Sponsors Link

Katarak : Penyebab – Gejala – Jenis – Pengobatan

Sponsors Link
katarak

Katarak merupakan salah satu jenis-jenis penyakit mata dengan kondisi lensa mata yang mengalami kekeruhan dan berawan yang dapat terjadi di salah satu atau kedua mata. Katarak menyebabkan gangguan penglihatan serta kebutaan di Indonesia bahkan di dunia.

ads

Katarak sangat dipengaruhi oleh faktor usia karena merupakan proses degeneratif. Walaupun katarak juga dapat dipengaruhi oleh faktor genetika atau infeksi sehingga dapat diderita oleh bayi atau anak-anak. Menurut Departemen Kesehatan tahun 2016, lebih dari 50 persen masyarakat mengalami kebutaan disebabkan oleh katarak. Diperkirakan setiap tahunnya kasus buta akibat katarak akan selalu bertambah 0,1% dari jumlah penduduk per tahun.

Survei yang diadakan di tiga provinsi yaitu NTB, Jawa Barat, dan Sulawesi Selatan menggunakan metode Rapid Assessment of Avoidable Blindness (RAAB) pada tahun 2013-2014 didapatkan prevalensi kebutaan terjadi pada masyarakat usia >50 Tahun dan 3,2% disebabkan karena katarak.

Gejala awal dari katarak tidak menggangu penglihatan dan berkembang secara perlahan-lahan hingga membentuk seperti awan yang dapat menjadi penyebab pandangan mata tidak fokus. Cahaya terang dan kacamata dapat membantu dalam mengurangi efek yang diberikan oleh katarak. Namun, ketika katarak yang dimiliki sudah mengganggu aktivitas sehari-hari alangkah baiknya jika diperiksakan ke dokter mata. Apalagi saat ini pemerintah sudah memberikan pelayanan dalam penanganan katarak yaitu berupa operasi katarak.

Lensa mata merupakan objek yang berbentuk bikonveks transparan yang dapat membiaskan dan memfokuskan cahaya sehingga dapat jatuh tepat di retina. Lensa manusia terdiri dari serat epitel yang dilapisi kapsul tipis yang dijaga oleh zonula di kedua sisi. Kekeruhan dari lensa merupakan akibat langsung dari stres oksidatif. Sel-sel epitel pada lensa memiliki sifat yang aktif dalam metabolisme sehingga mengalami oksidasi saat metabolisme sedang terjadi.

Sel-sel kemudian bermigrasi ke pusat lensa untuk membentuk serat lensa yang secara progresif terkompresi dan membentuk serat lensa yang secara perlahan akan menghasilkan sclerosis yang mengarah pada kekeruhan. Penyebab katarak paling sering adalah akibat adanya proses penuaan yang merubah struktur jaringan yang ada di lensa mata. Beberapa kasus katarak juga dapat disebabkan oleh faktor genetik yang menyebabkan kongenital katarak. Selain proses penuaan dan faktor genetik terdapat beberapa faktor resiko lain yang dapat menyebabkan katarak, seperti hipertensi, diabetes, merokok, stres oxidatif, hiperlipidemia dan hiperkolesterolemia, dan traumatik.

Berdasarkan lokasi kekeruhan dalam lensa, katarak yang berkaitan dengan usai dapat diklasifikasikan menjadi nuklear, subkapsular posterior dan kortikal. Selain itu terdapat katarak yang disebabkan saat lahir atau kongenital. Berikut penjelasan jenis-jenis katarak:

  • Katarak Nuklear

Katarak nuklear menyerang pada bagian tengah lensa mata. Pada awalnya, katarak nuclear dapat menyebabkan rabun jauh. Namun seiring perkembangan waktu, lensa secara bertahap dapat berubah menjadi lebih padat kuning dan semakin mengaburkan penglihatan. Saat katarak perlahan berkembang

  • Katarak Kortikal

Katarak kortikal menyerang pada bagian tepi dari lensa. Katarak ini dimulai dari kekeruhan berwarna putih berbentuk baji atau goresan pada tepi luar korteks lensa. Ketika perlahan-lahan berkembang, garis-garis tersebut akan melebar ke tengah dan mengganggu cahaya yang melewati bagian tengah lensa.

  • Katarak Posterior Subscapular

Katarak ini menyerang bagian belakang lensa. Katarak ini dimulai sebagai area kecil dan keruh yang biasanya terbentuk di dekat bagian belakang lensa, tepat di jalur cahaya. Katarak posterior subscapular sering mengganggu dan mengurangi penglihatan. Sering kali menyebabkan silau atau lingkaran cahaya di sekitar lampu di malam hari. Jenis katarak ini cenderung berkembang lebih cepat daripada jenis lainnya.

Sponsors Link

  • Katarak Kongenital

Katarak kongenital merupakan katarak yang terjadi sejak baru lahir. Beberapa bayi dilahirkan dengan katarak atau berkembang selama masa kanak-kanak. Penyebab katarak pada bayi ini mungkin bersifat genetik, atau terkait dengan infeksi atau trauma saat mengandung. Katarak ini juga mungkin disebabkan oleh kondisi tertentu, seperti distrofi miotonik, galaktosemia, atau rubella. Katarak kongenital tidak selalu memengaruhi penglihatan, tetapi jika itu terjadi, katarak biasanya dihilangkan segera setelah deteksi.

Pada awalnya penderita katarak tidak merasakan adanya perubahan pada fungsi penglihatan. Hal ini disebabkan karena perkembangan dari katarak lambat dan baru terdeteksi ketika melakukan pemeriksaan penyakit lain. Gejala dan tanda yang umum pada katarak seperti:

  • Pandangan yang kabur dan berawan
  • Susah melihat pada malam hari atau ruang gelap
  • Sensitivitas terhadap cahaya
  • Melihat lingkaran disekitar cahaya
  • Sering mengganti lensa pada kacamata
  • Penglihatan ganda dan kabur pada satu mata

Saat pertama, pandangan yang berawan dan kabur yang disebabkan oleh katarak berdampak pada sebagian kecil lensa mata dan tidak kemampuan mata lainnya tidak ada tanda. Saat katarak yang berkembang semakin lama dapat mengakibatkan kabur pada pandangan mata. Lensa mata akan terdistorsi saat melewati lensa dan ini dapat  menimbulkan gejala yang terlihat.

Jika gejala katarak tidak terlalu mengganggu dalam berkegiatan sehari-hari maka tidak perlu menghapus katarak, mungkin hanya perlu resep kacamata baru untuk membantu dalam melihat lebih baik. Untuk melakukan operasi harus mempertimbangkan syarat operasi katarak dengan dokter mata anda. Apakah pembedahan tepat untuk anda karena banyak dokter akan mempertimbangkan operasi ketika katarak sudah mempengaruhi keseharian dalam berkegiatan.

Namun, terserah anda ataupun dokter dalam memutuskan untuk tindak operasi karena kebanyakan orang tidak terburu-buru untuk mengeluarkan katarak. Oleh karena tidak membahayakan mata. Namun, katarak dapat memburuk lebih cepat pada penderita diabetes. Jika Anda memilih untuk tidak menjalani operasi katarak sekarang, dokter mata Anda dapat merekomendasikan jadwal untuk berkonsultasi untuk melihat perkembangan dari katarak.

Saat ini masih belum ada studi yang membuktikan cara untuk mencegah atau memperlambat perkembangan dari pembentukan katarak. Namun, dokter menyarankan beberapa hal yang dapat meringankan perkembangan katarak. Rajin periksa mata merupakan salah satu hal yang dapat mengetahui apakah anda terkena katarak atau tidak. Memeriksakan mata secara dini akan bertujuan untuk deteksi dini sehingga mengetahui secara dini. Selain itu, menjalani hidup sehat seperti memakan buah-buahan, berhenti merokok, dan mengurangi konsumsi alkohol.

, ,