Sponsors Link

Mata Bengkak Pada Anak: Penyebab, Bahaya, dan Cara Mengatasi

Sponsors Link

Sebagai orang tua, tentu ingin agar anaknya selalu sehat dan terhindar dari berbagai penyakit. Padahal anak-anak, terutama yang masih kecil identik lebih aktif dan selalu penasaran dengan berbagai hal. Jadi ada baiknya orangtua selalu mengawasi kegiatan anak agar tidak sampai terkena virus atau bakteri maupun hal lainnya yang bisa menimbulkan penyakit.

ads

Baca juga: Jenis Penyakit Mata pada Anak.

Pada artikel kali ini akan dibahas mengenai cara pengatasan apabila orangtua menemui adanya pembengkakan pada mata anaknya. Penyakit mata merupakan hal yang sangat riskan bila sampai terjadi pada anak, karena selain mengganggu penglihatan, anak juga tidak bisa bergerak bebas serta mengganggu menerima pelajaran di sekolah. berikut ini beberapa penyebab mata bengkak pada anak yang perlu setiap orang tua ketahui:

1. Infeksi

Pembengkakan pada mata karena infeksi biasanya timbul saat pasien terserang penyakit konjungtivitis dan hordeolum (bintitan). Pembengkakan pada konjungtivitis disebabkan oleh adenovirus dan menimbulkan peradangan pada konjungtiva yang akan mempengaruhi bagian mata yang berwarna putih.

Sedangkan pada hordeolum, pembengkakan disebabkan karena bakteri yang menyebabkan penyumbatan pada kelenjar minyak yang terletak pada tepi kelopak mata. Kelenjar ini bertugas untuk memproduksi minyak tetapi karena adanya infeksi bakteri staphylococcus aureus maka kelenjar itu menjadi tersumbat sehingga minyak yang tidak keluar menyebabkan pembengkakan pada kelopak mata (umumnya kelopak mata bagian atas). Gejala lain yang sering timbul adalah mata tampak kemerahan.

2. Trauma pada Mata (Cidera Mata)

Trauma pada mata dapat terjadi saat mata anak karena terkena benda tumpul, benturan yang sangat kuat, berkontak langsung dengan zat kimia, dan masuknya benda asing ke dalam mata. Selain menyebabkan pembengkakan, trauma mata juga dapat menyebabkan retaknya orbital yang ditandai dengan nyeri, penglihatan memburuk (suatu objek terlihat menjadi ganda), pembengkakan dan memar pada mata. Sedangkan efek yang bisa muncul dari paparan kimia antara lain pembengkakan pada mata, kemerahan pada mata, dan rasa sakit yang terus menerus pada mata. Baca juga: Penyakit Mata Akibat Radiasi Hp.

3. Alergi

Alergi dapat menimbulkan beberapa gejala seperti mata gatal, kemerahan, bengkak dan berair. Pembengkakan pada mata muncul karena sistem kekebalan tubuh memproduksi histamin. Histamin adalah zat yang diproduksi oleh kekebalan tubuh saat mata berkontak langsung dengan penyebab alergi. Pembengkakan karena alergi ini biasanya muncul pada pasien konjungtivitis alergi. Penyebab munculnya alergi ada banyak diantaranya: tungau debu rumah, serbuk sari, bulu hewan, makanan, zat kimia, obat tetes mata, dan penggunaan lensa kontak. Baca juga: Alergi Mata pada Anak.

4. Sengatan Serangga

Ada beberapa serangga yang sengatannya dapat menyebabkan mata bengkak, contohnya: lebah dan tawon.             Sengatan serangga juga dapat memacu timbulnya syok anafilatik. Syok anafilatik adalah reaksi alergi yang dapat mengancam nyawa pasien, diawali dengan timbulnya gejala mual, muntah, dan sakit didaerah perut dan menimbulkan reaksi yang berkembang cepat jadi jangan remehkan gigitan serangga pada mata anak Anda.

Gigitan serangga ini bukan hal yang sepele dan harus ditangani segera agar tidak memunculkan kemungkinan komplikasi lainnya, terutama pada mata dapat terjadi kebutaan. Sengatan serangga tidak hanya dapat menyebabkan pembengkakan pada mata tetapi juga dapat menimbulkan gejala-gejala lain, seperti: sulit bernafas, pusing, dan nyeri pada perut.

Gigitan serangga memiliki racun dan cairan yang menyebabkan munculnya berbagai gejala-gejala seperti diatas terutama pembengkakan yang terjadi. Efek ringan yang muncul karena gigitan serangga adalah timbul rasa gatal dan kulit menjadi kemerahan, sedangkan efek yang berat dapat menyebabkan pembengkakan pada mata, konjungtiva, dan kornea. Baca juga: Penyakit Mata Ablasio.

5. Kutu

Kutu dapat menyebabkan terjadinya blefaritis yang salah satu efeknya adalah terjadi pembengkakan pada kelopak mata. Kutu ini biasanya menyerang anak-anak terutama pada bagian kelopak mata, jadi awasi kebersihan kelopak mata anak Anda agar tidak memacu munculnya penyakit blefaritis. Baca juga: Manfaat Buah Rimbang untuk Mata.

Sponsors Link

Bahaya Mata Bengkak pada Anak

Munculnya pembengkakan pada mata dipicu oleh beberapa faktor seperti yang dijelaskan diatas namun terkadang pembengkakan tidak hanya disebabkan oleh ke-empat faktor di atas tetapi juga bisa menandakan adanya penyakit mata lain. Ada beberapa penyakit mata yang harus diwaspadai karena ditandai oleh munculnya pembengkakan mata pada anak Anda:

1. Konjungtivitis

konjungtivitis pada anakKonjungtivitis adalah peradangan mata yang menyerang konjungtiva karena alergi (tungau, debu, serbuk sari, dan zat kimia), infeksi (virus atau bakteri), dan iritasi (debu, angin, asap, dan polusi udara). Gejala dari konjungtivitis antara lain mata mengeluarkan kotoran yang tidak wajar (pada konjungtivitis karena bakteri kotoran lebih kental dan putih, sedangkan pada konjungtivitis karena virus dan alergi kotoran lebih jernih), pembengkakan pada mata, mata terasa sakit, gatal, berair, nyeri, tidak nyaman (seperti ada benda asing didalam mata), penurunan penglihatan (penglihatan cenderung kabur), dan sensitif terhadap cahaya.

Cara mencegah konjungtivitis supaya tidak mengganggu kesehatan mata anak Anda, antara lain:

  • Jaga kebersihan tangan anak Anda, karena konjungtivitis dapat disebabkan oleh bakteri dan dapat menular saat tangan yang kotor dan terdapat bakteri didalamnya menyentuh bagian mata yang sehat. Jadi ajarkan anak Anda untuk mencuci tangan sebelum atau sesudah menyentuh tangan,
  • jaga anak Anda dari kebiasaan menggosok mata terutama dengan tangan yang kotor, dan
  • hindari kebiasaan berbagi handuk antar penghuni rumah untuk mengurangi kemungkinan menularnya bakteri atau virus.

2. Selulitis Orbitalis

Selulitis OrbitalisSelulitis orbitasi adalah infeksi pada jaringan sekitar bola mata yang disebabkan oleh bakteri yang dapat berasal dari sinus, gigi, aliran darah, dan trauma mata. Khusus pada anak-anak, selulitis orbitalis cenderung disebabkan oleh infeksi sinus karena bakteri hemophilus influenza. Selain disebabkan oleh bakteri yang menyebabkan sinus, infeksi pada jaringan bola mata ini juga seringkali disebabkan oleh bakteri staphylococcus aureus dan streptococcus pneumoniae.

Gejala yang sering muncul dari selulitis orbitalis antara lain: mata terasa nyeri dan terkesan menonjol, terbatasnya pergerakan mata, dan pembengkakan pada kelopak mata dan bola mata. Saat anak Anda menunjukkan gejala pembengkakan kelopak mata dan diikuti dengan gejala-gejala lain seperti yang telah disebutkan sebaiknya para orang tua segera lakukan pemeriksaan kepada dokter spesialis karena selulitis dapat menimbulkan dampak penyakit yang jauh lebih buruk, seperti: kebutaan, infeksi otak, medulla spinalis, dan pembekuan darah pada otak.

Cara mencegah selulitis orbitalis supaya tidak mengganggu kesehatan mata anak Anda, adalah: dengan cara mengobati infeksi yang terjadi pada gigi atau sinus atau infeksi lain agar tidak menyebar hingga menyebabkan infeksi pada jaringan sekitar bola mata. Baca juga: Penyakit Mata Akibat Diabetes.

Sponsors Link

3. Hordeolum (Bintitan)

Hordeolum pada anakHordeolum (bintitan) adalah infeksi yang terjadi pada kelenjar minyak yang terdapat pada kelopak mata karena adanya bakteri sehingga kelenjar minyak tidak dapat berfungsi dengan baik (mengalami penyumbatan). Namun infeksi ini cenderung terjadi di kelopak mata atas karena kelenjar minyak pada kelopak mata atas lebih banyak dibandingkan dibawah.

Bakteri yang cenderung menyebabkan hordeolum ialah bakteri stafilokokus. Gejala yang sering muncul saat anak mengalami hordeolum antara lain: pembengkakan pada kelopak mata, mata merah, nyeri (terutama saat ditekan), dan berair, sensitif terhadap cahaya, dan ada rasa tidak nyaman pada mata (seperti ada benda asing di dalam mata). Hordeolum ini cenderung menular terutama saat tangan yang kotor (terkontaminasi bakteri yang bisa menyebabkan hordeolum) berkontak langsung dengan mata.

Cara mencegah hordeolum supaya tidak mengganggu kesehatan mata anak Anda, adalah: jaga kebersihan tangan anak Anda terutama sesudah menyentuh mata yang sakit dan sebelum menyentuh mata yang sehat dan jaga kebersihan kelopak mata anak Anda. Baca Juga: Penyakit Mata yang Menular.

4. Kalazion

kalazion pada anakKalazion atau chalazion adalah penyakit mata yang ditandai dengan munculnya benjolan pada kelopak atas atau bawah mata tetapi pada umumnya muncul pada kelopak mata bagian atas yang disebabkan penyumbatan kelenjar meibom sehingga terjadi peradangan granulomatosa kronis pada kelenjar meibom. Penyakit mata chalazion lebih sering muncul pada kelopak mata atas karena kelenjar meibom lebih banyak terdapat di palpebra superior dibandingkan inferior.

Kelenjar meibom adalah kelenjar yang  menghasilkan cairan untuk melembabkan bola mata. Jika terjadi peradangan maka kelenjar dapat tersumbat dan cairan tersebut mengeras sehingga menimbulkan benjolan. Peradangan diawali dengan terjadi pembengkakan mata yang sakit dan berkembang dalam waktu beberapa minggu tetapi tidak diiringi tanda-tanda radang akut.

Benjolan pada mata chalazion lebih mengarah ke konjungtiva jadi jika benjolan yang muncul terlalu besar maka dapat mengakibatkan penyakit mata astigmatisma karena bola mata tertekan benjolan dari mata chalazion. Sama seperti hordeolum, kalazion juga bersifat menular terutama pada pasien yang memiliki riwayat penyakit hordeolum dan kalazion.

Gejala dari kalazion antara lain: pembengkakan pada mata tetapi tidak terasa sakit, terdapat benjolan pada kelopak mata, adanya perubahan bentuk bola mata, kelopak mata terasa kaku dan berat, sensitif terhadap cahaya, penurunan kemampuan penglihatan (mata kabur), dan produksi air mata meningkat.

Sama seperti hordeolum cara mencegah kalazion supaya tidak menganggu kesehatan mata anak Anda, adalah: jaga kebersihan tangan anak Anda terutama sesudah menyentuh mata yang sakit dan sebelum menyentuh mata yang sehak, serta jaga kebersihan kelopak mata anak Anda.

5. Blefaritis

Blefaritis pada anakBlefaritis adalah peradangan yang menyerang kelopak mata yang disebabkan oleh bakteri staphylococcus, serpihan kulit, kotoran, inflamasi, infestasi kutu pada kelopak mata, dan kelainan pada kelenjar minyak.

Ada 2 jenis blefaritis yaitu: blefaritis anterior yang menyerang bagian luar kelopak mata karena bakteri staphylococcus dan ketombe, lalu blefaritis posterior yang menyerang bagian dalam kelopak mata karena adanya kelainan pada kelenjar minyak.

ads

Blefaritis diawali dengan produksi minyak berlebih pada kelenjar di kelopak mata yang disenangi oleh bakteri. Blefaritis juga dapat disebabkan oleh penyakit rosasea dan dermatitis seboreik. Penyakit ini ditandai dengan pembengkakan pada kelopak mata, mata merah, terbentuk sisi pada kelopak mata, rasa tidak nyaman pada mata, mata terasa gatal, panas, berair, dan sensitif terhadap cahaya.

Pengobatan untuk blefaritis dapat dilakukan dengan cara menjaga kebersihan pinggiran kelopak mata, menggunakan pembersih khusus (bisa juga sampo bayi), gunakan salep antibiotik atau antibiotik per-oral untuk menghilangkan bakteri, jika ada dermatitis seboroik (ketombe) harus diobati. Baca juga: Penyakit Mata Hipermetropi.

Cara Mengatasi Pembengkakan Mata pada Anak

Cara untuk mengatasi mata bengkak bergantung pada penyebab dari pembengkakan mata itu sendiri. Berikut ini cara mengatasi pembengkakan mata pada anak sesuai dengan penyebabnya masing-masing:

1. Pembengkakan

Kompres mata menggunakan air hangat dan kain yang bersih secara rutin, usahakan untuk tidak berkontak langsung dengan mata (tempat terjadinya pembengkakan) terutama dengan yang kotor, dan gunakan salep anti bengkak. Jika masih belum ada perubahan atau bahkan pembengkakan semakin membesar maka pastikan untuk segera periksakan kesehatan mata anak Anda ke dokter. Baca juga: Manfaat Buah Bit untuk Mata.

2. Trauma pada Mata (Cidera Mata)

Kompres mata menggunakan air dingin dan kain yang bersih dengan lembut dan secara rutin, dan tidur dengan posisi kepala lebih ditinggikan. Pastikan untuk segera mengobati bagian mata anak Anda yang terkena cidera mata dan jangan sampai menghitam karena hitam pada mata hasil trauma menandakan bahwa adanya darah yang menggumpal. Baca juga: Cara Merilekskan Mata.

3. Alergi

Hindari penyebab munculnya alergi dan kompres mata anak menggunakan air bersih dingin untuk memperkecil pembengkakan. Gunakan pengobatan dengan menggunakan bawang putih, caranya:

  • Cuci bersih wajah anak terutama bagian mata.
  • Cuci bersih bawang putih dan potong di bagian ujungnya.
  • Gosok bagian bawah bawang putih yang sudah dipotong pada kelopak mata bawah.

Sebaiknya gunakan air pengobatan dengan air hangat saja, karena pengobatan menggunakan bawang putih ini bisa menimbulkan rasa perih. Jika pembengkakan tidak kunjung berhenti, lakukan pemeriksaan ke dokter. Kemungkinan akan direkomendasikan obat antihistamin untuk mengurangi reaksi yang timbul karena alergi dan anti-inflamasi atau obat tetes mata. Baca juga: Ciri-ciri Mata Belekan.

4. Sengatan Serangga dan Kutu

Bilas sisa cairan racun serangga dengan cairan steril. Lalu perban atau ikat bagian tubuh yang disengat supaya cairan racun dari sengatan tidak akan menyebar ke bagian mata lain. Gunakan obat tetes mata, salep, atau obat anti alergi lain yang sesuai anjuran dokter. Bisa juga menggunakan antibiotik sesuai efek alergi yang muncul. Segera periksa pada dokter jika terjadi kerusakan pada kornea mata. Perban atau ikat bagian tubuh yang disengat supaya cairan racun dari sengatan tidak akan menyebar ke bagian mata lain.

Demikian informasi mengenai penyebab, bahaya dan cara mengatasi mata bengkak pada anak. Bila pembengkakan semakin parah, sebaiknya segera bawa ke dokter mata agar mendapat penanganan yang tepat. jaga selalu kesehatan mata anak Anda agar terhindar dari berbagai penyakit.

, , , , , , , , , ,
Oleh :