Sponsors Link

12 Penyebab Iritasi Mata Merah dan Cara Mengatasinya

Sponsors Link

Mata merupakan organ tubuh yang paling rentan terhadap iritasi atau infeksi. Mata merupakan organ tubuh terbuka yang hanya dilindungi oleh kelopak mata, bulu mata, cairan mata dari kelenjar air mata, dan alis. Mata sangat mudah terpapar sinar matahari, terkena benda asing, udara kotor, dan berbagai virus dari radikal bebas.

ads

Kita perlu memberikan perhatian khusus pada kesehatan mata. Bukan hanya mata yang sehat yang perlu kita usahakan, kalau perlu juga keindahan mata. Setiap orang tentunya sering mengalami iritasi mata. Iritasi mata ini memang ada kaitannya dengan kebersihan lingkungan yang kurang terjaga.

Iritasi mata biasanya akan membuat mata pedih, kering, berair, kemerahan, dan bengkak. Iritasi mata yang paling sering dan cukup memalukan bagi para penderitanya ialah “belekan”, sebab mata akan terus mengeluarkan kotoran dalam jumlah banyak. Iritasi mata memang dapat terjadi karena banyak faktor, yang paling sering memang dari bakteri, virus, alergi, terlalu sering di depan monitor, bahan kimia, serta polutan. Baca juga: Ciri-ciri Mata Belekan.

Untuk lebih jelasnya, ada beberapa penyebab iritasi mata merah secara umum yang bisa menyerang siapa saja, sebagai berikut:

1. Ada Benda Asing yang Masuk ke dalam Mata

Mata bisa terjadi alergi apabila ada benda asing yang masuk ke dalam mata. Benda asing tersebut ialah debu dan pasir, sehingga membuat mata kelilipan dan berair. Benda asing bisa menggores kornea sehingga mata menjadi merah, berair, dan sensitif pada cahaya.

Cara mengatasinya ialah sebagai berikut:

  • Sebaiknya segera bilas dengan air bersih.
  • Mata jangan dikucek atau disentuh dengan tangan. Terutama tangan kotor.
  • Segera mungkin mengupayakan untuk mengeluarkan benda asing pada mata.
  • Apabila benda asing ialah pecahan kata, segera tutup mata, dan pergi ke UGD atau dokter terdekat.

Baca juga: Penyebab Kebutaan Mata.

2. Alergi

Banyak orang yang memang secara bawaan sangat rentan terhadap alergi. Reaksi yang bisa ditimbulkan dari alergi tersebut ialah mata terasa gatal, terus mengeluarkan air, dan mata menjadi merah. Saat terjadi alergi pada mata, maka terjadi pula peradangan pada lapisan lendir yang menutupi bagian putih mata. Cara mengatasinya bisa menggunakan tetes mata atau obat alergi mata. Baca juga: Alergi Mata pada Anak.

3. Iritan

Iritasi mata juga bisa terjadi karena adanya asap rokok, udara kotor dalam ruangan, dan kaporit di dalam kolam renang. Cara mengatasinya bisa menggunakan air mata buatan. Baca juga: Mata Bengkak Pada Anak.

4. Adanya Infeksi

Iritasi mata juga bisa disebabkan oleh adanya infeksi. Infeksi bisa dilihat dari mata yang merah, bintitan, dan gatal. Infeksi bisa disebabkan oleh adanya bakteri dan virus. Kemudian bintitan akan ditularkan ke orang lain. Cara mengatasinya dengan cara mengompres mata dengan air hangat dan bersih. Kemudian di bawa ke dokter. Tentunya dokter akan memberikan obat dan tetes mata.

Baca juga: Manfaat Buah Bit untuk Mata.

5. Lensa Kontak

Seseorang yang aktif menggunakan lensa kontak tentunya akan sering pula mengalami iritasi mata. Karena lensa kontak jika dipakai dalam jangka waktu yang lama akan membuat mata kering dan kornea mata menjadi infeksi. Apabila sudah ditemui tanda-tanda merah sebenarnya merupakan tanda bahwa Anda harus mengganti lensa kontak dengan lensa kontak yang baru. Cara mengatasinya ialah dengan membeli lensa kontak yang sesuai dengan anjuran dokter. Kalau perlu, ganti lensa kontak dengan kacamata. Apabila ada iritasi yang semakin parah, sebaiknya dikonsultasikan pada dokter mata.

Baca juga: Manfaat Buah Rimbang untuk Mata.

Sponsors Link

6. Makeup Mata dalam Jangka Panjang

Infeksi mata bisa terjadi karena adanya riasan mata yang dipakai dalam waktu lama. Misalnya dari pagi hingga malam hari. Kemudian riasan mata sering tidak dibersihkan sampai tuntas kemudian menimbulkan iritasi mata. Iritasi mata bisa dilihat dari tanda-tandanya seperti mata merah, nyeri, berair, dan sensitif dengan kilauan cahaya.  Bahkan penglihatan bisa menjadi kabur dan terganggu. Cara mengatasinya, kurangi riasan mata hingga mata benar-benar sehat. Sebaiknya jangan berbagi riasan mata dengan orang lain.

Baca juga: Penyakit Mata Ablasio.

7. Adanya Kondisi Medis

Kondisi iritasi mata bisa terjadi karena adanya kondisi medis. Adanya kondisi medis yang kurang sehat dari mata seseorang membuat mata menjadi iritasi. Iritasi mata bisa dilihat dari ciri-cirinya yang kering dan adanya infeksi bakteri. Bakteri membuat mata mengidap blepharitis, atau suatu penyakit yang membuat terjadinya radang di area kelopak mata. Penyakit blepharitis bisa dilihat dari gejalanya yang dirasakan seperti adanya ganjalan pada mata. Muncul kerak di area bulu mata. Mata terasa gatal dan terlihat sangat merah. Bahkan kulit kelopak mata pun mengelupas.

Baca juga: Jenis-Jenis Penyakit Mata.

Penyebab dan Cara Mengatasi Iritasi Mata Merah Dilihat dari Serangannya

Selain kondisi secara umum yang bisa menyebabkan mata merah, ada juga penyebab iritasi mata merah seperti berikut ini:

1. Terjangkit Virus

Mata yang terjangkit virus biasanya akan mengalami iritasi dengan terlihat merah pada bagian putih mata. Kemudian mata terus mengeluarkan air dan kelopak mata semakin membengkak. Penyebabnya ialah terjangkit adenovirus. Penyakit ini disebabkan oleh adanya kontak langsung dengan penderita yang lebih dulu terjangkit virus.

Cara penularannya ialah dengan kontak langsung barang, misalnya ada teman yang terkena adenovirus, mengucek mata, dan memegang gelas. Kemudian gelasnya Anda sentuh, maka besar kemungkinan Anda juga akan tertular. Kemudian saat berenang, ternyata penderita juga ikut berenang di kolam yang sama. Besar kemungkinan orang-orang yang ada di kolam tersebut juga akan tertular. Baca juga: Penyakit Mata yang Menular.

Sponsors Link

Cara mengatasinya ialah dengan pengobatan khusus. Kompres air hangat, tapi jika sampai satu sampai dua minggu, maka sebaiknya segera di bawa ke dokter. Sebab jika terus dibiarkan mata bisa mengeluarkan darah karena adenovirus bisa berkembang menjadi ganas.

2. Terjangkit Bakteri

Mata yang terjangkit bakteri juga bisa timbul iritasi. Ciri-ciri yang dialami hampir sama seperti saat terkena virus. Mata akan mengeluarkan kotoran dalam jumlah lebih banyak daripada biasanya. Kondisi ini biasa disebut dengan belekan. Penyebabnya karena ada bakteri Stapilococus aureus yang hidup di mata Anda sehingga mata menjadi iritasi.

Bakteri Stapilococus aureus biasa hidup di dalam hidung dan mulut manusia, yang mana secara normal tidak berbahaya. Tapi jika bakteri ini mengiritasi mata, maka akan menjadi sakit mata. Penularannya ialah dengan tangan kotor yang mengucek mata. Biasanya setelah menyentuh hidung atau mulut kemudian menyentuh mata. Apabila mata terdapat luka, maka bakteri tersebut akan membuat mata terkena iritasi.

Cara mengatasinya dengan menggunakan antibiotik yang berupa tetes sesuai resep dokter. Tetes mata yang mengandung antibiotik tidak boleh dipakai tanpa adanya resep dokter karena bisa membuat tubuh kebal. Baca juga: Obat Sakit Mata di Apotik.

3. Kondisi Lingkungan

Mata yang mengalami iritasi karena lingkungan yang kotor pada umumnya akan terasa gatal dan merah. Penyebabnya ialah adanya debu yang masuk ke mata. Cara mengatasinya ialah dengan membasuh kedua mata menggunakan air bersih. Segera periksakan diri Anda ke dokter. Anda juga akan disarankan untuk mengonsumsi obat antihistamin, baik itu tablet atau pun tetes mata. Dokter tentunya juga akan menyarankan penderita untuk mennghindari pemicu alergi.

Baca juga:

4. Kontak Langsung Bahan Kimia

Mata yang mengidap iritasi bisa terjadi karena adanya bahan kimia yang bisa membuat area putih mata mengalami kemerahan. Mata pun akan sangat nyeri dan dipenuhi oleh rasa perih. Penyebabnya ialah kontak langsung dengan bahan kimia seperti sulfur, monoksida, arsenik, dan timbal.

ads

Iritasi mata akan menyerang para pekerja pabrik, laboratorium, dan tempat kerja yang penuh dengan bahan kimia. Biasanya saat bekerja lupa menggunakan kacamata pelindung. Cara mengatasinya ialah dengan membersihkan mata menggunakan air bersih yang mengalir. Kemudian ada baiknya Anda jauhi bahan kimia dan pakailah kaca mata pelindung.

Baca juga: Penyakit Mata pada Anak.

5. Terlalu Sering Bekerja

Mata bisa terjadi iritasi apabila terlalu sering bekerja. Gejalanya bisa dilihat dari kondisi mata yang merah dan kering. Penyebabnya bisa terjadi karena adanya sinar dari layar monitor sehingga memaksa mata harus bekerja lebih keras daripada memandang obyek yang lain. Kemudian hal ini tentunya akan menyebabkan air menguap dan kering.

Cara mengatasinya ialah dengan menghindari pekerjaan yang terlalu lama di depan komputer selama seharian penuh. Berikan waktu untuk mata dapat beristirahat tanpa memandang layar komputer. Bisa juga dengan memberi tetes mata sehingga dapat melapisi mata agar bisa nyaman lagi.

Baca juga:

Iritasi Mata yang Berkepanjangan

Iritasi mata yang terus berkepanjangan akan membahayakan bagi kesehatan mata. Misalnya saat iritasi mata terjadi karena adanya benda asing yang masuk ke dalam mata. Tentunya mata akan sangat tidak nyaman. Semakin hari bisa semakin merah, membengkak, dan bahkan bisa berdarah. Benda asing yang ukurannya sangat kecil bisa membuat kotoran mata sangat sulit keluar sehingga perlu dibawa ke dokter secepatnya.

Iritasi mata yang disebabkan oleh virus dan bakteri sangat menyiksa mata karena rasanya benar-benar gatal. Biasanya seseorang akan merasakan mata kembali nyaman setelah memberikan tetes mata. Tetes mata mengandung antibiotik sehingga bisa membunuh virus dan bakteri yang menjangkit mata.

Iritasi mata yang terinfeksi karena adanya kontak langsung zat kimia umumnya lebih berbahaya. Sebab efek yang ditimbulkan dari bahan kimia yang mengenai mata bisa merusak mata jika dibiarkan terus berkepanjangan. Bahkan bila dibiarkan saja bisa terjadi kebutaan.

Baca juga:

Pada intinya, iritasi mata merah pada mata bisa ditangani dengan cara masing-masing. Bergantung dari faktor yang menyebabkan terjadinya iritasi mata. Iritasi mata juga bisa membuat kinerja mata menjadi tidak nyaman. Tentu akan bekerja, belajar, mengerjakan aktivitas sehari-hari bisa menjadi terhambat. Besar kemungkinan juga akan menularkan pada orang lain.

Iritasi mata bisa dicegah dengan rutin memakai kacamata jika sedang berkendara di jalan dan di tempat-tempat yang sangat mungkin banyak virus dan bakterinya. Bagi orang yang bekerja di lingkungan dengan penuh zat kimia, jangan lupa tetap rajin menggunakan kacamata khusus agar tidak membahagiakan kinerja mata. Kemudian jangan lupa tidur atau istirahatkan mata Anda.

, , ,
Oleh :
Kategori : Gaya Hidup