Sponsors Link

Penyakit Mata Ablasio Retina: Penyebab, Gejala dan Penanganannya

Sponsors Link

Ablasio retina adalah kelainan dimana lapisan kerucut dan batang retina terpisah dari koloid yang disebabkan oleh adanya robekan pada retina dan akan menyebabkan retina kekurangan cairan. Ablasio retina ini umumnya sering terjadi pada usia 40-70 tahun, tetapi tidak menutup kemungkinan juga dapat terjadi pada anak-anak dan remaja yang mengalami trauma mata dan miopi sehingga menyebabkan munculnya robekan pada retina. Bahkan ablasio retina dapat menyebabkan cacat penglihatan dan buta permanen.

ads

Ada 3 jenis ablasio retina, diantaranya:

  • Ablasio Retina Regmatogenosa

Munculnya robekan pada retina yang menyebabkan cairan dari badan kaca menjadi mudah masuk ke dalam celah potensial antara sel pigmen epitel dengan retina.

  • Ablasio Retina Eksudatif

Munculnya tarikan pada retina karena adanya penimbunan cairan subretina yang disebabkan oleh keluarnya cairan dari pembuluh darah retina dan koroid. Ablasio jenis ini umumnya terjadi pada pasien yang mengalami peradangan atau tumor intraocular.

  • Ablasio Retina Traksi

Munculnya tarikan pada retina karena jaringan retina lepas yang disebabkan oleh tarikan jaringan perut dan badan kaca sehingga retina terdorong ke luar dari lapisan epitel oleh sambungan jaringan fibrosa dalam badan kaca. Ablasio jenis ini umumnya terjadi pada ibu-ibu pasca melahirkan.

Baca juga: Penyakit Mata HipermetropiPenyakit Mata Astigmatisma.

Penyebab Penyakit Mata Ablasio

1. Faktor Usia

Seiring bertambahnya umur akan terjadi penipisan retina terutama bagi pasien lanjut usia. yang diikuti dengan penyusutan korpus vitreum secara alami dan menyebabkan munculnya robekan pada retina mata. Itulah sebabnya mengapa ablasio retina lebih sering terjadi pada usia 40-70 tahun.

2. Trauma Mata

Pada umumnya pasien ablasio retina berada pada rentang umur 40-70 tahun karena faktor usia, tetapi tidak menutup kemungkinan untuk ablasio retina diderita oleh anak-anak dan remaja. Trauma mata adalah salah satu penyebab ablasio retina mungkin untuk diderita oleh anak-anak dan remaja. Trauma mata yang dapat menyebabkan robeknya retina adalah trauma mata berat. Trauma mata seperti mata terkena mesin, raket, cairan kimia, dan masih banyak lagi trauma mata lainnya yang dapat menyebabkan timbulnya luka dan pendarahan dalam di sekitar retina hingga akhirnya menimbulkan robeknya retina.

3. Menderita Miopi Tinggi (Rabun Jauh)

Miopi adalah penyebab lain ablasio retina dapat menyerang pasien anak-anak dan remaja. Pada penderita miopi (rabun jauh) tinggi dapat terjadi penipisan dan degenerasi di daerah perifer retina, hingga terjadi pengenceran cairan vitreus dan menjadi penyebab timbulnya robekan pada retina. Dan biasanya penyakit ini menyerang pasien miopi yang memiliki dioptri mata diatas 6.

4. Pasca Operasi Katarak

Pasca operasi akan timbul bekas luka yang menyebabkan melemahnya otot mata sehingga tidak mampu menopang saraf-saraf. Keadaan ini akan menyebabkan terjadi peradangan dan pendarahan yang menimbulkan resiko robeknya retina mata. Baca juga: Cara Merilekskan Mata.

Sponsors Link

5. Faktor Genetik

Waspadalah jika kalian memiliki keluarga yang merupakan pasien dari ablasio retina, itu artinya Anda memiliki resiko lebih besar untuk menderita ablasio bahkan di usia muda. Jadi pastikan untuk rajin memeriksa kesehatan mata terutama jika sudah mulai muncul gejala-gejala penyakit ablasio retina, untuk melakukan pencegahan dini.

6. Menderita Peradangan

Peradangan mata yang kronis dapat menyebabkan timbulnya kekeruhan dan garis-garis tipis seperti benang disekitar retina mata sehingga akan membuat kemampuan melihat pasien jadi menurun. Baca juga: Ciri-ciri Mata Belekan.

7. Pengaruh Komplikasi Diabetes

Penderita diabetes biasanya disebabkan oleh mengkonsumsi gula dalam kadar yang tinggi. Pengaruh diabetes dapat menyebabkan sobekan pada retina karena berhubungan dengan mengkonsumsi kadar gula yang tinggi dapat menyebabkan penggumpalan dan penghambatan pada pembuluh darah di mata sehingga dapat terjadi sobekan yang mempengaruhi turunnya kemampuan penglihatan.

Gejala Penyakit Mata Ablasio

  1. Floaters, yaitu melihat benda seperti melayang karena munculnya kekeruhan di vitreus akibat adanya darah.
  2. Photopsia, yaitu melihat kilatan cahaya pada tempat yang tidak memiliki sumber cahaya.
  3. Menurunnya kemampuan penglihatan pada umumnya penderita akan merasa penglihatannya seperti tertutup tirai yang semakin lama semakin luas.
  4. Terdapat tirai tipis yang menyerupai parabola yang naik sedikit demi sedikit secara perlahan hingga menutupi pandangan pasien.
  5. Gejala subjektif yang muncul adalah pasien akan merasa seperti ada tirai yang menutupi sebagian pandangan.
  6. Gejala objektif yang muncul adalah dengan menggunakan bantuan oftalmoskop akan terlihat retina berwarna abu-abu dengan lipatan berwarna putih.

Baca juga: Jenis Penyakit Mata pada Anak.

Sponsors Link

Cara Mengatasi Penyakit Mata Ablasio

Metode penyembuhan penyakit mata ablasio retina ini dipilih sesuai dengan besar kecilnya robekan yang terjadi pada mata. Jadi untuk melakukan metode yang tepat pastikan untuk konsultasi dengan dokter terlebih dahulu! Berikut ini metode yang bisa dilakukan untuk menyembuhkan robekan pada mata pasien ablasio:

  • Bedah laser dilakukan untuk menangani ablasio retina serosa sehubungan proses inflamasi yang menimbulkan cairan subretina untuk membentuk jaringan parut untuk merekatkan retina ke epitel berpigmen.
  • Pneumatic retinopexy dilakukan dengan menekan pada retina untuk menutup robekan yang kecil.
  • Scleral buckle dilakukan dengan menjahit pita silikon untuk menekap robekan hingga sembuh.
  • Vitrectomy dilakukan untuk menutup robekan yang besar dengan memindahkan vitreous ke saline.

Baca juga: Manfaat Buah Rimbang untuk MataManfaat Wortel untuk Mata Minus.

Cara Mencegah Penyakit Mata Ablasio

Seperti yang telah dikatakan ablasio retina dapat menyebabkan cacat atau bahkan kebutaan secara permanen. Maka dari itu berusahalah untuk menghindari terjadinya penyakit ini, terutama hindarilah penyakit yang bisa menjadi penyebab dari penyakit ini terutama penyakit miopi dan diabetes.

  • Segera lakukan pemeriksaan mata jika muncul gejala-gejala melihat benda seperti melayang, kilatan cahaya, menurunnya kemampuan penglihatan, atau muncul seperti tirai yang menutupi penglihatan.
  • Lakukan pemeriksaan mata secara teratur, terutama bagi pasien penyakit yang bisa menjadi penyebab ablasio diantaranya miopi dan diabetes.
  • Gunakan pelindung mata untuk menghindari terjadinya trauma mata karena benturan dengan benda-benda yang berbahaya atau masuknya benda-benda asing ke dalam mata, seperti: mesin, raket, atau cairan ilmiah.
  • Bagi pasien diabetes dan tekanan darah tinggi pastikan untuk rajin menjaga tekanan darah tujuannya untuk menjaga pembuluh darah mata supaya tidak terjadi penggumpalan dan penghambatan.
  • Jaga kesehatan mata yaitu dengan menghindari kebiasaan-kebiasaan buruk yang dapat menyebabkan munculnya penyakit rabun jauh (miopi) atau meningkatnya minus mata.
  • Jaga asupan makanan terutama menjaga konsumsi gula untuk menghindari penyakit diabetes.

Baca juga: Manfaat Buah Bit untuk Mata.

Demikian informasi tentang penyakit mata ablasio. Semoga bermanfaat dan jaga selalu kesehatan mata Anda.

, , , , , , , ,
Oleh :