Sponsors Link

Penyakit Mata Hipermetropi: Penyebab, Gejala dan Penanganannya

Sponsors Link

Mata merupakan salah satu aset penting pada tubuh, terutama bagi kita yang masih berada di usia produktif. Oleh karena itu, kesehatan mata sangat perlu kita jaga. Terdapat beberapa penyakit pada mata yang perlu kita ketahui, beberapa di antaranya adalah penyakit mata astigmatisma dan hipermetropi atau rabun dekat. Artikel ini akan membahas segala hal mengenai hipermetropi, mulai dari penyebab hingga cara untuk mencegah serta cara menanganinya.

ads

Secara sederhana, dapat dikatakan bahwa orang yang mengalami hipermetropi atau rabun dekat akan kesulitan jika melihat objek dalam jarak yang dekat, namun dapat melihat objek yang jaraknya jauh. Penderita hipermetropi biasanya tidak dapat membaca pada jarak yang normal (30 cm dari mata) dan harus menjauhkan bacaannya agar dapat membaca dengan jelas. Hipermetropi terjadi karena adanya kelainan pada bentuk bagian mata sehingga mata kita tidak dapat berfungsi dengan optimal.

Pada kondisi normal, fungsi mata didukung oleh kerja kornea dan lensa untuk membelokkan cahaya ke permukaan retina. Kemudian retina berfungsi mengirimkan visual tersebut ke saraf optik untuk diteruskan ke otak. Proses inilah yang membuat kita dapat melihat. Akan tetapi, pada kasus hipermetropi biasanya terdapat kelainan bentuk kornea (terlalu pipih) atau bentuk bola mata yang terlalu kecil sehingga cahaya yang masuk melalui lensa akan jatuh ke belakang retina. Hal ini membuat penglihatan penderita penyakit mata hipermetropi menjadi kabur terhadap benda-benda yang jaraknya dekat.

Penyebab Hipermetropi

Seperti yang sudah dijelaskan pada bagian sebelumnya, hipermetropi terjadi karena bentuk kornea terlalu pipih dan tidak mampu memfokuskan cahaya yang diterima dengan baik. Penyakit ini juga disebabkan oleh turunnya kemampuan otot dan saraf mata.

HipermetropiPada sebagian besar kasus, kondisi ini terjadi secara genetik. Artinya, jika seseorang memiliki orang tua yang menderita hipermetropi, maka orang tersebut kemungkinan akan mengalaminya juga. Akan tetapi, hipermetropi biasanya baru muncul pada usia 40-50 tahun. Seiring dengan bertambahnya usia, lensa mata akan menjadi lebih kaku sehingga lebih sulit untuk membelokkan cahaya. Meskipun begitu, tidak sedikit juga yang sudah mengalami hipermetropi di usia muda.

Selain disebabkan oleh faktor keturunan dan usia, terdapat beberapa faktor lain yang dapat menyebabkan  terjadinya Hipermetropi. Penyakit ini dapat muncul sebagai efek dari beberapa penyakit seperti diabetes, mikroftalmia, kanker, serta adanya masalah pada pembuluh darah di dekat retina.

Pada penderita diabetes, hipermetropi dapat terjadi apabila kadar gula darah berada di bawah normal, sehingga mengganggu kinerja pada kornea dan lensa mata. Sementara itu, mikroftalmia juga merupakan kondisi di mana kedua atau salah satu mata menjadi kecil. Kondisi ini menyebabkan sumbu bola mata menjadi kecil dan sulit untuk membiaskan cahaya yang masuk, sehingga terjadi gangguan pada penglihatan jarak dekat.

Gelaja Hipermetropi

Sebagaimana pengertiannya, orang dengan gangguan mata hipermetropi mengalami gejala yaitu sulit melihat benda yang jaraknya dekat. Oleh karena itu, gangguan mata ini dapat dikenali dengan melihat gejala-gejala sebagai berikut:

  • Penderita hipermetropi cenderung menyipitkan mata ketika melihat dari jarak dekat.
  • Ketika membaca atau memandangi layar komputer, mata juga menjadi lebih cepat lelah.
  • Sering sakit kepala dan pusing.
  • Terdapat sensasi sakit atau seperti terbakar di sekitar mata.

Sementara itu, pada anak-anak terdapat gejala sebagai berikut:

  • Sering menggosok-gosokan mata.
  • Lebih sering berkedip dari biasanya.
  • Memiliki masalah dalam membaca.
  • Pada beberapa anak akan terjadi strabismus atau mata juling (karena berusaha terlalu keras saat melihat benda dalam jarak dekat).
Sponsors Link

Cara Mengatasi Hipermetropi

Jika gangguan mata tersebut sudah muncul pada usia anak-anak, maka Anda tidak perlu terlalu khawatir. Sebab seiring dengan bertambahnya usia, mata masih fleksibel dan kinerja lensanya akan semakin membaik. Namun, pada penderita gangguan hipermetropi di usia dewasa, terdapat beberapa alternatif penanganan yang dapat dipilih, yaitu:

  • Menggunakan Kacamata

Solusi ini adalah solusi yang paling banyak dilakukan oleh penderita penyakit mata hipermetropi atau gangguan mata lainnya. Kacamata yang digunakan oleh penderita hipermetropi memiliki lensa cembung, yaitu lensa yang ujungnya lebih tebal di bagian tengah. Kacamata ini dapat membuat penglihatan lebih jelas karena lensa cembung membantu cahaya agar jatuh tepat di atas retina. Semakin tinggi tingkat keparahan hipermetropi yang dialami, maka lensa yang diperlukan harus semakin tebal.

  • Menggunakan Lensa Kontak

Benda tersebut memiliki fungsi yang kurang lebih sama dengan kacamata. Beberapa orang, terutama anak-anak muda lebih memilih menggunakan lensa kontak karena bentuknya ringan dan tidak terlihat. Selain itu, desain dan warna lensa kontak juga cukup beragam sehingga menambah nilai estetika alat ini.

Akan tetapi, menggunakan lensa kontak memerlukan tingkat perawatan yang lebih tinggi karena lebih rawan menimbulkan infeksi pada mata. Jika Anda menggunakan lensa kontak, rajinlah membersihkan lensa secara berkala untuk menghindari iritasi.

  • Operasi Lasik

Cara ini adalah cara yang paling efektif jika Anda ingin memiliki penglihatan normal tanpa menggunakan alat bantu apapun. Operasi lasik (Laser-Assisted in Situ Keratomileusis) adalah proses pembedahan yang menggunakan laser untuk mengoreksi penglihatan seseorang. Dengan operasi ini, gangguan mata seperti hipermetropi dapat hilang secara permanen. Operasi lasik cenderung lebih populer karena memberikan hasil yang memuaskan dalam waktu yang relatif singkat. Dengan operasi lasik, penderita juga sudah tidak perlu bergantung pada kacamata dan lensa kontak.

Meskipun begitu, operasi lasik bukan berarti bebas dari efek samping. Orang yang melakukan operasi lasik biasanya mengalami mata kering selama beberapa bulan pasca operasi. Kemudian, terdapat kecenderungan melihat starburst atau lingkaran cahaya ketika memandang sumber cahaya. Selain itu, operasi lasik juga memakan biaya yang besar dan biasanya biaya operasi lasik tidak ditanggung oleh perusahaan asuransi.

Sponsors Link

Banyak yang sulit membedakan antara penyakit mata hipermetropi dengan presbiopi. Kedua gangguan ini memiliki gejala yang sama, yaitu kesulitan untuk melihat benda dalam jarak dekat.Perbedaan antara kedua gangguan penglihatan tersebut dapat dilihat dari penyebab dan penanggulangannya. Presbiopi atau yang lebih sering disebut sebagai mata tua hanya muncul di usia senja. Hal ini terjadi karena pada fase lanjut usia, kerja mata akan menurun drastis. Selain itu, penderita presbiopi harus dibantu dengan menggunakan kacamata berlensa rangkap yaitu lensa cekung dan cembung.

Cara Mencegah Hipermetropi

Meskipun sebagian besar kasus hipermetropi disebabkan oleh faktor keturunan, namun kita masih dapat melakukan pencegahan dengan menjaga kesehatan mata. Berikut adalah tips-tips untuk menghindari resiko terjadinya gangguan mata seperti hipermetropi:

  • Hindari kebiasaan membaca, menonton televisi, atau melihat layar ponsel/komputer dalam jarak yang terlalu dekat. Jarak normal antara mata dan media tersebut minimal 30 cm.
  • Pastikan Anda selalu membaca/menonton di tempat dengan kadar pencahayaan yang baik. Jika Anda memaksakan diri untuk membaca di ruangan yang kurang terang, pupil mata Anda harus bekerja lebih keras sehingga mata menjadi cepat lelah.
  • Jagalah pola hidup Anda dengan mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin A yang baik untuk kesehatan mata. Sebisa mungkin hindari rokok untuk melindungi mata.
  • Jauhkan diri Anda dari resiko terkena diabetes atau tekanan darah tinggi karena kedua penyakit tersebut dapat berdampak pada penglihatan Anda.

Terakhir, lakukanlah pemeriksaan secara berkala kepada dokter untuk memastikan mata Anda selalu dalam kondisi yang prima. Demikianlah penjelasan mengenai penyakit mata hipermetropi yang perlu Anda ketahui. Ingat, kinerja mata sangat penting untuk mendukung produktivitas Anda. Oleh karena itu, rajin-rajinlah menjaga kesehatan mata Anda.

, , , , , , , ,