Sponsors Link

4 Tingkat Keparahan Mata Silinder yang Patut Diwaspadai

Sponsors Link

Setiap orang pastinya menginginkan kondisi kesehatannya selalu dalam keadaan baik dan terjaga serta terbebas dari berbagai macam masalah yang menganggu. Kesehatan mata menjadi salah satu bagian penting yang juga perlu diupayakan untuk selalu terjaga. Adanya masalah pada mata tentu dapat menimbulkan gangguan dalam aktivitas sehari hari yang dijalani seseorang karena mata sebagai indera penglihatan memiliki bagian bagian mata dan fungsinya yang sangat penting dalam kehidupan manusia.

ads

Berbagai macam permasalahan dan jenis jenis penyakit mata dapat muncul akibat kondisi yang dipengaruhi oleh berbagai macam faktor. Permasalahan tersebut dapat berupa penyakit atau kelainan baik yang terjadi sesaat atau yang berlangsung akibat pengaruh genetik yang terjadi sejak lahir. Setiap orang tentu akan mengalami gangguan tehadap fungsi mata dalam melihat ketika muncul permasalahan kesehatan pada mata. Salah satu bentuk permasalahan pada mata yang dapat terjadi pada semua usia adalah mata silinder.

Mata silinder atau yang biasa disebut dalam istilah medis sebagai penyakit mata astigmatisma merupakan keadaan permasalahan mata yang terjadi karena kornea atau bagian lensa mata di dalam bola mata tidak dalam bentuk melengkung dengan sempurna. Kondisi silinder pada masing masing penderitanya memiliki tingkatan keparahan sendiri sendiri tergangtung dari keadaan mata dan penyebabnya. Dalam artikel kali ini, halomata.com akan menjelaskan mengenai tingkat keparahan mata silinder tersebut serta bentuk kaca mata yang cocok untuk digunakan dalam penjelasan di bawah ini.

  • Mata silinder ringan

Mata silinder atau astigmatisme ringan dihitung berdasarkan nilai diopters mata yang merupakan nilai dari ukuran kacamata yang digunakan. Pada penderita mata silinder ringan tersebut nilai diopters mata diangka kurang dari 1.00 diopters.

  • Mata silinder sedang

Seperti pada penjelasan sebelumnya, nilai keparahan mata silinder ditunjukan melalui ukuran kacamata dengan lensa silinder yang digunakan. Pada penderita yang disebut sebagai astigmatisme ringan maka ukuran diopter kacamata silindernya berada pada angka antara 1,00 sampai dengan 2.00.

  • Mata silinder berat

Tingkat keparahan mata silinder selanjutnya adalah kondisi astigmatisme berat yang dilihat dari nilai kacamata yang digunakan untuk membantu dalam memaksimalkan fungsi penglihatan mata dengan ukuran lensa berdasarkan nilai dioptersnya yakni berkisar antara 2.00 – 3.00.

  • Mata silinder sangat berat

Tingkatan mata silinder yang lain dan terakhir adalah mata silinder sangat berat yang tentunya memiliki kondisi gejala yang berat juga terutama masalah penglihatan yang bisa jadi sudah sangat kabur sekali bahkan mengarah pada kesulitan penglihatan. Penderita mata silinder sangat berat haruslah menggunakan kacamata silinder dengan nilai diopters diangka lebih dari 3,00 agar dapat memiliki fungsi penglihatan yang baik.

Itulah beberapa tingkat keparahan mata silinder yang perlu dipahami dengan beberapa tipe kacamata silinder yang perlu digunakan untuk mengatasi beberapa gejala mata silinder dan menjadikan penglihatan tampak normal tanpa terjadi keadaan kabut atau munculnya objek berbayang saat melihat. Untuk mencegah terjadinya mata silinder yang semakin parah tentu ada beberapa upaya yang dapat dilakukan. Berikut ini beberapa cara mengatasi astigmatisma agar tidak semakin parah yang dijelaskan dalan ulasan di bawah ini.

  • Menggunakan kacamata silinder

Cara pertama yang dapat mencegah terjadinya peningkatan keparahan dari kondisi mata silinder adalah dengan menggunakan kacamata silinder secara rutin dalam setiap aktivitas yang dijalani. Ukuran kacamata silinder yang digunakan disesuaikan dengan tingkat keparahan yang dijelaskan sebelumnya. Penggunaan kacamata silinder pada penderita mata silinder lebih dapat mencegah tingkat keparahan yang ada dan membantu dalam menciptakan fungsi penglihatan yang normal. Selain kacamata silinder, lensa kontak khusus dengan bentuk silinder juga dapat digunakan terutama bagi yang tidak menyukai penggunaan kacamata. Itulah mengapa penderita mata silinder harus pakai kacamata yang sesuai untuk membantu pengobatan.

  • Menjaga kesehatan mata

Hal lain yang juga perlu dilakukan untuk mencegah peningkatan keparahan mata silinder adalah dengan menjaga kesehatan mata melalui beberapa cara diantaranya seperti banyak mengkonsumsi buah dan sayur yang mengandung vitamin A, mengistirahatkan mata lebih lama, mencegah aktivitas yang terlalu banyak dalam menatap layar baik TV, gadget, laptop, dan lainnya.

  • Tindakan operasi

Jika kedua hal yang disebutkan sebelumnya lebih mengarah pada pencegahan keparahan mata silinder maka langkah selanjutnya yang akan dijelaskan ini merupakan upaya untuk mengobati mata silinder secara permanen. Pengobatan mata silinder permanen yang lebih efektif tersebut dalam dilakukan melalui jalan tindakan operasi mata. Operasi pengatasan mata silinder tersebut disebut sebagai operasi lasik. Lasik  dilakukan oleh para dokter spesialis mata dengan bantuan sinar laser yang mampu memperbaiki kelainan pada kornea mata sebagai salah satu penyebab munculnya mata silinder tersebut. Selain lasik bentuk operasi mata lain yang digunakan dalam mengatasi mata silinder diantaranya seperti lasek dan Photorefractive keratectomy (PRK).

Itulah beberapa penjelasan mengenai cara dalam mencegah kondisi mata silinder menjadi semakin para dengan penjelasan tingkatan keparahan yang diuraikan sebelumnya. Setiap penderita mata silinder perlu melakukan beberapa upaya dan usaha agar kondisinya dapat kembali normal yang mungkin terjadi.

, , , ,