Sponsors Link

20 Penyebab Mata Merah Tapi Tidak Sakit dan Cara Mengatasinya

Sponsors Link

mata merahSaat itu Anda merasa baik-baik saja. Anda bekerja seperti biasa, atau menikmati momen santai. Sampai ketika seseorang menatap Anda dengan tatapan heran, mempertanyakan kenapa mata Anda terlihat memerah. Anda sendiri tidak merasakan ada yang aneh dengan mata Anda. Anda tidak merasakan perih, gatal, atau kemasukan debu. Anda baik-baik saja, sampai Anda menatap cermin, dan melihat mata Anda merah.

ads

Mata yang merah dapat muncul tanpa disertai dengan rasa sakit. Ini merupakan penanda dari suatu kondisi kesehatan Anda, yang memiliki rentang dari sesuatu yang biasa atau normal, hingga menjadi sesuatu yang bisa saja merupakan gejala awal suatu penyakit serius.

Makanya, sebaiknya apabila Anda mengalami mata merah, meskipun tidak sakit pun jangan dibiarkan. Mata merah cenderung mengganggu dan membuat tidak nyaman saat beraktivitas, seperti contohnya berkomunikasi dengan seseorang lain. Selain itu, mata merah juga akan terasa sangat mengganggu bagi penderitanya, terlebih apabila mempunyai sejumlah gejala lain semacam terasa sakit, perih, gatal, berair, dan belekan, atau bahkan terlihat bengkak sehingga mengakibatkan penglihatan menjadi terasa kabur atau samar.

Gejala mata merah juga dapat pula disertai dengan demam, membesarnya kelenjar getah bening, nyeri di kepala berat, dan terganggunya penglihatan. Apabila Anda mengalami gejala-gejala seperti yang sudah disebutkan maka sebaiknya segeralah berobat ke dokter spesialis mata.

Penyebab Mata Merah tapi Tidak Gatal

Mata merah secara umum terjadi disebabkan oleh karena peradangan lapisan putih transparan di mata, yang dalam medis disebut konjungtiva. Sementara, kondisi mata memerah disebut Konjungtivitis. Kemerahan pada mata terjadi diakibatkan oleh karena melebarnya pembuluh darah atau juga terpecahnya pembuluh darah di lapisan tersebut.

Ada macam-macam sebab meradangnya konjungtiva. Seperti contoh, bisa disebabkan oleh berbagai hal, seperti misalnya cedera karena benturan, iritasi karena benda asing (debu/kotoran), punya alergi, mengalami infeksi, mengalami peningkatan tekanan bola karena glaukoma ataupun batuk yang terlalu keras, atau mengejan terlalu kuat saat buang air besar/mengangkat beban berat.

Namun, yang patut diwaspadai tanda mata merah bila disertai keluhan berikut :

  • Menurunnya kapasitas penglihatan.
  • Mata sangat memerah disertai nyeri di mata dan kepala yang hebat.
  • Terlalu silau apabila terkena cahaya.
  • Demam yang disertai dengan nyeri kepala yang hebat.

Mengapa? Sebab, ini karena ada sejumlah penyebab iritasi mata merah yang perlu segera ditangani oleh Dokter Spesialis Mata. Ada beberapa alasan kenapa mata Anda merah tapi tidak sakit, diantaranya adalah:

  1. Jarang Berkedip: Anda mungkin adalah seseorang yang tergolong jarang berkedip seperti halnya pada orang normal lain nya, terlebih lagi apabila anda acapkali sering bekerja pada layar cahaya buatan seperti komputer, tablet atau smartphone. Mata yang cenderung jarang berkedip akan mengakibatkan mata menjadi merah sebagai akibat dari terkena sinar radiasi cahaya. Mata akan menjadi lelah, mengakibatkan mata jadi terlihat merah tapi tidak terasa sakit. Hal ini juga bisa menyebabkan penyakit mata akibat radiasi Hp seperti penyakit mata ablasio retina dan katarak.
  2. Mengkonsumsi Obat-obatan Tertentu: Pada dosis tertentu dokter mungkin akan mengingatkan Anda tentang efek samping pada suatu obat, yaitu mungkin adalah mata jadi terlihat memerah.
  3. Alergi: Alergi seperti alergi debu, serbuk sari, udara dingin, juga dapat mengakibatkan mata memerah dan air mata terus menerus mengalir. Mata anda jadi merah tapi tidak terasa sakit.
  4. Merokok: Merokok memiliki segudang potensi racun dan penyakit di dalamnya, tidak terlepas itu pun menjadi salah satu penyebab mata anda menjadi memerah. Orang yang kelewat sering merokok, sama halnya dengan orang tersebut secara konsisten dan berkelanjutan sudah menabung penyakit di dalam tubuh nya. Maka jangan heran apabila pada akhir nya pembuluh darah orang tersebut akan menjadi rusak dan sehingga mengakibatkan mata merah tapi tidak sakit.
  5. Stres: Mengalami stres juga merupakan salah satu penyebab mata merah tapi tidak sakit. Ini terjadi karena stres mengakibatkan darah terus menerus mengalir terkonsentrasi pada daerah kepala dan sekitarnya. Mata pun ikut berimbas pada hal ini, sehingga pembuluh darah di mata terlihat membesar, dan saraf optik terus menerus menegang. Ini mengakibatkan mata memerah, tapi tidak terasa sakit.
  6. Luka: Mengalami kecelakaan, luka, benturan, atau cedera pada daerah sekitar mata, akan menyebabkan pembuluh darah di sklera mata menjadi pecah. Hal ini membuat darah menjadi membanjiri mata, sehingga mata menjadi memerah darah.
  7. Berenang: Salah satu cara agar air di kolam renang tetap bening dan bersih adalah menggunakan klorin. Zat ini relatif aman apabila terminum sampai pada takaran tertentu. Namun paparan klorin pada tubuh secara terus menerus menyebabkan mata menjadi merah.
  8. Cuaca: Mata kering juga dipicu oleh cuaca kering atau berangin, terutama pada alergi debu.
  9. Sakit: Menggunakan lensa kontak secara terus-menerus tanpa rutin ditetesi obat mata, atau mengalami peradangan kelopak mata karena penyakit tertentu semacam lupus, rheumatoid arthritis, dan Sjorgen dapat menyebabkan mata menjadi merah. Selain itu, diabetes juga bisa menjadi penyebab menurunnya sistem kekebalan tubuh, sehingga jadi mudah mengalami mata merah.
  10. Gaya hidup: Terlalu sering terkena asap rokok, kekurangan vitamin A, dan pola makan yang rendah omega 3.
  11. Menangis: Menangis membuat kelenjar di sekitar mata memproduksi air mata lebih banyak. Konsentrasi produksi air mata ini membuat pembuluh darah kita difokuskan ke mata dan sekitarnya. Karena itu, pembuluh darah di mata kita jadi membesar, yang mengakibatkan mata kita jadi terlihat memerah.
  12. Penyakit Menular Seksual: Penyakit menular seksual seperti gonore dan chlamydia ini memiliki sejumlah tanda, dan salah satu tandanya adalah mata yang memerah.
  13. Bakteri: Ada juga sejenis bakteri yang menyebabkan infeksi di telinga dan lambung, juga berpotensi menyebabkan mata memerah atau konjungtivitis.
Sponsors Link

Cara Mengatasi Mata Merah tapi Tidak Sakit

Nah, tadi telah disebutkan sejumlah penyebab mata merah tapi tidak sakit. Mata yang merah adalah sebuah tanda bahwa mata Anda perlu perlakuan ekstra hati-hati, apabila tidak ingin kesehatan mata Anda terganggu lebih jauh. Namun apabila mata merah tapi tidak sakit ini sudah terlanjur terjadi, bagaimana cara menguranginya sekaligus menghindari resiko gangguan mata yang lebih jauh? Mata anda merah, lakukan hal-hal ini untuk mencegah terjadinya peradangan mata lebih parah:

  1. Jangan menyentuh mata sembarangan, karena bagian tubuh Anda juga menjadi tempat menempelnya bakteri. Apabila mata Anda terkena bakteri baru, bisa jadi bakteri itu masuk ke mata dan mengakibatkan iritasi mata Anda akan semakin parah.
  2. Hindari menggunakan lensa kontak atau softlens terlalu lama. Bagaimana pun, lensa kontak adalah benda asing bagi mata: menggunakannya secara berlebihan atau bahkan sampai tertidur sambil menggunakan soft lens akan sangat berbahaya bagi kesehatan mata untuk jangka panjang. Sebaiknya lepaslah lensa kontak segera setelah tiba di rumah.
  3. Anda juga bisa menggunakan kain lembut seperti misalnya tisu yang sudah dibasahi dengan air terlebih dulu, tempelkan tisu tersebut pada mata anda yang merah. Ini adalah salah satu pertolongan pertama yang membuat mata menjadi lembab, sehingga merah di mata jadi sedikit berkurang.
  4. Ada baiknya apabila bekerja di depan monitor, Istirahatkan dulu mata anda sejenak dengan cara memandang ke arah yang jauh selama sekitar 2-3 menit. Lihatlah ke warna-warna ringan dan hijau, seperti daun-daun di pohon. Anda juga diperbolehkan untuk meneteskan air mata buatan, untuk mencegah mata kering jadi tidak mudah iritasi.
  5. Penggunaan obat sakit mata di apotik seperti tetes mata juga merupakan salah satu dari bentuk pengobatan untuk mengurangi mata merah. Apabila sudah diobati, biasanya kondisi mata merah jadi berangsur-angsur membaik dalam waktu yang relatif singkat. Pengobatan mata merah juga disesuaikan dengan penyebabnya. Makanya, jika disebabkan oleh infeksi bakteri maka akan diberikan antibiotik tetes atau oral sesuai dengan resep dari dokter.
  6. Apabila merah mata disebabkan oleh alergi, maka sebaiknya hindarilah faktor pencetusnya. Selain itu juga dan dokter mungkin juga akan memberikan obat pereda alergi semacam antihistamin yang berfungsi untuk mengurangi gatal dan radang. Untuk mata yang merah disertai dengan keluhan mata kering, maka air tetes mata buatan (artificial tears) adalah pilihan yang tepat.
  7. Penderita mata merah karena virus dan infektif merupakan penyakit mata yang menular ke orang lain. Penyebarannya pun juga bisa terjadi dengan melalui kontak langsung dan maupun secara tidak langsung dari sekresi mata yang infeksi. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk mencuci tangan sampai bersih setelah bersentuhan dengan penderita, serta usahakan untuk tidak berbagi handuk atau bantal dengan mereka.
Sponsors Link

Cara Mencegah Mata Merah

Selain itu, lakukan beberapa hal berikut untuk menghindari terjadinya mata memerah:

  • Perhatikan faktor-faktor yang mungkin merupakan pemicu terjadinya kemerahan di mata.
  • Sebaiknya hindari paparan debu dan asap supaya tidak semakin memperberat kondisi mata memerah.
  • Sebaiknya tidak terlalu sering memegang dan atau juga menggesek mata.
  • Untuk sementara, sebaiknya tidak menggunakan produk make up mata dan juga lensa kontak.
  • Gunakan sabun cuci muka dan juga shampo yang tidak pedih di mata.
  • Anda juga bisa melakukan kompres dingin di bagian mata dengan menggunakan handuk/kain bersih yang lembut. Ini bertujuan melembabkan mata serta mengurangi peradangan.
  • Berobatlah dan konsultasikan dengan segera ke dokter apabila mata merah masih juga menetap dalam rentang waktu satu minggu. Dokter akan melakukan proses tanya jawab seputar keluhan mata, melakukan pendiagnoasaan mata dengan menggunakan lampu senter dan juga alat khusus yang kemudian akan memberikan pengobatan sesuai dengan penyebab yang Anda alami. Bila diperlukan, mungkin saja Dokter akan merujuk Anda ke seorang Dokter Spesialis Mata untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Nah, demikian tadi beberapa penyebab mata merah tapi tidak sakit. Jangan anggap remeh indera penglihatan kita ini. Sebab, ia sangat penting namun juga sangatlah sensitif. Memperlakukannya dengan baik akan mempertahankan fungsi kerja mata secara maksimal, sehingga Anda dapat bekerja dan memiliki kehidupan yang baik.

Secara rutin, hindarilah kebiasaan yang dapat merusak mata Anda. Mata yang memerah tapi tidak sakit bisa jadi merupakan salah satu penanda bahwa mata Anda perlu diperlakukan dengan lebih baik dan ekstra hati-hati. Semoga artikel ini dapat menjadi panduan bagi Anda untuk menjaga kesehatan mata, sekaligus menghindari mata Anda dari berbagai resiko kesehatan mata.

, , ,