Sponsors Link

Perbedaan Kalazion dan Hordeolum Terlengkap

Sponsors Link

Banyak orang yang pernah menderita dimana kondisi matanya mengalami benjolan kecil pada kelopak matanya. Umumnya orang yang menderita penyakit ini menganggap dirinya mengalami “bintitan”. Namun tanpa mereka ketahui, bahwa ada jenis-jenis penyakit mata lain yang dapat menyebabkan matanya mengalami sebuah benjolan kecil di kelopak matanya.

ads

Benjolan pada kelopak mata tentu akan sangat mengganggu anda. Selain mata terasa nyeri, mata terasa mengganjal, mata terasa perih, bahkan sampai ada yang bernanah sekalipun. Selain itu, benjolan pada kelopak mata tentu akan mengganggu penampilan anda.

Banyak penyakit yang menyebabkan terjadinya benjolan pada kelopak mata, salah satunya adalah penyakit kalazion dan hordeolum. Lantas apa itu penyakit mata chalazion dan hordeolum? Bagaimana perbedaan kalazion dan hordeolum? Berikut pembahasannya.

Apa itu Kalazion dan Hordeolum?

Kalazion merupakan kondisi dimana penderitanya mengalami pembengkakan atau benjolan kecil yang muncul di sekitar kelopak mata. Kalazion dapat terjadi karena adanya penyumbatan meibon atau kelenjar minyak. Umumnya penyakit ini muncul di bawah kelopak mata. Namun, penyakit ini juga bisa muncul di bagian atas kelopak mata maupun kedua kelopak mata pada bagian atas dan bawah.

Sedangkan hordeolum merupakan peradangan yang terjadi pada titik tertentu yang menyerang area kelopak mata. Peradangan ini bisa menyebabkan pembengkakan atau benjolan pada kelopak mata. Selain itu, peradangan ini dapat pula menyebabkan mata nyeri kemerahan bahkan sampai bisa menyebabkan penumpukan nanah. Hordeolum terbagi menjadi dua jenis, yaitu hordeolum eksternum dan hordeolum internum. Hordeolum eksternum terjadi di kelopak mata bagian luar, sedangkan hordeolum internum terjadi di kelopak mata bagian dalam.

Bagaimana Penyebab Terjadinya Kalazion dan Hordeolum?

Kalazion terjadi akibat adanya penyumbatan meibon atau kelenjar minyak. Kelenjar meibon ini ada pada bagian kelopak mata. Apabila kelenjar ini berfungsi untuk memproduksi cairan yang kemudian bercampur dengan air mata guna melindungi dan melembabkan mata agar bola mata tidak mengalami kering ataupun iritasi.

Kemudian, jika kelenjar meibon ini tersumbat, maka cairan yang menumpuk nanti akan membentuk benjolan yang berisi cairan. Dan inilah yang menyebabkan terjadinya kalazion. Sedangkan hordeolum terjadi akibat adanya infeksi bakteri. Umumnya hordeolum disebabkan oleh bakteri Staphylococcus yang dapat menyebabkan terjadinya bisul pada kulit. Hordeolum terjadi jika bakteri tumbuh di akar bulu mata.

Hordeolum eksternum terjadi akibat adanya infeksi yang terjadi pada salah satu kelenjar minyak di dalam kelopak mata. Sedangkan hordeolum internum terjadi akibat adanya infeksi pada kelenjar minyak yang lebih besar pada kelopak mata seperti kelenjar zeis dan kelenjar moll.

Apa Gejala yang Dirasakan pada Penderita Kalazion dan Hordeolum?

Dibandingkan dengan anak-anak, kalazion lebih umum diderita oleh orang dewasa. Umumnya gejala kalazion meliputi:

  • Adanya benjolan kecil di kelopak mata
  • Mata yang terasa membengkak
  • Rasa mengganjal yang tidak nyaman
  • Kulit di sekitar area kelopak mata memerah
  • Mata sering berair
  • Mengalami nyeri atau iritasi ringan
  • Terjadi benjolan cukup besar yang dapat menekan bola mata sehingga menyebabkan penglihatan kabur

Sedangkan gejala hordeolum umumnya terjadi bila si penderita ini mengeluhkan soal kelopak matanya yang terkadang terasa nyeri dan memerah dan akhirnya membentuk sebuah benjolan pada kelopak matanya. Benjolan hordeolum ini umumnya sekilas terlihat seperti jerawat. Dan hordeolum ini biasa hanya terjadi pada satu kelopak mata saja. Namun, kemungkinan bisa terjadi pada kedua kelopak mata.

Selain itu, ada beberapa gejala hordeolum yang perlu diketahui seperti berikut ini:

  • Terjadi benjolan di kelopak mata
  • Terjadinya pembengkakan di kelopak mata
  • Kelopak mata kemerahan
  • Mata sakit saat berkedip
  • Menciptakan rasa tidak nyaman saat berkedip
  • Sensasi terbakar di area kelopak mata
  • Mata terasa gatal
  • Pandangan terasa kabur terhalang benjolan
  • Sensitif terhadap cahaya
  • Mata sering berair
  • Mata terasa mengganjal
Sponsors Link

Bagaimana Pengobatan Penyakit Kalazion dan Hordeolum?

Untuk mengobati penyakit kalazion dan hordeolum cukup sama karena penyakit ini terlihat hampir mirip. Keduanya tidak memerlukan penanganan khusus. Umumnya penyakit ini bisa terjadi 2-6 bulan atau mungkin bisa kurang dari waktu tersebut.

Keduanya memang tidak memerlukan perawatan khusus. Namun, apabila anda mengalami penyakit kalazion atau hordeolum, mungkin anda bisa melakukan beberapa langkah sebagai berikut guna membantu proses penyembuhannya.

  • Kompres mata dengan air hangat dengan handuk kecil selama 5-10 menit. Lakukan hal ini rutin sebanyak 3-4 kali sehari. Rasa hangat yang menekan ke benjolan dapat mengurangi rasa mengganjal di kelopak mata.
  • Lakukan pijatan lembut untuk mengeluarkan cairan yang ada dalam benjolan. Sebelum melakukan ini, pastikan tangan bersih sebelum melakukan pemijatan, atau paling tidak gunakan cutton bud.
  • Membersihkan kelopak mata sedikitnya 2 kali sehari untuk menghilangkan minyak dan sel-sel kulit mati yang dapat menyebabkan cairan dalam benjolan terbentuk.
  • Apabila anda mengalami penyakit hordeolum, maka apabila hendak mengeluarkan nanahnya, pastikan tangan anda sudah bersih dan steril. Apabila nanah sudah keluar, maka penyakit hordeolum ini cenderung membaik lebih cepat.
  • Gunakan obat penghilang rasa nyeri seperti ibuprofen dan paracetamol.

Namun, apabila anda ragu dalam memencet benjolan guna mengeluarkan nanahnya, maka disarankan untuk benar-benar tidak melakukannya. Hal ini dikhawatirkan akan menimbulkan infeksi yang justru membawa penyakit yang lebih serius.

Dan apabila langkah tersebut sudah anda lakukan berkali-kali dan tidak ada tanda-tanda kesembuhan dan benjolan tidak kunjung menghilang maka dianjurkan untuk periksakan diri ke dokter agar dilakukan penanganan khusus dengan pengobatan yang tepat.

Kalazion yaitu Peradangan granulosa kornis yang non infektif pada kelenjar meibon yang disebabkan oleh proliferasi dan reaksi granulomatosa dari dinding kelenjar dengan reaksi berupa benjolan keras dan tidak terasa nyeri.

Sedangkan hordoelum internum yaitu peradangan supuratif akun pada kelenjar meibom yang disebabkan oleh Infeksi bakteri staphylococcus atau infeksi kalazion dengan reaksi berupa benjolan merah dan lebih terasa nyeri pada hordeolum eksternum.

Dan hordeolum eksternum yaitu peradangan supuratif akun pada kelenjar zeis atau kelenjar moll yang disebabkan karena Infeksi bakteri staphylococcus aureus dengan reaksi berupa benjolan berwarna merah dan menimbulkan rasa nyeri.

Demikian pembahasan mengenai perbedaan kalazion dan hordeolum, mulai dari penyebab, gejala hingga pengobatannya. Bila Anda merasakan gajala-gejala di atas, segeralah periksakan diri ke dokter mata.

, ,