Sponsors Link

Apakah Ibu Hamil Dengan Mata Silinder Bisa Melahirkan Normal?

Sponsors Link

Setiap ibu hamil pastinya mengidam-idamkan persalinan normal. Karena selain lebih cepat proses pemulihannya, biaya yang dikeluarkan juga tidak sebanyak pada proses kelahiran caesar. Dan pada ibu hamil dengan mata silinder, apa bisa melahirkan normal?

ads

Ada beberapa kondisi yang menyebabkan ibu hamil tidak bisa melahirkan secara normal, seperti pada ibu hamil penderita tekanan darah tinggi, asma, kasus kelainan letak janin, kelainan pada letak plasenta dan salah satunya yang masih ada pro dan kontra disini adalah pada ibu dengan mata silinder.

Bagi ibu hamil dengan mata silinder atau yang minus nya lebih dari 6 dioptri, perlu berpikir panjang untuk mengambil keputusan melakukan persalinan normal. Karena resiko ibu hamil dengan mata silinder melahirkan normal sangat besar dan juga berbahaya. Meskipun memang mungkin saja resiko yang ditakutkan tidak selamanya terjadi. Namun bukankah lebih baik bagi ibu untuk menghindarinya jika sudah mengetahui akan bahaya resiko  yang mungkin terjadi ? dan pertanyaan yang paling penting adalah, apakah ibu sudah siap jika resiko yang ditakutkan tersebut terjadi ?

Sebagian besar tanggapan dari dokter obgyn dan juga bidan yang saya temui, memang menanggapi dengan jawaban yang sama, bahwa ibu hamil dengan mata silinder atau di atas 6 dioptri dianjurkan untuk melahirkan dengan proses caesar.

Rabun jauh (miopi) atau mata minus ini terjadi karena bola mata terlalu panjang dan lensa mata yang memiliki kecembungan yang terlalu kuat. Sehingga menyebabkan letak titik fokus yang seharusnya jatuh tepat di retina, menjadi jatuh di depan retina. Itulah sebabnya orang-orang bermata minus tidak dapat melihat benda jarak jauh dengan jelas.

Nah, orang yang minusnya sudah tinggi, yaitu di atas 6 dioptri atau yang biasa disebut silinder ini, mengapa lebih rentan terhadap berbagai resiko saat melahirkan normal? Apakah ibu hamil penderita mata minus bisa melahirkan normal? Dan apakah ibu hamil dengan mata silinder bisa melahirkan normal?

Ibu hamil dengan minus tinggi atau silinder, semakin bertambahnya perpanjangan bola mata ke bagian depan, yang hal tersebut semakin menipiskan periferal retina secara paksa. Jadi pada mata silinder retinanya sudah makin menipis atau sudah rentan terhadap robekan. Ditambah lagi, pada saat kontraksi yang terjadi pada ibu yang ingin bersalin tersebut menyebabkan hormon-hormon yang membuat pembuluh darah vasokontriksi meningkat.

Hal ini berpengaruh pada tekanan pembuluh darah sekitar mata yang meningkat juga tekanan nya. Dan saat mengejan, otot-otot mata ikut menguat dan otomatis terjadi penarikan pada retina yang beresiko terjadi ablasio retina. Dengan adanya pemicu, yaitu mengedan yang dilakukan dengan kuat dan juga dilakukan berulang-ulang akan makin memperbesar resiko terjadinya robekan tersebut. Apalagi pada ibu dengan mata silinder yang sudah mengalami penipisan pada retina nya, tentunya retina lebih rentan robek atau terlepas.

Dan bagi ibu dengan mata silinder, berikut resiko jenis-jenis penyakit mata yang mungkin terjadi jika melahirkan secara normal :

1. Ablasio Retina

Resiko pertama yang dapat terjadi pada ibu hamil mata silinder yang melahirkan normal adalah penyakit mata ablasio retina, suatu kondisi dimana retina terlepas dan mengalami robekan.

2. Rusaknya saraf mata

Dengan mata silinder yang dialami oleh ibu, maka semakin ibu rentan mengalami kerusakan pada saraf-saraf mata.

Sponsors Link

3. Kebutaan

Penelitian menunjukkan bahwa ibu hamil yang mempunyai mata minus lebih dari 6 dioptri memiliki resiko lebih tinggi, yaitu sekitar 80% terhadap penyebab kebutaan mata.

Berikut Tips-tips bagi ibu mata silinder jika ingin melahirkan normal :

  • Jauh sebelum persalinan rutin cek ke dokter mata, dan konsulkan soal mata silinder Anda dan juga rencana Anda untuk persalinan normal.
  • Perbanyak mengkonsumsi vitamin dan juga makanan untuk mata silinder yang menyehatkan, seperti Vitamin A, Omega 3, dan juga Anti oksidan. Vitamin dan nutrisi tersebut banyak kandungannya pada wortel, pepaya, melon, markisa, ikan salmon, tuna sarden, kacang-kacangan, sayuran warna hijau tua dan telur.
  • Mengurangi mata silinder dengan tindakan medis yang dianjurkan oleh dokter mata Anda, seperti : lasik, keratotomi radial, atau keratotomi fotorefraktif. Anda dapat melakukan salah satu tindakan medis tersebut yang sesuai dari anjuran dari dokter mata Anda.

Mata silinder ini belum dapat dipastikan penyebab nya. Namun ada beberapa faktor yang dianggap mampu meningkatkan resiko terkena mata silinder ini, yaitu :

Sponsors Link

  • Faktor genetik

Yaitu faktor genetik atau keturunan, faktor ini memegang sekitar 30-35 %. Jadi apabila ibu hamil bermata silinder, bisa jadi bayi nya nanti akan menurun mata silinder dari ibu nya tersebut.

  • Selama di Dalam Rahim

Faktor kedua yang meningkatkan resiko terjadinya mata silinder yaitu riwayat bayi selama dalam rahim ibu, apakah anak tersebut lahir prematur atau postmatur, gizi buruk, obat-obatan yang dikonsumsi ibu selama masa kehamilan dan penyakit infeksi.

Demikian artikel ini saya buat, semoga dapat menjadi tambahan pengetahuan maupun referensi ibu dalam menentukan proses melahirkannya nanti. Semoga bermanfaat.

, , ,