Sponsors Link

4 Perbedaan Mata Silinder Dan Minus Yang Perlu Diketahui

Sponsors Link

Mata menjadi salah satu bagian atau organ penting di dalam tubuh yang memiliki peran dan fungsi yang sangat bermanfaat untuk menunjang kehidupan sehari hari. Mata termasuk dalam salah satu dari panca indera manusia yang berperan dalam penglihatan. Adanya permasalahan pada mata tentu menjadi salah satu hal yang perlu untuk dihindari dan dijaga karena efek yang ditimbulkannya cukup besar. Permasalahan mata dapat berupa penyakit ataupun kelainan kelainan mata yang bisa jadi muncul karena berbagai macam faktor tertentu.

ads

Untuk menjaga agar tidak muncul permasalahan kesehatan atau kelainan terhadap kondisi bagian bagian mata dan fungsinya tentu perlu ada upaya yang harus dilakukan diantara seperti menjaga mata melalui konsumsi nutrisi tertentu, menghindarkan mata dari trauma trauma, serta hal hal lain. Berbagai bentuk permasalahan pada daerah mata tentu dapat menimbulkan efek tersendiri yang bisa jagi ringan dan bisa jadi cukup berat dan bahkan dapat menyebabkan kondisi yang sangat ektrim yakni terjadinya kebutaan pada mata.

Selain menghindari kondisi permasalahan dan jenis jenis penyakit mata tentu setiap orang juga perlu mengetahui setiap bentuk jenis kelainan pada mata tersebut. Diantara permasalahan pada mata tersebut ada dua bentuk yang banyak diketahui namun kurang dipahami dengan baik perbedaannya yakni terkait mata minus dan mata silinder karena terkadang cukup sulit dibedakan. Berikut ini beberapa penjelasan mengenai perbedaan mata silinder dan mata minum dalam ulasan dibawah ini.

  • Pengertian

Hal pertama yang dapat dibedakan dari mata silinder dan mata minus adalah dari pengertian kedua permasalahan pada mata tersebut. Menurut wikipedia, kondisi mata silinder atau lebih dikenal dengan istilah medis sebagai penyakit mata astigmatisma merupakan sebuah gejala penyimpangan dalam pembentukan bayangan pada lensa yang disebabkan oleh cacat lensa karena tidak dapat memberikan gambaran atau bayangan garis vertikal dengan horizontal secara bersamaan sehingga menimbulkan cacat optik berupa penglihatan ganda dan kabur akibat ketidakmampuan optik mata untuk fokus benda titik menjadi gambar terfokus tajam pada retina mata.

Sedangkan mata minus dalam pengertian yang dijelaskan oleh wikipedia merupakan sebuah kerusakan refraktif mata di mana citra yang dihasilkan berada di depan retina ketika akomodasi dalam keadaan santai. Mata minus yang dikenal dalam istilah medis sebagai miopia disebut juga rabun jauh. Penyebutan mata minus sebagai rabu jauh tersebut dikarenakan kondisi para penderita penyakit mata ini tidak dapat memliki kemampuan dalam melihat jarak jauh.

  • Penyebab gejala penglihatan kabur

Kondisi lain yang dapat dijelaskan sebagai perbedaan mata silinder dan minus adalah penyebab dari gejala penglihatan yang kabur sebagai gejala dari kedua keadaan permasalahan pada mata tersebut. Pada mata minus, penglihatan yang kabur disebabkan oleh kondisi dimana kornea memiliiki kelengkungan yang terlalu besar sehingga cahaya yang masuk tidak bisa fokus. Ketidakfokusan cahaya yang masuk tersebut menjadikannya tidak dapat jatuh tepat di retina mata melainkan di depannya.

Sedangkan kondisi mata silinder memiliki penyebab yang berbeda meskipun sama sama menjadikan penglihatan mata kabur. Pada mata silinder, pandangan yang kabur disebabkan karena adanya kecacatan pada bentuk kornea serta kelengkungannya yang tidak teratur. Kelengkungan dan bentuk kornea yang tidak teratur tersebut dapat membiaskan atau membelokan cahaya yang masuk ke dalam mata sehingga cahaya tidak akan jatuh tepat pada retina melainkan di depan maupun dibelakannya.

  • Jenis lensa yang digunakan

Dalam mengatasi kedua bentuk permasalahan pada mata tersebut tentu dibutuhkan lensa dalam bentuk kacamata yang tentu berbeda antara mata minus maupun mata silinder. Mata minus membutuhkan kacamata dengan lensa cekung atau lensa negatif sehingga cahaya dapat tepat jatuh pada retina karena dapat membantu memperkecil kelengkungan kornea mata pada rabun jauh. Sedangkan mata silinder perlu diatasi dengan kacamata berlensa silinder yang membantu menyatukan beberapa bayangan akibat pembiasan sehingga pandangan tidak lagi kabur. Selain dengan penggunaan lensa, kedua masalah mata tersebut dapat diatasi melalui operasi refraktif.

  • Peningkatan keparahan

Hal lainnya yang juga dapat menjadi perbedaan mata silinder dan minus adalah terkait dengan peningkatan keparahan kelainan mata tersebut. Jika pada penderita mata minus, ukuran minus akan terus bertambah seiring dengan peningkatan usia hingga 18 sampai 20 tahun meskipun sudah menggunakan kacamata cekung. Sedangkan pada penderita mata silinder, penggunaan kacamata silinder dapat mempertahankan kondisi mata tersebut dan tidak akan menimbulkan keadaan yang semakin parah jika terus menggunakan kacamata silinder itulah mengapa penderita mata silinder harus pakai kacamata.

Itulah beberapa penjelasan mengenai perbedaan mata silinder dan minus dalam berbagai aspek. Kedua jenis masalah mata tersebut sama sama akan minumbulkan penglihatan yang kabur dan beberapa gejala lain seperti kepala terasa pusing, mata yang mudah lelah, dan lain sebagainya. Baik mata silinder maupun mata minus, keduanya dapat terjadi pada usia mudah yang seringkali disebabkan oleh faktor genetik atau keturunan.

, , , ,