Sponsors Link

Trakoma : Penyebab – Gejala – Pengobatan – Pencegahan

Sponsors Link

trakomaTrakoma adalah penyakit mata yang disebabkan oleh bakteri. Bakteri yang menyebabkan trakoma adalah bakteri Chlamydia trachomatis yang menyebabkan infeksi pada mata. Trakoma termasuk ke dalam jenis penyakit mata yang menular. Trakoma dapat menular melalui kontak langsung dengan penderita. Menyentuh mata setelah memegang benda yang terpapar bakteri Chlamydia trachomatis juga dapat menyebabkan trakoma.

ads

Penyebab penyakit trakoma dalah bakteri Chlamydia trachomatis. Bakteri ini adalah bakteri gram negatif yang hidup sebagai parasit di dalam jaringan tubuh manusia. Jenis bakteri lainnya yang dapat menyebabkan trakoma adalah Chlamydia psittaci dan Chlamydia pneumoniae.

Selain penyebab utama, terdapat beberapa faktor lain yang mendorong penularan trakoma:

  • Lingkungan yang kumuh

Lingkungan yang kumuh lebih mudah terkena trakoma karena kondisi lingkungan yang kurang bersih.

  • Kemiskinan

Orang yang berada di bawah garis kemiskinan maupun tinggal di negara miskin lebih beresiko terkena trakoma dibandingkan dengan yang berada di atas garis kemiskinan dan tinggal di negara maju.

  • Wanita dan anak-anak

Anak-anak dan wanita yang tinggal di daerah dimana terdapat penderita trakoma lebih mudah tertular dibanding orang dewasa. Anak-anak paling rentan terkena trakoma, karena belum bisa secara maksimal menjada kebersihan.

  • Tidak adanya MCK yang memadai

Kurang memadainya MCK pribadi maupun umum dapat menyebabkan penularan trakoma antar penduduk lebih mudah terjadi.

Trakoma diawali dengan gejala yang ringan seperti gatal dan iritasi. Namun, apabila Anda tidak mengobatinya maka dapat menyebabkan komplikasi serius hingga kebutaan. Kebutaan yang terjadi karena trakoma bersifat permanen. Secara umum gejala trakoma adalah sebagai berikut:

  1. Iritasi pada mata yang disertai dengan rasa gatal, termasuk kelopak mata
  2. Rasa nyeri pada mata
  3. Mata menjadi lebih sensitif terhadap cahaya
  4. Kelopak mata membengkak
  5. Mata mengeluarkan cairan yang mengandung nanah dan mukus

WHO menetapkan adanya 5 tahapan perkembangan trakoma, yakni sebagai berikut:

  1. Peradangan folikuler
  2. Peradangan berat
  3. Luka di kelopak mata bagian dalam
  4. Trichiasis
  5. Pengeruhan kornea

Apabila Anda mendapati diri Anda atau orang di sekitar Anda mengalami gejala – gejala trakoma, segeralah berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat. Infeksi trakoma yang tidak segera diobati atau terjadi secara terus – menerus dapat mengakibatkan komplikasi seperti:

  1. Terlipatnya kelopak mata ke arah dalam (entropion) atau bulu mata tumbuh ke dalam (trichiasis)
  2. Jaringan parut pada permukaan bagian dalam kelopak mata atau pada kornea mata
  3. Ulkus kornea
  4. Menurunkan ketajaman penglihatan
  5. Kebutaan

Sebelum melakukan pengobatan pada penderita trakoma, dokter akan memastikan melalui pemeriksaan fisik. Dokter akan melakukan pemeriksaan penunjang dengan melakukan tes kultur bakteri. Pengujian dilakukan dengan mengambil sampel dari bagian mata untuk kemudia dikirim ke laboratorium.

Pengobatan akan berfokus pada pemberian antiobiotik dan pembedahan. WHO telah menyusun rangkaian pengobatan trakoma melalui strategi SAFE. Penjelasan dari strategi SAFE adalah sebagai berikut:

  • Surgery

Surgery atau pembedahan bertujuan mencegah komplikasi kebutaan akibat trakoma, utamanya pada pasien yang berada pada tahap trichiasis. Pembedahan mata dilakukan dengan cara memperbaiki kelopak mata yang mengalami luka supaya tidak memperparah iritasi pada mata. Apabila kornea mata sudah mengalami pengeruhan kornea, penderita dapat menjalani transplantasi kornea.

Sponsors Link

  • Antibiotics

Antibiotics atau pemberian antibiotic bertujuan membasmi bakteri Chlamydia trachomatis penyebab trakoma. Jenis antibiotik yang diberikan adalah azithromycin atau tetracyclin. Jika pada suatu wilayah penduduk terdapat banyak anak yang mengalami trakoma, maka disarankan anggota keluarga dan masyarakat sekitar juga menjalani pengobatan dengan antibiotic untuk mencegah penularan.

  • Face cleanliness

Face cleanlinessatau menjaga kebersihan area wajah bertujuan mengurangi tingkat keparahan trakoma yang diderita, terutama pada anak-anak. Penyebaran trakoma juga dapat dikurangi dengan menjaga kebersihan daerah wajah.

  • Environmental improvement

Environmental improvement bertujuan untuk menjaga kebersihakan lingkungan tempat penderita trakoma tinggal. Kebersihan air menjadi hal yang sangat penting. Selain itu, Anda perlu mencegah pembuangan feses di sembarang tempat untuk mengurangi risiko terjadinya trakoma. Penyebaran penyakit trakoma bisa melalui serangga, sehingga keluarga dan masyarakat di sekitar penderita dianjurkan memakai alat pengusir lalat di sekitar rumah.

Trakoma dapat dicegah dengan menerapkan pola hidup yang sehat dan bersih. Cara untuk mencegah penyakit ini diantaranya adalah:

  1. Cucilah tangan dan wajah secara rutin
  2. Jagalah kebersihan pakaian
  3. Hindarilah berbagi pakaian, handuk, dan sebagainya
  4. Pengendalian lalat sebagai sumber utama penularan
  5. Pengelolaan limbah yang tepat
  6. Peningkatan akses terhadap air bersih
  7. Menjaga kebersihan air

Inilah penjelasan mengenai trakoma. Dikarenakan trakoma termasuk ke dalam jenis penyakit penyebab kebutaan mata, Anda perlu mewaspadai terkena penyakit ini. Penyakit lainnya yang dapat menyebabkan kebutaan adalah degenerasi makula, dan penyakit mata akibat diabetes seperti glaukoma pada anak, katarak, dan retinopati diabetik.

, , , , ,



Oleh :