Sponsors Link

Glaukoma : Penyebab – Gejala – Pengobatan

Sponsors Link

Glaukoma adalah salah satu jenis penyakit mata yang dapat menyebabkan gangguan penglihatan dan penyebab kebutaan mata. Glaukoma terjadi karena kerusakan saraf mata. Saraf mata merupakan sekumpulan serat saraf yang menjadi penghubung retina ke otak.

ads

Glaukoma biasanya disebabkan oleh tingginya tekanan bola mata. Hal ini dapat disebabkan karena peredaran cairan mata tidak selancar biasanya di dalam mata. Cairan mata ini disebut aqueous humor yang mengalir melalui saluran mesh (saluran yang berada di sudut antara iris dan kornea). Apabila saluran ini tersumbat, maka cairan menumpuk dan menyebabkan glaukoma. Orang tua dapat menurunkan glaukoma pada anak. Penyebab glaukoma lainnya adalah cedera tumpul, paparan bahan kimia, infeksi mata berat, penyumbatan pembuluh darah di mata, peradangan mata, atau terkadang karena operasi mata untuk memperbaiki penyakit mata lainnya.

Penyebab Glaukoma

Penyebab glaukoma berbeda-beda karena tergantung dari jenisnya. Penyebab glaukoma berdasarkan jenisnya adalah:

  1. Glaukoma sudut terbuka

Penyebab glaukoma sudut terbuka adalah adanya penyumbatan parsial di trabeculae meshwork, sehingga menyebabkan penumpukan cairan dan meningkatkan tekanan bola mata.

  1. Glaukoma sudut tertutup

Penyebab glaukoma sudut tertutup adalah penyumbatan yang terjadi akibat sudut drainase yang tertutup atau iris menonjol dan menyumbat drainase cairan.

  1. Glaukoma tekanan normal

Penyebab glaukoma ini bukanlah tekanan bola mata, tetapi belum diketahui secara persis. Kerusakan saraf mata umumnya disebabkan aliran darah yang buruk atau hipersensitivitas. Penumpukan lemak dapat mengakibatkan aliran darah yan buruk, atau disebut aterosklerosis.

  1. Glaukoma sekunder

Glaukoma sekunder disebabkan karena kondisi kesehatan lain atau obat-obatan. Hal tersebut dapat berupa diabetes yang tidak terkontrol atau tekanan darah tinggi. Obat golongan kortikosteroid adalah jenis obat yang dapat menyebabkan glaukoma.

  1. Glaukoma kongenital

Tekanan pada bola mata dari glaukoma kongenital disebabkan adanya kelainan pada saat bayi baru lahir. Drainase dan saraf mata lebih sensitif dapat berasal dari kecacatan tersebut.

Gejala Glaukoma

Gejala glaukoma tergantung pada jenis glaukoma yang diderita oleh penderita. Gejala yang muncul dari setiap jenis glaukoma yakni:

  1. Glaukoma sudut terbuka

Glaukoma sudut terbuka atau wide-angle glaucoma biasanya perjalanan penyakit terjadi secara perlahan dan diawali dengan tidak dapat melihat di area pandang kiri atau kanan atau atas atau bawah. Hal tersebut selanjutnya dilanjutkan dengan kehilangan penglihatan atau seperti terasa melihat dari terowongan (tunnel vision). Pada glaukoma jenis ini penampakan strukutur mata tampak normal, tetapi cairan dalam mata tidak mengalir dengan baik melalui saluran mata.

  1. Glaukoma sudut tertutup

Glaukoma sudut tertutup disebut juga glaukoma sudut sempit atau glaukoma akut. Glaukoma jenis ini muncul mendadak dan lebih berbahaya dari glaukoma kronis. Penderita glaukoma akut akan mengalami mata merah, pusing, mual, dan muntah.

  1. Glaukoma kongenital

Glaukoma kongenital (bawaan lahir) adalah glaukoma yang terjadi pada bayi yang baru lahir. Kondisi tekanan pada bola mata ini dapat diketahui setahun pertama kehidupan.

  1. Glaukoma sekunder

Glaukoma sekunder disebabkan oleh penyakit lain. Gejalanya mirip dengan glaukoma jenis lainnya.

Sponsors Link

Pengobatan Glaukoma

Ada beberapa metode pengobatan glaukoma untuk menghindari kebutaan. Jenis pengobatan yang biasanya dilakukan adalah:

  1. Obat tetes mata

Obat tetes mata untuk glaukoma hanya dapat diperoleh dengan resep dokter. Jenis dan dosisnya akan ditentukan sesuai dengan tingkat keparahan glaukoma yang diderita pasien. Jenis obat tetes ata yang biasanya sering diresepkan dokter adalah golongan analog prostaglandin, golongan antagonis β-adrenergik, dan golongan parasimpatomimetik.

  1. Obat minum

Terdapat dua pilihan obat minum, yaitu:

  • Golongan inhibitor karbonik anhydrase, misalnya acetazolamide. Obat ini biasanya hanya digunakan untuk terapi singkat glaukoma kaut. Namun, obat inni pada beberapa kasus dapat diberikan dalam jangka waktu yang panjang untuk pasien yang tidak dapat menjalani operasi dan tidak dapat diobati menggunakan obat tetes mata.
  • Golongan hiperosmotik, misalnya glisero. Obat golongan ini bekerja dengan menarik cairan bola mata ke dalam pembuluh darah. Pemberian obat ini hanya dilakukan pada kasus akut dan dalam jangka waktu singkat atau hitungan jam.

Efek samping dari obat minum lebih tinggi daripada obat tetes mata, sehingga obat minum kurang direkomendasikan sebagai pengobatan dari kondisi ini.

  1. Laser

Terdapat dua jenis laser yang dapat dilakukan untuk menguras kelebihan cairan dari bola mata, yaitu:

  • Trabekuloplasti, biasanya dilakukan untuk penderita glaukoma sudut terbuka. Tindakan ini membantu agar sudut yang menjadi tempat drainase bisa bekerja secara lebih mkasimal.
  • Iridiotami, biasanya dilakukan untuk penderita glaukoma sudut tertutup. Iris akan dilubangi dengan menggunakan sinar laser supaya cairan dapat mengalir dengan lebih baik.
  1. Operasi

Operasi umumnya dilakukan pada kasus yang sudah tidak dapat diperbaiki dengan obat-obatan. Operasi umumnya berlangsung selama 45 – 75 menit. Jenis operasi glaukoma yang umum dilakukan adalah trabekulektomi dan alat drainase glukoma. Perawatan setelah operasi glaukoma perlu dilakukan dengan baik agar mendapat hasil maksimal.

Anda perlu mendisuksikan dengan dokter sebelum memutuskan jenis pengobatan yang tepat untuk glaukoma yang Anda derita. Semoga artikel ini bermanfaat. Jaga selalu kesehatan mata Anda dengan mengonsumsi makanan penurun tekanan bola mata dan makanan untuk menjaga kesehatan mata.

, , ,



Oleh :