Peka terhadap cahaya. Ketika mata sudah peka terhadap cahaya maka ini menandakan jika kornea mata sudah tidak bisa menerima cahaya matahari dengan baik. Mata menjadi sangat sensitif dan tidak tahap terhadap cahaya. Sehingga sulit untuk bekerja diluar rumah atau terkena cahaya matahari dan lampu yang terang.
  4. Mata bengkak. Peradangan kornea yang tidak diobati dalam waktu cepat bisa menyebabkan mata bengkak sampai sulit untuk membuka mata. Biasanya ini terjadi akibat peradangan yang disebabkan oleh penggunaan lensa kontak dan infeksi bakteri atau virus.
  5. Mata berair terus menerus. Kornea membutuhkan air mata untuk menjaga agar kornea tidak kering dan bisa menerima objek mata dengan baik. Tapi ketika terjadi peradangan maka justru air mata akan diproduksi terus menerus. Semua ini juga terjadi secara alami untuk membilas dan menghilangkan rasa perih pada mata.
  6. Rasa tidak nyaman seperti ada berpasir. Kemudian mata akan mengalami sensasi mata berpasir yang tidak nyaman. Kondisi ini terjadi karena kotoran mata terus menerus menumpuk dan bahkan ada kotoran yang menumpuk pada kornea.
  7. Mata kurang fokus dan penglihatan menurun. Jika peradangan pada kornea mata tidak segera diobati maka bisa memicu masalah penglihatan ganda dan kabur. Hal ini terjadi karena kornea mata sudah tidak bisa menerima objek mata dengan baik dan tepat sehingga lensa mata juga terpengaruh.

Perawatan

Peradangan pada kornea mata membutuhkan perawatan alami atau perawatan secara medis. Semua sangat tergantung dengan penyebabnya. Meskipun peradangan kornea mata bisa sembuh sendiri tapi jika terlambat maka dampaknya bisa sangat berbahaya. Berikut ini beberapa perawatan peradangan kornea mata yang perlu Anda perhatikan.

1. Obat Tetes Mata

Peradangan pada kornea mata bisa disembuhkan dengan memberikan obat tetes mata. Selain itu juga bisa menggunakan gel atau salep yang bisa memicu keluarnya air mata secara alami sehingga membersihkan kornea mata. Obat ini sangat tepat untuk peradangan yang disebabkan karena masuknya benda asing ke kornea mata. Termasuk jika sudah ada tanda perih, pedas dan tidak nyaman. Hanya saja untuk memilih obat tetes mata harus disesuaikan dengan penyebabnya. Jika disebabkan oleh bakteri, jamur atau virus maka harus disesuaikan. Jenis peradangan kornea mata yang ringan biasanya sembuh sendiri atau diobati dengan gel mata yang ringan.

2. Perawatan dengan Antibiotik

Peradangan pada kornea mata memang bisa menjadi penyebab kebutaan mata jika tidak dirawat dengan cara yang tepat. Karena itu jika penyebabnya adalah bakteri maka bisa menggunakan obat tetes yang mengandung antibiotik. Biasanya obat ini juga bisa mengatasi infeksi akibat kotoran benda asing.

3. Operasi Transplantasi Kornea

Jika ternyata peradangan kornea mata disebabkan karena infeksi acanthamoeba maka sebaiknya dilakukan transplantasi kornea mata. Hal ini karena kerusakan kornea disebabkan oleh parasit yang bisa menyebabkan peradangan dan sulit untuk disembuhkan dengan obat tetes atau obat biasa. Hanya saja langkah transplantasi kornea bisa dicegah jika sejak awal infeksi sudah diberi obat tetes mata. Kecuali jika parasit dalam jumlah yang sangat banyak dan biasanya akan menyerang kornea sampai menyebabkan kebutaan permanen.

Komplikasi Peradangan Kornea

  1. Peradangan pada kornea mata ternyata bisa menyebabkan komplikasi yang sangat berbahaya. Komplikasi ini akan menyebabkan lapisan kornea menjadi lebih tebal, muncul luka robekan yang bisa menyebabkan peradangan menyebar sampai ke bola mata.
  2. Luka atau peradangan pada kornea juga bisa menyebabkan mata mengalami penurunan fungsi sehingga pandangan mata kabur sampai menyebabkan kebutaan.

Cara Mencegah Peradangan Kornea Mata

  1. Lepas lensa kontak. Jika Anda menggunakan lensa kontak maka usahakan untuk melepaskan lensa kontak sebelum tidur, berenang dan aktifitas lain yang membuat mata harus terpejam dalam waktu lama.
  2. Perawatan lensa kontak. Jika Anda menggunakan lensa kontak maka rawat lensa kontak secara rutin dengan cairan pembersih dan jaga kebersihan tangan ketika menggunakan lensa kontak.
  3. Jangan menggunakan lensa kontak yang sudah kadaluarsa.
  4. Hindari kebiasaan mengucek mata dalam waktu lama.
  5. Hindari kebiasaan menggunakan obat tetes mata tanpa resep dokter.
  6. Saat mata sakit maka langsung periksa ke dokter mata Anda.

Itulah semua gejala radang kornea mata dan perawatannya. Mengingat penyakit ini bisa dicegah maka lebih baik untuk mencegah sejak awal dan hindari menggunakan obat mata bebas.

, ,



Oleh :