Sponsors Link

Glaukoma Pada Anak di Bawah 1 Tahun : Penyebab – Gejala – Perawatan

Sponsors Link

Glaukoma pada anak menjadi penyakit yang sangat mengerikan karena bisa berdampak kebutaan pada anak-anak. Jenis glaukoma ini tidak hanya pada orang dewasa atau lanjut usia tapi justru pada anak yang berusia dibawah satu tahun. Selain dinamakan glaukoma anak juga disebut dengan PCG atau primary congenital glaucoma. Penyakit ini akan menyebabkan cairan yang sangat tinggi pada mata sampai menyebabkan tekanan pada saraf mata sehingga akhirnya mengalami kerusakan.

ads

Penyakit ini biasanya langsung ditemukan pada bayi yang baru lahir namun ada juga yang ditemukan saat sudah berusia satu tahun. Kondisi penyakit ini akan membuat saluran drainase mata menjadi tidak normal. Mata akan mengeluarkan banyak cairan bening yang juga disebut dengan aqueous humor. Aliran air ini akan keluar dari bagian belakang iris kemudian akan masuk ke saringan yang berbentuk anyaman dan akhirnya kembali ke darah.

Kondisi ini kemudian akan membuat daerah anyaman trabekular mengalami penurunan fungsi dan menganggu aliran dari aqueous humor. Tekanan yang terus menerus tinggi kemudian akan merusak sistem saraf optik yang kemudian menyebabkan glaukoma. Dampak serius dari penyakit ini adalah kebutaan pada anak. Berikut ini akan kami jelaskan mengenai glaukoma pada anak di bawah 1 tahun termasuk penyebab, gejala dan perawatan.

Penyakit Umum Atau Tidak?

Jenis penyakit mata seperti glaukoma pada anak sebenarnya bisa terjadi pada anak mulai dari bayi sejak lahir sampai usia 3 tahun. Kondisi ini paling sering ditemukan pada satu diantara 10 ribu persalinan. Kondisi penyakit ini jika tidak dirawat maka bisa menyebabkan kebutaan permanen. Sementara itu jika dirawat dengan baik dan tepat maka bisa mengurangi risiko kebutaan dan bisa membuat anak mendapatkan penglihatan yang lebih baik.

Gejala

  1. Epifora. Dimana mata akan mengeluarkan cairan terus menerus dan akan terasa pedih di waktu yang bersamaan.
  2. Photophobia. Kondisi ini akan membuat mata menjadi sangat tertekan pada saat terkena cahaya sehingga selalu menjadi silau secara berlebihan saat terkena cahaya.
  3. Blepharospasm. Kondisi ini yang akan membuat kelopak mata mengalami kejang yang sangat parah sehingga mata juga akan terganggu.
  4. Ukuran lebih besar. Jika dilihat lagi maka mata memiliki ukuran yang lebih besar karena mendapatkan tekanan yang cukup kuat.
  5. Ada awan pada mata. Awan bisa terlihat dengan jelas atau tidak dan terkadang hanya anak penderita yang melihat awan ini.
  6. Juling. Ketika kondisi sudah cukup buruk maka bisa menyebabkan mata menjadi juling dimana salah satu sisi mata terlihat lebih ke atas dibandingkan sisi mata yang lain.

Kapan Periksa Ke Dokter

Glaukoma pada anak memang bukan termasuk sebagai penyakit mata yang menular . Namun ketika anak sudah menunjukkan gejala tersebut maka segera bawa ke dokter mata untuk diperiksa. Terkadang memang anak bisa menunjukkan gejala dengan cepat dan terkadang juga tidak. Jadi orang tua harus waspada jika muncul satu gejala saja. Jangan menunda pemeriksaan karena bisa membuat kondisi mata anak berada dalam kondisi berbahaya.

Penyebab

  1. Riwayat keluarga. Glaukoma memang termasuk penyebab kebutaan mata. Penyakit ini bisa dipengaruhi dari riwayat dalam keluarga dimana salah satu keluarga dari orang tua bayi memiliki kondisi penyakit ini. Riwayat penyakit ini bahkan bisa menurun jika salah satu anak dalam keluarga sudah menderita glaukoma.
  2. Laki-laki. Anak laki-laki ternyata lebih rentan dengan kondisi penyakit ini. Hal ini bisa membuat mata anak mengalami glaukoma baik itu dari satu sisi mata atau kedua mata sekaligus.

Diagnosa

Pada dasarnya  penting untuk segera membawa bayi atau anak ke dokter jika sudah muncul gejala glaukoma. Setelah melihat dan mengawasi respon mata anak maka dokter akan melakukan pemeriksaan seperti:

  1. Waktu pemeriksaan. Bayi atau anak-anak biasanya diperiksa ketika bayi atau anak sedang mengantuk. Ini sangat penting untuk memudahkan dokter ketika memeriksa mata anak dan anak tidak terlalu banyak bergerak. Terkadang jika sulit dilakukan maka bisa diberi bantuan dengan obat penenang atau bius.
  2. Tes objek mata. Tes ini dilakukan untuk memeriksa fokus anak atau bayi dengan membuat mata mengikuti objek yang bergerak di dekat mata. Dokter akan mengawasi selama proses ini.
  3. Tes pengukuran bias. Kemudian dokter akan melakukan pemeriksaan dengan tes. Tes ini akan membuat dokter bisa tahu jika anak atau bayi mengalami rabun dekat, rabun jauh dan bahkan kondisi lain. Biasanya karena tekanan saraf mata yang sangat tinggi maka bisa menyebabkan mata terkena rabun jauh. Terkadang kondisi ini juga menyebabkan luka atau goresan pada bagian kornea mata.
    Sponsors Link

  4. Pemeriksaan tonometer. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui tekanan mata atau pembesaran mata. Caranya adalah dengan mengukur diameter kornea mata dengan jangka yang lengkung. Lalu jarak mata diperiksa dengan pemeriksaan ultrasonografi. Pemeriksaan ini akan membuat dokter tahu mengenai kondisi mata berkabut, retak pada kornea dan tekanan pada mata.
  5. Pemeriksaan gonioskopi. Tes ini dilakukan dengan lensa kontak khusus. Tes ini sangat penting untuk mengetahui kondisi anyaman trabekular yang memiliki beberapa kondisi seperti membuka, menyempit, dan menutup.
  6. Pemeriksaan oftalmoskopi. Ini adalah pemeriksaan yang akan melihat kerusakan pada saraf optik mata. Pemeriksaan ini akan melihat bagian pupil bisa bekerja dengan normal atau tidak.

Perawatan

  1. Tindakan operasi. Biasanya dokter akan menyarankan untuk operasi namun jika anak masih sangat kecil dan berisiko menerima obat bius maka operasi bisa ditunda. Metode dan jenis operasi akan disesuaikan dengan diagnosa dokter.
  2. Selama belum menerima perawatan dengan operasi maka dokter akan memberikan obat tetes mata. Terkadang kombinasi obat minum juga diperlukan untuk mencegah tekanan pada mata agar tidak berlebihan.
  3. Prosedur operasi untuk membuka saluran drainase. Jika ternyata dokter menemukan banyak cairan yang menumpuk maka dokter akan melakukan operasi untuk membuka saliran. Terkadang juga diperlukan pemasangan katup atau pipa yang membuat cairan dari mata bisa keluar.
  4. Tindakan operasi laser. Jika ternyata beberapa metode tidak berhasil maka operasi dengan laser juga diperlukan. Tindakan operasi ini memang berisiko namun bisa membantu mengontrol tekanan pada bagian mata.

Itulah keterangan lengkap tentang glaukoma pada anak di bawah 1 tahun termasuk penyebab, gejala dan perawatan.  Pada dasarnya semua orang tua perlu untuk melihat gejalanya dan segera membawa ke dokter terdekat.

, , , ,
Oleh :