Sponsors Link

Penggunaan dan Fungsi Kacamata untuk Bayi Katarak

Sponsors Link

Kendati terkenal sebagai penyakit seseorang dengan usia lanjut, katarak nyatanya juga bisa menyerang anak bayi atau balita. Meski, kemungkinan gangguan mata ini terjadi cukup kecil. Kendati demikian, dampaknya cukup besar bagi kesehatan mata bayi terutama jika orang tua tidak mampu menyadari ciri-ciri mata katarak pada bayi sehingga muncul pengabaian. Katarak pada bayi yang tidak lekas ditindaklanjuti akan berpengaruh pada kesehatan matanya, bahkan bisa berakhir pada kebutaan.

ads

Penyebab katarak pada bayi atau katarak kongenital yang utama adalah adanya gangguan kehamilan pada usia 3 bulan. Gangguan-gangguan tersebut bisa merupakan infeksi virus rubella, terpapar toxoplasma dan cytomegalovirus. Beberapa penyakit dan gangguan lain juga bisa menjadi penyebabnya yakni trauma yang dialami ibu, diabetes, masalah metabolisme, reaksi obat, serta faktor keturunan.

Katarak pada bayi terdiri dari empat jenis yang berbeda yakni:

  • Katarak nuklear
  • Katarak posteri
  • Carulean cataracis
  • Katarak polar anterior

Katarak-katarak tersebut bisa disembuhkan baik melalui tindakan operasi maupun tanpa operasi. Tindakan operasi biasanya dilakukan dengan cara mengangkat lensa mata bayi yang keruh atau katarak lantas menggantinya dengan lensa buatan.

Selepas penyembuhan dengan tindakan operasi, mata bayi harus terjaga dengan baik dan mendapatkan perawatan tersebut. Bisa jadi, bayi atau anak balita Anda diwajibkan untuk menggunakan lensa kontak atau kacamata untuk bayi katarak.

Berbeda dengan tindakan operasi mata pada orang dewasa, tindakan operasi pengangkatan katarak pada biasanya dilakukan dengan prosedur general anaesthetic atau pembiusan secara menyeluruh. Dengan demikian ketika bayi Anda menjalani operasi, bayi akan berada dalam keadaan tidak sadar. Tindakan operasi biasanya dilakukan selama 1-2 jam dan dilakukan oleh ophthalmologist atau dokter spesialis mata.

Penggunaan intraocular lens (IOL) biasanya dimaksudkan sebagai implan untuk mengganti lensa mata bayi yang diangkat karena mengalami katarak. Sebab, lensa mata memiliki fungsi yang cukup penting yakni untuk memfokuskan pandangan manusia. Namun, pada bayi dan balita penggunan intraocular lens biasanya diganti dengan lensa kontak atau kacamata sebagai pengganti pengangkatan lensa mata yang terkena katarak. Penggunaan lensa kontak atau kacamata biasanya berlangsung selama satu hingga dua minggu.

Penggunaan lensa kontak dan kacamata biasanya lebih direkomendasikan untuk bayi dengan usia di bawah satu tahun. Sebab, pada bayi yang belum genap dua belas bulan, terdapat risiko yang besar dengan penggunaan implan intraocular lens dan dikhawatirkan memicu komplikasi yang lebih parah.

Selama proses perawatan, bayi biasanya akan dipakaikan kacamata untuk bayi katarak atau pelindung mata transparan untuk melindunginya dari berbagai gangguan. Sebab, bayi belum memiliki kesadaran yang cukup untuk melindungi diri mereka sendiri. Selain dipakaian sebagai kompensasi karena pengangkatan lensa mata, penggunaan kacamata untuk bayi katarak juga dimaksudkan untuk melindungi mata bayi dari berbagai gangguan.

Penggunaan kacamata untuk bayi katarak barangkali pada awalnya akan terasa sulit. Bayi kerap tidak nyaman menggunakan barang-barang tertentu, terutama kacamata yang dilekatkan di bagian wajahnya. Namun, kacamata adalah satu-satunya cara untuk mengoreksi penglihatan bayi karena pengangkatan lensa matanya. Sementara, penggunaan lensa mata buatan untuk bayi dan balita masih dalam perdebatan karena alasan kesehatan dan keselamatan.

Penggunaan kacamata memiliki keuntungan lain jika bayi atau balita Anda mengalami kondisi amblyopia. Kondisi ini ditandai dengan perbedaan kekuatan mata bayi Anda. Dalam beberapa kasus, katarak kongenital pada bayi bisa menyerang satu atau dua mata sekaligus. Sehingga, masing-masing mata bayi Anda perlu mendapatkan perawatan yang berbeda. Kondisi di mana salah satu mata Anda memiliki kemampuan memandang yang lebih kuat dari yang lain bisa diatasi oleh dokter.

Pada kondisi lain seperti seorang bayi yang menderita bilateral cataracts, umumnya mereka direkomendasikan untuk menggunakan kacamata untuk bayi katarak atau balita khusus yang berfungsi sebagai kacamata baca. Kacamata tersebut akan memfasilitasi perbedaan jarak pandang antara satu mata dengan yang lainnya.

Selepas perawatan di rumah sakit selama beberapa hari, bayi yang telah melewati tindakan operasi tetap harus menggunakan kacamata ketika pulang ke rumah. Bayi atau balita pada usia muda biasanya akan kembali pulih pada waktu yang cukup cepat. Beberapa balita yang lebih tua biasanya perlu penyesuaian yang lebih lama. Hal ini disebabkan karena munculnya rasa sakit atau gatal di area mata setelah tindakan operasi. Agar mata bayi Anda tetap terjaga kesehatannya, bayi tidak cukup hanya menggunakan kacamata. Anda akan diresepkan obat tetes mata  dengan aturan tepat oleh dokter.

Selain katarak kongenital, Anda juga harus awas dengan gangguan mata pada bayi lainnya seperti mata bayi kuning dan belekan tanpa mengabaikan kesehatan mata Anda sendiri. Gangguan mata pada orang dewasa bisa jadi lebih kompleks.

, , , ,



Oleh :
Kategori : Pengobatan