Sponsors Link

6 Penyebab Kebutaan Mata dan Cara Mencegahnya

Sponsors Link

Kebutaan adalah sebuah kondisi di mana mata kehilangan kemampuan untuk melihat. Penderita kebutaan biasanya akan mengalami gangguan penglihatan terlebih dahulu, dan kemudian berujung pada kebutaan apabila tidak mendapatkan pengobatan. Kebutaan dapat terjadi pada salah satu atau kedua bola mata. Orang yang mengalami kebutaan juga tidak selalu kehilangan kemampuan penglihatan secara total. Ada yang masih bisa melihat bayangan atau cahaya, tapi tidak bisa melihat suatu hal dengan jelas.

ads

Pada mata normal, proses melihat dimulai dengan cahaya masuk melalui kornea dan lensa mata. Setelah itu, cahaya tersebut difokuskan oleh iris sehingga membentuk sebuah gambar. Gambar tersebut kemudian diproyeksikan ke dinding belakang mata dan direspon oleh retina. Kemudian, retina menerjemahkan gambar tersebut menjadi rangsangan saraf yang diteruskan ke otak melalui saraf optik. Apabila salah satu dari organ-organ tersebut rusak, maka akan terjadi gangguan penglihatan yang dapat berujung pada kebutaan. Selain itu, penyebab kebutaan pada mata lainnya adalah faktor genetik dan cedera di bagian kepala akibat kecelakaan.

Baca juga: Jenis Penyakit Mata pada Anak.

Sebuah penelitian menyebutkan bahwa 75% kasus kebutaan disebabkan oleh penyakit dan cedera pada bagian otak. Terdapat beberapa penyakit yang dapat menimbulkan penyebab kebutaan mata. Penyakit-penyakit tersebut adalah sebagai berikut:

1. Katarak

katarakHingga saat ini, katarak masih menjadi penyebab utama kebutaan di Indonesia. Katarak adalah kondisi di mana lensa mata menjadi keruh sehingga penglihatan menjadi terganggu. Kebanyakan katarak disebabkan oleh proses penuaan. Akan tetapi, pada beberapa kasus ditemukan pula anak-anak yang terlahir dengan kondisi katarak.

Katarak juga dapat disebabkan oleh peradangan, kecelakaan yang menyebabkan cedera pada mata, serta penyakit lainnya. Penyakit ini biasanya ditandai gejala-gejala sebagai berikut:

  • Penglihatan samar-samar dan berkabut
  • Mudah silau
  • Penglihatan berbayang/objek yang dilihat menjadi ganda
  • Warna terlihat memudar
  • Penglihatan kacau saat malam hari
  • Terdapat lingkaran dalam penglihatan (akibat sinar yang terpantul oleh keruh pada lensa mata)

Katarak adalah kondisi yang sulit dicegah. Akan tetapi, mengurangi merokok dan paparan sinar ultraviolet diduga dapat menunda perkembangan katarak. Pada tahap awal, penyakit katarak dapat diatasi dengan meminum obat atau memakai kacamata. Akan tetapi jika tidak ditangani, lensa mata akan semakin buram sehingga penglihatan akan hilang secara total. Jika sudah sampai kondisi tersebut, barulah dilakukan operasi katarak dengan mengganti lensa mata yang keruh dengan lensa mata yang baru (implan).

Baca juga: Alergi Mata pada Anak.

2. Glaukoma

glaukomaGlaukoma merupakan penyakit mata yang disebabkan oleh meningkatnya kadar tekanan cairan pada bola mata sehingga saraf optik yang membentuk bagian retina menjadi rusak. Akibatnya, jarak penglihatan menjadi berkurang. Glaukoma biasanya disebabkan oleh faktor keturunan dan baru muncul pada usia tua.

Munculnya penyakit ini dapat ditandai dengan beberapa gejala seperti mata memerah, melihat lingkaran di sekitar cahaya lampu, nyeri mata, dan pandangan jarak jauh semakin menyempit. Namun, pada sebagian besar kasus, gejalanya sering kali tidak langsung terdeteksi sehingga sulit untuk dicegah. Hal itu menjadikan glaukoma sebagai salah satu penyakit mata yang berbahaya. Dalam kondisi terparah, penyakit ini dapat menjadi penyebab kebutaan mata.

Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk melakukan cek kesehatan mata secara berkala, agar kondisi ini dapat dideteksi lebih awal. Glaukoma dapat diatasi dengan menggunakan obat tetes mata khusus, atau operasi laser untuk mengurangi kadar cairan pada bola mata. Baca juga: Mata Bengkak Pada Anak.

Sponsors Link

3. Retinopati Diabetik

Retinopati DiabetikPenyakit ini merupakan efek jangka panjang dari penyakit diabetes. Tingginya kadar gula darah yang disebabkan oleh diabetes berefek pada kerusakan pembuluh darah yang mempengaruhi retina. Jika pembuluh darah pada retina rusak/bocor maka penglihatan akan menjadi terganggu, bahkan dapat menyebabkan kebutaan.

Gejala awal penyakit ini dimulai dengan buramnya penglihatan. Kemudian, terdapat bintik-bintik atau benang gelap mengambang dalam pandangan Anda (darah yang bocor dari pembuluh pada retina), dan Anda menderita rabun jauh atau hipermetropi.

Baca juga:

Hampir 50% penderita diabetes tidak menyadari penyakit ini lebih awal. Akibatnya, risiko penyakit ini berkembang semakin parah sangat besar. Pada tahap lanjut, penyakit ini akan sulit disembuhkan dan dapat menjadi penyebab kebutaan mata. Akan tetapi, retinopati diabetik dapat diatasi dengan mengurangi kadar gula darah pada tubuh dengan mengurangi konsumsi gula dan diet ketat. Apabila sudah parah, penderita retinopati diabetik dapat melakukan operasi laser untuk memperbaiki pembuluh darah pada retina yang rusak.

4. Trakoma

trakomaTrakoma merupakan penyakit pada mata yang disebabkan oleh infeksi bakteri Chlamydia Trachomatis. Penyakit ini umumnya muncul pada lingkungan yang kurang bersih serta beriklim panas dan kering. Bakteri yang menyebabkan trakoma menyebar pada serangga, terutama lalat.

Meskipun penyakit ini jarang ditemukan di Indonesia, namun Trakoma merupakan salah satu jenis penyakit yang sangat menular. Bakteri trakoma dapat menyebar melalui kontak fisik baik secara langsung maupun tidak langsung dengan orang lain. Kemudian penyakit ini juga dapat menular melalui cairan yang dikeluarkan oleh penderita, baik cairan yang dikeluarkan dari mata maupun dari hidung.

Baca Juga: Penyakit Mata Chalazion.

Munculnya Trakoma pada umumnya ditandai dengan rasa gatal yang menyengat pada mata. Gejala lainnya adalah terjadi iritasi pada kelopak mata, keluarnya cairan bernanah dan berlendir dari mata, serta menjadi sensitif terhadap cahaya. Gejala munculnya trakoma berkembang dalam beberapa tahapan, yaitu

  • Muncul benjolan kecil yang terdapat pada bagian dalam kelopak mata atas.
  • Terjadi peradangan pada mata dengan intens setelah mengalami iritasi. Pada tahap ini trakoma sangat mudah untuk menular.
  • Munculnya bekas luka akibat infeksi yang terjadi secara terus-menerus. Akibatnya, kelopak mata mengalami distorsi dan kemungkinan terjadi perubahan pada kelopak mata.
  • Tumbuhnya bulu mata ke arah dalam (Trichiasis). Hal ini disebabkan oleh jaringan parut yang terbentuk pada kelopak mata. Kondisi ini akan menimbulkan gesekan antara bulu mata dengan kornea ketika berkedip.
  • Gesekan tersebut menyebabkan kerusakan pada kornea. Bahkan, kornea dapat rusak secara permanen.
  • Terakhir, menumpuknya jaringan parut yang terbentuk pada kelopak mata bagian atas akan menyebabkan penebalan yang mengganggu penglihatan. Kondisi tersebut juga akan membuat mata semakin kering.

Perlu diingat bahwa trakoma merupakan penyakit berbahaya yang dapat menjadi penyebab kebutaan mata. Penyakit ini dapat diatasi dengan penggunaan obat-obatan antibiotik untuk menyembuhkan infeksi mata. Jenis antibiotik untuk trakoma umumnya berupa salep mata dan obat minum azitromisin. Jika trakoma sudah menyebabkan cacat pada mata, maka sebaiknya ditangani dengan cara operasi.

Baca juga: Penyakit Mata yang Menular.

Sponsors Link

5. Retinitis Pigmentosa

Retinitis PigmentosaBerdasarkan statistik, 1 dari 4000 orang mengalami retinitis pigmentosa. Retinitis Pigmentosa adalah sekelompok penyakit yang menyerang retina dan muncul secara genetik. Salah satu ciri penyakit ini adalah menurunnya fungsi retina mata. Baca juga: Penyakit Mata Ablasio.

Gejala penyakit ini antara lain kesulitan melihat pada kondisi pencahayaan yang minim, menyempitnya jarak pandang, penglihatan berubah menjadi tunnel vision (hanya bisa melihat lurus ke depan), dan kebutaan pada usia paruh baya.

Belum ada pengobatan yang terbukti untuk mengatasi retinitis pigmentosa. Akan tetapi, mengonsumsi antioksidan dan vitamin A diduga dapat memperlambat berkembangnya penyakit ini. Menggunakan kacamata untuk melindungi retina dari cahaya ultraviolet juga dapat membantu menjaga penglihatan.

6. Degenerasi Makula

degenerasi makulaPenyakit terakhir yang dapat memengaruhi penglihatan, bahkan menjadi penyebab kebutaan mata adalah degenerasi makula. Degenerasi makula merupakan kondisi di mana terjadi penurunan penglihatan pusat, yaitu kemampuan untuk memandang lurus ke depan. Penyakit ini terdiri dari dua jenis utama; degenerasi makula kering dan degenerasi makula basah. Kedua penyakit ini umumnya muncul pada para lansia. Penderita degenerasi makula biasanya berusia lebih dari 60 tahun dan lebih berisiko pada perempuan.

Baik degenerasi makula kering maupun degenerasi makula basah disebabkan oleh hal yang berbeda. Pada degenerasi makula kering, penyebab yang paling umum adalah sel-sel peka cahaya pada titik makula mengalami penurunan kemampuan. Sementara itu, pada degenerasi makula basah terjadi pembuluh darah abnormal di belakang retina. Pembuluh darah baru tersebut menyebabkan pendarahan di makula sehingga dapat menghilangkan penglihatan.

Selain disebabkan oleh faktor usia, ada beberapa faktor risiko yang dapat memicu perkembangan degenerasi makula, yaitu:

  • Penderita obesitas
  • Perokok berat
  • Penderita tekanan darah tinggi
  • Memiliki anggota keluarga penderita Degenerasi Makula
  • Penderita penyakit jantung

Selain penyebab, gejala kedua penyakit tersebut juga berbeda. Munculnya degenerasi makula kering ditandai oleh penglihatan kabur dan munculnya titik redup yang membuat penglihatan semakin gelap. Pada degenerasi makula basah, gejala-gejalanya ditandai dengan adanya distorsi pada penglihatan. Contohnya adalah ketika garis lurus terlihat menjadi bergelombang.

Degenerasi makula kering adalah jenis penyakit yang tidak dapat disembuhkan. Akan tetapi, perkembangannya dapat diperlambat dengan mengonsumsi suplemen dan vitamin yang mengandung antioksidan, seng, vitamin E, dan vitamin C. Menjaga pola makan dan hidup sehat juga sangat efektif untuk mencegah penyakit ini agar tidak menjadi lebih parah. Baca juga: Penyakit Mata Astigmatisma.

ads

Sementara itu, pada degenerasi makula basah, pengobatan dapat dilakukan dengan memberikan suntikan anti VEGF (anti-vascular endothelial growth factor) untuk menghentikan atau menghambat hilangnya penglihatan. Penyuntikan Anti VEGF ini dapat dilakukan setiap empat minggu selama dua tahun. Selain itu, dapat dilakukan juga terapi foto dinamis dengan cara menyuntikkan obat khusus ke pembuluh darah. Obat ini akan mengikat pembuluh darah yang tumbuh di makula, sehingga dapat menghindari risiko kebutaan.

Tips Mencegah Kebutaan Mata

Pada bagian sebelumnya sudah dijelaskan mengenai penyebab dan penyakit apa saja yang berisiko menimbulkan kebutaan pada mata. Risiko-risiko tersebut dapat dicegah sedari dini dengan secara rutin memeriksakan kesehatan mata Anda pada dokter. Selain itu, terdapat beberapa tips yang dapat Anda coba agar mata Anda selalu sehat dan terhindar dari risiko kebutaan.

1. Mengonsumsi Makanan Sehat

Mengonsumsi sayuran hijau dan sayuran lain yang berwarna cerah dapat membantu menjaga kesehatan mata Anda. Sayuran yang berdaun hijau mengandung nutrisi zeaxanthin dan lutein yang bermanfaat untuk mencegah risiko penyakit mata. Sementara itu, sayuran yang berwarna jingga dan kuning seperti ubi jalar dan wortel memiliki kandungan vitamin A yang sangat tinggi dan bermanfaat bagi kesehatan mata.

Baca juga:

2. Menghentikan Kebiasaan Merokok dan Minum Alkohol.

Rokok dan alkohol adalah dua benda yang paling berisiko mengganggu kesehatan manusia. Kandungan sianida, nikotin, dan oksidan pada rokok akan menjalar melalui mata sehingga dapat merusak pembuluh darah dan sel mata. Sementara itu, kandungan metanol pada minuman beralkohol dapat menyebabkan kebutaan karena rusaknya saraf-saraf pada mata. Selain itu, menghentikan kebiasaan merokok dan minum alkohol dapat membuat Anda terhindar dari risiko penyakit lainnya seperti jantung, kanker, liver, dan lain-lain.

3. Kontrol Kadar Gula Darah

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, penderita diabetes berisiko mengalami kebutaan lebih besar daripada orang lain. Selain itu, diabetes juga menyumbang angka penyebab kebutaan tertinggi di Indonesia. Oleh karena itu, mulailah untuk mengontrol kadar gula darah Anda dengan mengurangi konsumsi gula dan menjalani pola hidup sehat.

4. Hindari Bekerja di Depan Komputer dalam Waktu Lama

Bekerja di depan komputer seharian dapat mengganggu penglihatan Anda. Saat melihat layar komputer dalam waktu yang lama, kita cenderung jarang mengedip sehingga mata menjadi kering. Kebiasaan buruk ini lama-lama akan membuat penglihatan Anda terganggu, bahkan menimbulkan kebutaan. Baca juga: Penyakit Mata Akibat Radiasi Hp.

5. Gunakan Pelindung Mata dari Sinar Matahari

Paparan langsung sinar matahari dapat meningkatkan risiko terkena katarak dan degenerasi makula. Oleh karena itu, selalu gunakan kacamata/kacamata hitam ketika hendak beraktivitas di luar ruangan. Baca juga: Ciri-ciri Mata Belekan.

6. Lakukan Pemeriksaan Mata Secara Berkala

Untuk mencegah gangguan penglihatan mata semakin memburuk, sangat disarankan untuk melakukan pemeriksaan mara secara rutin pada dokter. Hal ini terutama berlaku bagi penderita diabetes karena risiko terkena gangguan matanya lebih besar. Berikut adalah jadwal pemeriksaan mata yang sebaiknya dilakukan berdasarkan umur

  • Usia 40 tahun: pemeriksaan mata dasar
  • Usia 40-55 tahun: pemeriksaan mata setiap 2-4 tahun sekali
  • Usia 55-64 tahun: pemeriksaan mata setiap 1-3 tahun sekali
  • Usia 65 tahun ke atas: pemeriksaan mata setiap setahun sekali

Baca juga: Cara Merilekskan Mata.

Menjaga kesehatan mata sangat penting karena mata merupakan organ yang sangat vital bagi kehidupan. Orang bijak pernah berkata “Mata adalah jendela dunia,”. Oleh karena itu, semakin rajin Anda menjaga kesehatan mata, semakin Anda terhindar dari penyebab kebutaan mata dan semakin lama pula waktu yang dapat Anda habiskan untuk menikmati indahnya dunia.

, , , , , ,