Sponsors Link

6 Penyakit Mata yang Disebabkan oleh Bakteri yang Paling Sering Terjadi

Sponsors Link

Mata adalah organ penglihatan yang rentan terkena gangguan kesehatan. Jenis-jenis penyakit mata pun ada berbagai macam. Penyakit yang beragam tentu disebabkan oleh faktor yang beragam pula. Penyebab penyakit perlu diketahui untuk menentukan langkah tepat apa yang harus dilakukan dalam menanganinya.

ads

Berbicara mengenai penyakit, salah satu penyakit mata yang disebabkan bakteri yang paling sering terjadi adalah infeksi. Infeksi pada mata bisa disebabkan oleh jamur, virus, parasit, dan bakteri. Berikut adalah beberapa penyakit mata yang disebabkan oleh bakteri.

1. Trakoma

Trakoma adalah infeksi mata yang disebabkan oleh suatu bakteri bernama Chlamydia trachomatis. Selain bakteri tersebut, Chlamydia psittaci dan Chlamydia pneumoniae diduga pula dapat menyebabkan trakoma. Bakteri ini biasanya menyebabkan infeksi terlebih dahulu di bagian kelopak mata, lalu bila tidak segera ditangani akan menyerang bagian lain yang bisa menyebabkan kebutaan. Trakoma sering menyerang anak-anak karena bakteri tersebut sering berada di tempat kotor yang disukai anak-anak. Daerah dengan kondisi kebersihan yang minim sangat rentan terkena trakoma.

Anda dapat terkena trakoma apabila menyentuh mata menggunakan tangan atau benda lain yang terpapar bakteri penyebab. Bisa juga karena tertular oleh penderita trakoma karena melakukan kontak fisik. Gejala yang timbul pada penderita trakoma, antara lain iritasi dan nyeri mata, mata merah dan bengkak, fotofobia, dan keluar cairan berlendir atau nanah dari mata. Untuk penanganan trakoma, biasanya akan diberikan antibiotik untuk mengatasi infeksi, namun pada kondisi yang parah, bisa juga dilakukan prosedur operasi. Untuk mencegah penyakit trakoma, maka Anda harus menjaga kebersihan lingkungan agar tidak menjadi sarang tumbuh bakteri.

2. Konjungtivitis

Konjungtivitis adalah terjadinya inflamasi atau radang pada daerah konjungtiva. Penyebab konjungtivitis pun beragam dan merupakan salah satu penyakit mata yang disebabkan oleh bakteri. Bakteri penyebab kongtivitis biasanya adalah klamidia. Gejala yang biasanya muncul pada penderita konjungtivitis yang disebabkan oleh bakteri adalah mata menjadi merah, bengkak, dan lengket. Konjungtivitis biasanya akan segera sembuh, namun dapat pula menyebabkan infeksi berkelanjutan yang menyebar ke bagian mata lain.

Penderita konjungtivitis yang disebabkan oleh bakteri biasanya akan mendapat resep antibiotik dari dokter. Bagi pengguna lensa kontak, tidak dianjurkan untuk memakainya terlebih dahulu sebelum peradangan benar-benar sembuh. Untuk mencegah terjadinya konjungtivitis, meminimalisir kontak benda berpotensi terpapar bakteri pada mata sangat dianjurkan. Membersihkan bantal, guling, dan tempat tidur secara rutin, serta mencuci tangan sebelum menyentuh mata juga diperlukan.

3. Blefaritis

Penyakit mata yang disebabkan oleh bakteri selanjutnya adalah blefaritis. Blefaritis adalah inflamasi atau peradangan pada kelopak mata. Penyebab dari inflamasi ini pun beragam, salah satunya adalah bakteri Staphylococcus sp. Gejala yang muncul pada penderita blefaritis adalah pembengkakan kelopak mata, mata merah dan gatal, fotofobia, bulu mata rontok, dan mata terasa berpasir.

Untuk menangani blefaritis dapat dilakukan dengan mengompres mata menggunakan air hangat. Obat untuk blefaritis yang disebabkan oleh bakteri adalah golongan antibiotik. Biasanya dokter juga akan meresepkan obat tetes mata atau salep kortikosteroid untuk meredakan peradangan. Langkah pencegahan penyakit ini adalah dengan menjaga kebersihan lingkungan dan mencuci tangan sebelum menyentuh mata.

4. Keratitis

Selanjutnya ada keratitis yang merupakan inflamasi atau peradangan pada kornea. Inflamasi ini bisa disebabkan oleh cedera mata maupun agen infeksi, termasuk bakteri. Keratitis adalah salah satu penyakit mata akibat softlens. Lensa kontak yang terkontaminasi oleh bakteri akan memudahkan bakteri untuk berkembang dan menyebabkan infeksi pada mata. Infeksi yang terjadi dalam waktu lama dapat menyebabkan terjadinya peradangan atau inflamasi pada kornea. Gejala yang timbul pada penderita keratitis adalah mata merah, bengkak, dan terasa nyeri karena iritasi, mengeluarkan kotoran terus menerus, penurunan kemampuan penglihatan, serta menjadi penyebab mata terasa berpasir.

Untuk menangani keratitis yang disebabkan oleh bakteri, dokter akan meresepkan antibiotik untuk menghentikan pertumbuhan bakteri penyebab inflamasi. Langkah pencegahan keratitis adalah dengan menggunakan lensa kontak secara bijaksana, yaitu dengan membersihkannya dengan cairan steril secara rutin, dan mengganti lensa kontak sesuai batas waktu penggunaan. Mencuci tangan sebelum menyentuh mata atau mengaplikasikan lensa kontak juga sangat dianjurkan.

5. Dakrioadenitis

Dakrioadenitis adalah inflamasi atau peradangan pada kelenjar lakrimalis. Inflamasi ini bisa disebabkan oleh bakteri mau pun virus yang menyebabkan infeksi pada kelenjar penghasil air mata tersebut. Pada penderita dakrioadenitis, gejala yang dapat timbul, antara lain mata merah, nyeri, berair, dan terjadinya pembengkakan pada kelopak mata. Radang kelenjar lakrimal yang disebabkan oleh bakteri dapat ditangani dengan pemberian antibiotik. Untuk pencegahan, kebersihan lingkungan serta mencuci tangan sebelum menyebtuh mata sangat dianjurkan.

Sponsors Link

6. Penyakit Mata Uveitis

Inflamasi yang biasa disebut dengan uveitis ini terbagi menjadi empat jenis menurut lokasinya, yaitu iritis, cyclitis, choroiditis, dan panuveitis. Gejala yang ditimbulkan oleh penyakit ini pun beragam, antara lain mata merah, nyeri, fotofobia, penurunan ketajaman penglihatan, dan penyempitan area pandang.

Penanganan uveitis yang disebabkan oleh bakteri biasanya dengan pemberian antibiotik. Pada kasus uveitis yang parah, dapat dilakukan prosedur vitrektomi untuk mengambil cairan vitreus pada mata. Untuk mencegah terkena penyakit uveitis, Anda perlu menjaga kebersihan lingkungan serta mencuci tangan sebelum menyentuh mata untuk mencegah berpindahnya bakteri dari tangan ke mata.

7. Ulkus Kornea

Ulkus kornea adalah adanya luka terbuka pada kornea yang sering disebabkan oleh infeksi. Infeksi tersebut salah satunya disebabkan oleh bakteri. Penggunaan kontak lensa yang terkontaminasi bakteri adalah penyebab umum terjadinya ulkus kornea. Gejala yang ditimbulkan oleh penyakit ini sangat umum, seperti mata merah, nyeri, fotofobia, dan terasa seperti ada yang mengganjal. gejala khusus yang biasa muncul adalah adanya bintik putih pada kornea, hingga mata mengeluarkan nanah.

Ulkus kornea adalah salah satu penyakit serius yang perlu penanganan dokter sesegera mungkin karena bisa menyebabkan kebutaan. Penanganan pada ulkus kornea yang disebabkan oleh bakteri adalah dengan pemberian antibiotik untuk menahan perkembangan bakteri, serta kortikosteroid untuk meredakan peradangan. Pada kasus ulkus kornea parah, dokter akan menyarankan untuk melakukan transplantasi kornea atau keratoplasti.

Penyakit mata yang disebabkan oleh bakteri mayoritas disebabkan oleh kebersihan yang kurang. Maka dari itu, langkah utama untuk mencegah terserang penyakit-penyakit di atas adalah dengan menjaga kebersihan dan selalu mencuci tangan sebelum melakukan kontak dengan mata.Periksakan mata Anda ke dokter apabila terdapat keluhan agar dapat mendapat perlakuan medis yang terbaik demi mencegah penyakit mata yang lebih parah. Jangan lupa untuk selalu ingat cara menjaga kesehatan mata secara alami.

, , ,